MUAROJAMBI,JS – Dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Muaro Jambi terus menjadi sorotan. Hingga Sabtu pagi, sekitar 150 pelajar mengalami gejala mirip keracunan, dengan puluhan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Gejala Mulai Muncul Jumat Siang
Lonjakan pasien terjadi sejak Jumat siang, ketika pelajar dari beberapa sekolah tiba di fasilitas kesehatan dengan keluhan mual, muntah, dan sakit perut. Gejala yang mirip satu sama lain membuat petugas segera menambah tenaga medis dan menyiapkan ruang perawatan tambahan.
Rumah Sakit Kewalahan Menangani Korban
Direktur RSUD Ahmad Ripin Sengeti, Agus Subekti, mengatakan, “Dari kemarin siang sampai pagi ini, total sementara sekitar 150 orang.” Agus menambahkan, delapan pasien tambahan, yang merupakan santri dari sebuah pondok pesantren, datang pada Sabtu pagi.
Saat ini, rumah sakit merawat 70 pelajar secara inap. Meskipun sebagian pasien mulai membaik, beban pelayanan tetap tinggi. Pihak rumah sakit berencana memulangkan 30 pasien sore ini, sementara dua pasien lain dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Sisanya menjalani rawat jalan atau sudah pulang.
Penyebab Masih Dalam Penyelidikan
Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan terus menelusuri sumber makanan dan memastikan semua korban mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Kasus ini menarik perhatian publik karena terjadi dalam pelaksanaan program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan pelajar. Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang.(*)









