Kasus Meninggal Bukan Virus Baru, Ini Fakta “Super Flu”

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Super Flu

Ilustrasi Super Flu

KESEHATAN,JS- Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) menegaskan bahwa kematian yang dikaitkan dengan influenza varian “super flu” terjadi karena penyakit penyerta, bukan virus baru yang lebih mematikan.

Penyakit Penyerta Perparah Influenza

Baca Juga :  Superflu, DPR Desak Kemenkes Percepat Evaluasi Vaksin

Menurut PAMKI, pasien yang meninggal memiliki kondisi kronis, seperti gangguan jantung, penyakit paru, diabetes, atau gangguan imunitas. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap komplikasi influenza. “Faktor ini berperan besar dalam kematian pasien,” jelas PAMKI. Dengan kata lain, virus tidak lebih mematikan dari influenza musiman lainnya.

“Super Flu” Bukan Virus Baru

Baca Juga :  Soal Super Flu yang Mewabah, Ini Penjelasan Kemenkes

PAMKI juga menekankan bahwa istilah “super flu” hanya sebutan populer media untuk virus yang menyebar lebih cepat. Virus yang dimaksud adalah varian influenza A (H3N2) subclade K. Varian ini mengalami mutasi genetik, tetapi tetap termasuk influenza musiman, bukan patogen baru.

Lonjakan Kasus Terkendali

Meski beberapa provinsi mencatat lonjakan kasus influenza musiman, PAMKI menyebut situasi nasional masih terkendali. Pemerintah memperkuat surveilans melalui rumah sakit dan puskesmas sentinel untuk memantau peredaran virus. Dengan langkah ini, penyebaran influenza bisa lebih cepat terdeteksi dan ditangani.

Influenza Tidak Selalu Ringan

PAMKI mengingatkan bahwa influenza bisa menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok berisiko tinggi. Infeksi dapat memicu pneumonia, dehidrasi, hingga kondisi fatal jika pasien memiliki penyakit penyerta. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap waspada, meski penyakit ini sering dianggap flu biasa.

Pencegahan Tetap Kunci

Vaksin influenza tetap menjadi cara paling efektif melindungi diri dari penyakit berat. Selain itu, mencuci tangan, memakai masker saat sakit atau berada di tempat ramai, dan beristirahat di rumah saat bergejala juga dapat menekan penularan. PAMKI menekankan, langkah sederhana ini tetap penting meski situasi nasional terkendali.(AN)

Berita Terkait

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan
4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari
Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?
BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali
Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!
Durian Bikin Darah Tinggi? Ini Fakta Medis yang Jarang Diketahui, Penderita Hipertensi Wajib Tahu!
6 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sering Diabaikan, Nomor 6 Bisa Jadi Gejala Awal Diabetes Berbahaya
BPJS PBI Tidak Aktif? Ini Cara Mengaktifkan Kembali Lewat Dinsos, Pandawa, atau Jalur Mandiri
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 05:01 WIB

10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Bikin Gigi Berlubang, Nomor 7 Sering Diabaikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 05:01 WIB

4 Minuman Penurun Tekanan Darah yang Bisa Jadi Pilihan Sehari-hari

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Air Kelapa untuk Ginjal: Benarkah Bisa Cegah Batu Ginjal dan “Membersihkan” Ginjal?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:01 WIB

BPJS Nonaktif Saat Mau Berobat? Tenang Ada Program Rehab, Ini Cara Aktifkan Kembali

Rabu, 5 Agustus 2026 - 05:01 WIB

Berapa Butir Telur yang Aman Dimakan Saat Diet? Ahli Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui, Jangan Sampai Salah Konsumsi!

Berita Terbaru