Kasus DBD Teror Warga Kerinci dan Sungai Penuh

Warga Desak Dinkes Bertindak Cepat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus DBD Teror Warga Kerinci dan Sungai Penuh

Kasus DBD Teror Warga Kerinci dan Sungai Penuh

SUNGAIPENUH,JS– Kasus DBD Teror Warga Kerinci dan Sungai Penuh

Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin meneror warga Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu menyerang sejumlah warga di dua wilayah tersebut.

Di Kota Sungai Penuh, wabah DBD menyerang warga Desa Debai. Salah seorang warga, Idal, menyampaikan kondisi orang tuanya yang mengalami demam tinggi disertai rasa kedinginan. Melihat gejala tersebut, keluarga menduga kuat orang tuanya terserang DBD.

Baca Juga :  Wawako Azhar Buka Forum Konsultasi Publik RKPD Sungai Penuh

“Orang tua saya mengalami demam tinggi dan menggigil. Saya menduga kuat karena DBD,” ujar Idal.

Sementara itu, wabah serupa juga muncul di Kabupaten Kerinci. Seorang warga Desa Sebukar, Kecamatan Tanah Cogok, bernama Beni, mengungkapkan kondisi anaknya yang kini menjalani perawatan di rumah sakit. Tim medis mendeteksi gejala DBD dari hasil pemeriksaan.

Baca Juga :  Aktivitas Gempa Gunung Kerinci Meningkat, Warga Jauhi Radius Ini

“Anak saya masih dirawat karena menunjukkan gejala DBD,” kata Beni.

Meningkatnya jumlah kasus tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat. Warga menilai penyebaran DBD berpotensi meluas jika pihak terkait tidak segera mengambil langkah pencegahan.

Oleh karena itu, warga Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mendesak Dinas Kesehatan segera bergerak cepat. Warga meminta dinas terkait melakukan fogging di wilayah terdampak guna menekan populasi nyamuk pembawa virus.

Baca Juga :  Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Ini Penyebabnya

Selain fogging, warga juga meminta Dinas Kesehatan meningkatkan sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk. Masyarakat berharap langkah tersebut mampu memutus rantai penyebaran DBD.

Hingga kini, warga masih menunggu tindakan nyata dari Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci agar wabah DBD tidak kembali menelan korban.(AN)

Berita Terkait

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi
Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya
Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis
Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran
Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK
Viral! Nasabah Bank Jambi Antre Hingga Ratusan Orang untuk Ganti PIN ATM, Layanan Kembali Disorot
Bukan Bali atau Lombok, Ini Alasan Jambi Jadi Destinasi Favorit Baru 2026
APBD Jambi Tertekan! Belanja Pegawai Lewati Batas, Ini Strategi Pemprov Hadapi Krisis Anggaran
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:30 WIB

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:30 WIB

Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:00 WIB

Mutasi ASN Tebo Terbaru 2026: Ini Daftar Pejabat dan Perubahan Jabatan Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

Heboh! ASN Jambi WFH Setiap Jumat, Pemerintah Klaim Hemat Listrik, BBM hingga Miliaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:00 WIB

Proyek Air Bersih & TPST Modern di Sungai Penuh Dikebut, Wali Kota Alfin Temui BPBPK

Berita Terbaru

Kondisi jalan rnah pemetik kerinci

Daerah

Akhirnya Jalan Renah Pemetik di Perbaiki Pemprov Jambi

Selasa, 31 Mar 2026 - 21:30 WIB

Walikota Jambi, Maulana

Daerah

Heboh! 9 ASN Kota Jambi Dipecat, Ternyata Ini Masalahnya

Selasa, 31 Mar 2026 - 20:30 WIB