KERINCI,JS– Kemarau panjang di Kabupaten Kerinci tidak hanya berdampak pada petani padi sawah. Para pedagang beras juga merasakan langsung tekanan akibat cuaca ekstrem yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Cuaca kering yang berkepanjangan mengganggu pengolahan lahan sawah. Kondisi ini memicu gagal panen di sejumlah wilayah dan menurunkan produktivitas padi di Kabupaten Kerinci secara signifikan.
Seiring penurunan produksi padi, pasokan ke tingkat pedagang ikut menurun. Para pedagang beras kini kesulitan memperoleh padi untuk mereka olah menjadi beras. Padahal, selama ini mereka memasok beras ke pedagang sembako di Kerinci hingga ke luar daerah.
“Susah sekarang dapat padi. Kalaupun ada, jumlahnya tidak seperti sebelumnya,” kata Doni, pedagang beras di Kabupaten Kerinci, Jumat (6/2).
Doni menjelaskan, sebelumnya ia dengan mudah memperoleh pasokan padi langsung dari petani. Dalam kondisi normal, ia mampu membeli hingga lima ton padi dalam satu kali transaksi. Namun, kemarau panjang membuat pasokan tersebut tidak lagi stabil.
“Biasanya saya bisa dapat sampai lima ton untuk diolah jadi beras. Sekarang, kadang dapat, kadang tidak sama sekali,” ujarnya.
Selain itu, keterbatasan pasokan memicu persaingan antar pedagang beras. Para pedagang kini saling berebut padi di tingkat petani demi menjaga kelangsungan usaha dan memenuhi kebutuhan pasar.
Jika kemarau terus berlanjut, para pedagang memperkirakan tekanan terhadap ketersediaan beras akan semakin besar. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga beras di Kabupaten Kerinci.(AN)









