BUNGO,JS- Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H. Siregar, menyoroti insiden kebakaran mobil di SPBU Kabupaten Bungo. Ia menegaskan, masyarakat dan pengelola SPBU harus mengambil pelajaran dari peristiwa ini.
Kapolda menjelaskan, kebakaran muncul bukan hanya karena mesin kendaraan menyala saat pengisian BBM. Selain itu, dugaan kuat menunjukkan kebakaran terjadi akibat modifikasi tangki dan penggunaan wadah tambahan di mobil, yang sangat berbahaya.
“Kebakaran ini muncul karena mesin kendaraan menyala dan adanya modifikasi tangki serta wadah tambahan. Hal ini mengancam keselamatan jiwa dan fasilitas umum,” tegas Irjen Pol Krisno.
Lebih lanjut, Kapolda meminta pengelola SPBU lebih tegas menerapkan standar operasional prosedur (SOP).
“Saya menegaskan agar SPBU menolak kendaraan dengan tangki yang dimodifikasi atau tidak sesuai standar. Penolakan pengisian mencegah kejadian yang lebih besar,” jelasnya.
Di sisi lain, kepolisian akan meningkatkan pengawasan dan menindak penyalahgunaan BBM bersubsidi, karena tindakan itu membahayakan keselamatan dan merugikan negara.
“Dengan demikian, saya berharap masyarakat mengambil hikmah dari kejadian ini, lebih sadar akan keselamatan dan aturan, serta menghindari praktik berisiko tinggi,” pungkas Kapolda.(AN)









