KERINCI,JS – Masyarakat kini menyoroti kekosongan jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kerinci. Masalah ini muncul terutama karena persoalan sampah di kabupaten ini semakin parah. Beberapa hari terakhir, warga menemukan tumpukan sampah di banyak jalan, sehingga memicu kritik tajam.
Sejumlah pengamat menilai lambannya penanganan masalah terjadi karena DLH tidak memiliki pimpinan. “Ini tidak hanya soal TPA. Kekosongan jabatan Kadis LH juga menjadi perhatian. Kita sama-sama tahu, pasukan tanpa komando pasti akan susah bekerja,” kata Yusuf, pemerhati lingkungan Kerinci.
Lebih jauh lagi, pejabat eselon III dan IV di DLH, khususnya yang menangani sampah, masih kesulitan bertindak. Kesulitan ini muncul karena belum ada penanggung jawab administrasi (PA). Di sisi lain, efisiensi anggaran membuat armada dan petugas DLH sulit bergerak menangani sampah.
Oleh karena itu, masyarakat meminta Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Monadi–Murison, segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini. “Semoga persoalan sampah menjadi prioritas Pak Bupati dan Wakil Bupati Kerinci. Kasihan Kerinci yang dikenal indah, malah tercoreng oleh tumpukan sampah,” tambah Yusuf.
Jul, aktivis Kerinci menegaskan keberadaan sampah yang menumpuk sangay memengaruhi kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Namun hingga kini, DLH belum menunjukkan langkah nyata dan terukur untuk menangani masalah yang semakin meluas.
Perlu diingat, pada 2025, Pj Bupati Asraf menanggapi keluhan warga dengan meninjau lokasi penumpukan sampah dan menggelar rapat bersama UPTD terkait. Meski demikian, langkah tersebut belum berhasil menurunkan tumpukan sampah di lapangan.
Memasuki 2026, kepala daerah definitif yang baru memimpin Kabupaten Kerinci. Masalah sampah menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda. Dengan demikian, masyarakat menunggu aksi nyata dan inovasi berkelanjutan, bukan sekadar wacana.(AN)









