Kenapa Rem Depan Motor Harus Lebih Kuat? Ini Penjelasannya!

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Alasan banyak motor pakai rem cakram di depan

Alasan banyak motor pakai rem cakram di depan

OTOMOTIF,JS- Banyak motor modern di pasaran menggunakan rem cakram di bagian depan, sementara belakang masih mengandalkan rem teromol. Hal ini bukan kebetulan. Rem cakram mampu mencengkram lebih kuat dibanding rem teromol, sehingga proses pengereman lebih maksimal. Tapi, mengapa rem depan justru lebih diutamakan dibanding rem belakang?

Bobot Motor Berpindah Saat Mengerem

Muhammad Arief, instruktur Yamaha Riding Academy (YRA) dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menjelaskan bahwa perilaku motor saat digunakan menjadi salah satu alasan utama.

“Ketika motor direm, bobotnya otomatis berpindah ke depan. Kondisi ini membuat rem depan bekerja lebih efektif dibanding rem belakang,” jelas Arief.

Baca Juga :  Rem Tangan Mobil Keras? Ternyata Ini Penyebabnya

Perpindahan bobot ini secara langsung meningkatkan daya cengkram ban ke aspal. Semakin besar traksi ban, semakin aman pengereman keras dilakukan, karena risiko ban tergelincir menurun.

Rem Belakang Lebih Berisiko Dikunci

Arief menambahkan bahwa pengereman dengan rem belakang membawa risiko lebih tinggi.

“Jika mengerem keras menggunakan rem belakang, ban lebih mudah mengunci karena traksinya kurang. Mayoritas bobot motor sudah pindah ke depan saat pengereman,” ujarnya.

Inilah alasan pabrikan mendesain rem depan lebih kuat. Arief mencontohkan, “Pada motor dengan kombinasi rem cakram di depan dan teromol di belakang, rem depan pasti cakram. Bahkan pada motor yang memakai cakram di kedua roda, cakram depan selalu lebih besar dari belakang.”

Baca Juga :  Top Speed Motor Matic Terasa Tertahan, Simak Solusinya!

Tips Mengerem Depan dengan Aman

Supaya pengereman depan lebih efektif dan tetap aman, Arief menyarankan memberi porsi rem depan lebih besar daripada belakang. Namun, posisi motor saat pengereman juga penting.

“Pastikan motor tetap lurus dan tegak saat menekan rem depan keras. Jika motor miring, misalnya saat berbelok, risiko ban tergelincir meningkat,” jelas Arief.(*)

Berita Terkait

Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya
Lifan KPT 200: Motor Sport Touring 198 cc dengan Desain Gagah, Tenaga 17 HP dan Transmisi 6-Speed
Suzuki Raider R150 Shadow Edition Punya Wajah Baru, Mesin 147 cc dan Tenaga 18,4 HP
5 Kebiasaan Parkir yang Bisa Bikin Ban dan Suspensi Mobil Cepat Rusak, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele
Cyclone RT450 Resmi Meluncur, Skuter Touring 398cc Bawa Radar Blind Spot dan Tangki 18 Liter
Motor Listrik Subsidi Murah 2026, Ini 5 Pilihan Hemat untuk Harian dengan Baterai Praktis
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:01 WIB

Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Senin, 28 September 2026 - 21:01 WIB

Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya

Senin, 28 September 2026 - 18:01 WIB

Lifan KPT 200: Motor Sport Touring 198 cc dengan Desain Gagah, Tenaga 17 HP dan Transmisi 6-Speed

Minggu, 27 September 2026 - 22:01 WIB

Suzuki Raider R150 Shadow Edition Punya Wajah Baru, Mesin 147 cc dan Tenaga 18,4 HP

Berita Terbaru

Nasional

Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:30 WIB