SUNGAIPENUH,JS– Kasus DBD Teror Warga Kerinci dan Sungai Penuh
Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meneror warga Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu menyerang sejumlah warga di dua wilayah tersebut.
Di Kota Sungai Penuh, wabah DBD menyerang warga Desa Debai. Salah seorang warga, Idal, menyampaikan kondisi orang tuanya yang mengalami demam tinggi disertai rasa kedinginan. Melihat gejala tersebut, keluarga menduga kuat orang tuanya terserang DBD.
“Orang tua saya mengalami demam tinggi dan menggigil. Saya menduga kuat karena DBD,” ujar Idal.
Sementara itu, wabah serupa juga muncul di Kabupaten Kerinci. Seorang warga Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, bernama Beni, mengungkapkan kondisi anaknya yang kini menjalani perawatan di rumah sakit. Tim medis mendeteksi gejala DBD dari hasil pemeriksaan.
“Anak saya masih dirawat karena menunjukkan gejala DBD,” kata Beni.
Meningkatnya jumlah kasus tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai penyebaran DBD berpotensi meluas jika pihak terkait tidak segera mengambil langkah pencegahan.
Oleh karena itu, warga Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mendesak Dinas Kesehatan segera bergerak cepat. Warga meminta dinas terkait melakukan fogging di wilayah terdampak guna menekan populasi nyamuk pembawa virus.
Selain fogging, warga juga meminta Dinas Kesehatan meningkatkan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk. Masyarakat berharap langkah tersebut mampu memutus rantai penyebaran DBD.
Hingga kini, warga masih menunggu tindakan nyata dari Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci agar wabah DBD tidak kembali menelan korban.(AN)









