Keberangkatan Haji Khusus 2026 Terancam Gagal Berangkat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah

Ilustrasi Ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah

JAKARTA,JS – Keberangkatan Haji Khusus 2026 Terancam Gagal Berangkat

Penyelenggaraan Haji Khusus 2026 menghadapi kondisi kritis. Sebanyak 13 Asosiasi Haji dan Umrah memperingatkan bahwa jamaah berpotensi gagal berangkat. Sistem pelunasan belum siap, dan Pengembalian Keuangan (PK) belum dicairkan ke rekening Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Baca Juga :  Tahap I, 149.159 Jemaah Sudah Lunasi Biaya Perjalanan Haji 2026

Asosiasi Sampaikan Peringatan

Para asosiasi menyampaikan peringatan melalui keterangan tertulis resmi pada 31 Desember 2025. Mereka menilai risiko tinggi karena Arab Saudi menetapkan timeline operasional yang ketat, final, dan tidak bisa ditunda.

“Ketidakpastian jumlah jamaah Haji Khusus masih terjadi hingga akhir tahun. Waktu pelunasan semakin sempit. Kondisi ini berdampak langsung pada kesiapan operasional PIHK,” tulis pernyataan resmi.

Tenggat Waktu Krusial

Baca Juga :  Masjidil Haram Tanpa Selfie, Haji 2026 Tanpa Anak Kecil

Asosiasi menekankan beberapa tenggat penting:

  • 4 Januari 2026: jamaah harus menyelesaikan penetapan dan pembayaran paket layanan Armuzna
  • 20 Januari 2026: PIHK harus mentransfer dana kontrak akomodasi dan transportasi darat
  • 1 Februari 2026: PIHK harus menuntaskan kontrak

Jika PIHK melewati 1 Februari, mereka tidak bisa melakukan kontrak akomodasi di sistem Masar Nusuk. Arab Saudi tidak akan menerbitkan visa haji, sehingga jamaah gagal berangkat.

Timeline Saudi dan Pelunasan Jamaah

Arab Saudi menetapkan timeline operasional sejak 8 Juni 2025. Di Indonesia, PIHK baru mulai menerima pelunasan Haji Khusus pada 25 November 2025, kurang dari dua bulan sebelum batas akhir kontrak. Kondisi ini menimbulkan tekanan besar bagi penyelenggara.

Pencairan PK dan Tekanan Likuiditas

Para asosiasi menyoroti pencairan PK senilai 8.000 USD dari BPKH ke PIHK melalui Siskopatuh. Sistem ini belum sesuai dengan kebutuhan operasional lapangan. Akibatnya muncul:

  • Tekanan likuiditas
  • Risiko operasional
  • Ketidakpastian layanan bagi jamaah
  • Potensi Preseden Buruk

Asosiasi menilai situasi ini berpotensi menciptakan preseden buruk tata kelola haji nasional. Kuota Haji Khusus biasanya selalu penuh, sementara ratusan ribu calon jamaah masih menunggu keberangkatan.

Tuntutan Asosiasi

Para asosiasi meminta pemerintah untuk segera:

  • Mempercepat dan menyederhanakan pencairan PK setelah pelunasan jamaah
  • Menyelaraskan kebijakan keuangan nasional dengan timeline resmi Arab Saudi
  • Mengambil langkah darurat dan membuka dialog teknis antara Kementerian Haji dan Umrah RI, BPKH, serta asosiasi PIHK

“Kami menyampaikan pernyataan ini demi melindungi jamaah, menjaga keberlangsungan penyelenggara resmi, dan mempertahankan kredibilitas penyelenggaraan haji Indonesia,” tutup pernyataan bersama.(AN)

Berita Terkait

Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah
Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN
Kemenag Umumkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Simak Aturannya!
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Tak Perlu Antri, Catat cara dan Jadwal Penukaran Uang Lebaran
DPR Sorot Kesiapan Industri Bayar THR, Usulkan Revisi Aturan
Pemerintah Bakal Hapus Tunggakan BPJS, Ini Ketentuannya
Mudik Lebaran, Indonesia AirAsia Tawarkan Diskon Tiket 17%
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 23:00 WIB

Ekonomi 6%, Lapangan Kerja Bakal Meledak! Ini Kata Pemerintah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:30 WIB

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:30 WIB

Kemenag Umumkan Panduan Belajar Ramadan 2026, Simak Aturannya!

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:30 WIB

Tak Perlu Antri, Catat cara dan Jadwal Penukaran Uang Lebaran

Berita Terbaru

Ilustrasi pergerakan pasar saham

Bisnis

Mau Kaya Seperti Buffett? Terapkan 6 Strategi Investasinya

Minggu, 15 Feb 2026 - 06:00 WIB

Foto ; Insanul Fahmi. (Sumber/Google)

Selebritis

Insanul Fahmi Pasrah, Mawa Makin Yakin Cerai, Ini Alasannya

Minggu, 15 Feb 2026 - 05:00 WIB

Kode redeem FC Mobile hari ini

Dunia Game

Kuota Terbatas, Segera Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini

Minggu, 15 Feb 2026 - 04:00 WIB