JAKARTA, JS — Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan pelaksanaan Kongres Rohis Nasional pada 12 hingga 15 November 2025 di kawasan strategis Ancol, Jakarta. Agenda berskala nasional ini menghadirkan ratusan pelajar dari seluruh Indonesia untuk memperkuat karakter kepemimpinan berbasis nilai Islam.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan organisasi Rohani Islam (Rohis), tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global. Pemerintah mendorong peran aktif pelajar agar mampu tampil sebagai pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual.
Selain itu, momentum ini juga diarahkan untuk mendukung visi besar Indonesia menuju Generasi Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
Strategi Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Pelajar
Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, M. Munir, menegaskan bahwa kongres ini membawa misi besar dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter kuat.
Ia menjelaskan bahwa generasi muda saat ini harus memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual. Oleh karena itu, Kongres Rohis Nasional hadir sebagai solusi konkret dalam membangun karakter pelajar yang beriman, bertakwa, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Lebih lanjut, Munir menekankan bahwa pengurus Rohis memiliki peran strategis di lingkungan sekolah. Mereka tidak hanya menjadi penggerak kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam membangun budaya positif di kalangan pelajar.
Peserta dari 34 Provinsi Siap Berkontribusi
Sebanyak 306 pengurus Rohis dari tingkat SMA dan SMK di seluruh Indonesia akan berpartisipasi sebagai peserta aktif. Mereka mewakili 34 provinsi dengan membawa gagasan, pengalaman, dan inovasi masing-masing.
Selain peserta utama, sebanyak 34 guru pendamping juga ikut hadir sebagai peninjau sekaligus pembimbing. Kehadiran para guru ini memastikan proses pembinaan berjalan efektif dan terarah.
Tidak hanya itu, panitia juga mengundang 16 siswa muslim yang berhasil masuk final dalam ajang Semarak Kongres. Mereka akan mengikuti kegiatan sebagai peserta peninjau sekaligus inspirasi bagi pelajar lainnya.
Antusiasme Peserta dan Persiapan Maksimal
Koordinator Bidang Kongres dan Pembekalan, Hery Nugroho, menyampaikan bahwa seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi menjelang pelaksanaan acara.
Ia menyebutkan bahwa para peserta telah mempersiapkan diri secara matang, baik dari sisi fisik maupun mental. Persiapan tersebut mencakup pemahaman materi, kesiapan diskusi, hingga penguatan karakter pribadi.
Dengan persiapan yang optimal, panitia optimistis kongres ini akan menghasilkan rekomendasi strategis serta ide-ide inovatif yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.
Talkshow Personal Branding Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu agenda yang paling dinantikan dalam Kongres Rohis Nasional 2025 adalah sesi talkshow bertema “Personal Branding Rohis Abad 21”. Dalam sesi ini, panitia menghadirkan Raffi Ahmad sebagai pembicara utama.
Kehadiran Raffi Ahmad memberikan perspektif baru bagi peserta, khususnya dalam membangun citra diri di era digital. Sebagai figur publik yang sukses di berbagai bidang, mulai dari hiburan hingga bisnis, Raffi dinilai mampu memberikan inspirasi nyata kepada generasi muda.
Ketua Panitia Kongres, Lelis Tsuroya Herniatin, menjelaskan bahwa pemilihan Raffi Ahmad bukan tanpa alasan. Ia menilai pengalaman Raffi dalam mengelola personal branding sangat relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.
Menurutnya, generasi muda harus mampu memanfaatkan teknologi digital untuk membangun citra positif. Dengan demikian, mereka dapat menjadi influencer yang membawa dampak baik bagi masyarakat.
Peran Rohis di Era Digital Semakin Strategis
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, peran Rohis mengalami transformasi signifikan. Organisasi ini tidak lagi hanya fokus pada kegiatan keagamaan konvensional, tetapi juga mulai merambah ke ranah digital.
Melalui kongres ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya literasi digital, komunikasi publik, serta strategi dakwah modern. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan nilai-nilai Islam tetap relevan di era globalisasi.
Selain itu, pendekatan moderasi beragama juga menjadi salah satu fokus utama. Peserta didorong untuk mengedepankan sikap toleransi, inklusivitas, serta semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa.
Dampak Jangka Panjang untuk Pendidikan Nasional
Kongres Rohis Nasional 2025 diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Melalui forum ini, pemerintah ingin membangun jaringan pelajar Rohis yang solid dan saling terhubung. Jaringan tersebut akan menjadi kekuatan besar dalam menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah.
Selain itu, hasil rekomendasi kongres akan menjadi bahan evaluasi sekaligus acuan dalam pengembangan program pendidikan agama Islam ke depan.
Menuju Generasi Emas 2045
Sebagai penutup, Kongres Rohis Nasional 2025 menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda memegang peranan kunci dalam mewujudkan visi tersebut.
Dengan pembinaan yang tepat, pelajar Indonesia dapat tumbuh menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia, wawasan global, dan kemampuan inovasi tinggi.
Kongres ini pun menjadi bukti nyata bahwa investasi terbaik bangsa terletak pada pembangunan karakter generasi muda sejak dini.(*)









