JAKARTA, JS – Kemenperin mengungkapkan Bea Cukai Belanda menemukan sepatu kets buatan Indonesia terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137).
Kasus ini muncul sebelum temuan udang beku Indonesia yang terpapar Cs-137 di Amerika Serikat.
Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, menjelaskan temuan berasal dari pabrik sepatu di Banten.
“Bea Cukai Belanda menemukan beberapa kotak sepatu dengan paparan radiasi hingga 110 nanosievert per jam akibat Cs-137,” ujarnya dalam rapat dengan Komisi VII DPR.
Bea Cukai Belanda melaporkan kasus itu ke ANVS dan RIVM, yang kemudian mengonfirmasi aktivitas radioaktif hingga 1,5 kBq Cs-137 per kotak. Meski tergolong rendah, tingkat radiasi tetap melebihi batas alami lingkungan.
Kemenperin menelusuri sumber paparan dan menemukan 24 perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten, yang terindikasi mengandung Cs-137. Perusahaan ini bergerak di peleburan logam, pengelolaan limbah, makanan, dan manufaktur sepatu.
Beberapa perusahaan besar yang terindikasi antara lain PT Nikomas Gemilang (produsen Nike, Adidas, dan Puma) serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Insiden ini berawal dari laporan FDA AS pada Agustus 2025, yang menemukan Cs-137 dalam produk udang beku PT Bahari Makmur Sejati.
Pemerintah Indonesia kini memperketat pengawasan dan melakukan dekontaminasi bertahap di kawasan industri Cikande untuk mencegah penyebaran radiasi.(AN)









