JAMBI,JS – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, mulai berjalan di Kota Jambi. Program ini bertujuan memperkuat swasembada pangan, pemerataan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat melalui koperasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Koperasi Percontohan di Kelurahan Selamat Sudah Aktif
Salah satu koperasi percontohan yang aktif adalah Koperasi Merah Putih Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, dengan 100 anggota. Koperasi ini menghimpun simpanan pokok dan wajib sekaligus menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi anggota dan warga sekitar.
Stok Minyak Goreng Menipis
Meski program berjalan, koperasi menghadapi masalah serius terkait stok bahan pangan, khususnya minyak goreng Minyakita. Ketua koperasi, Iie Hawari Isa, menyebut Bulog tidak memberikan pasokan stabil.
“Dulu kami memesan 80–100 dus per minggu. Kemudian Bulog menurunkan pasokan menjadi 50 dus, beberapa minggu bahkan tidak ada. Saat ini kami hanya menerima 8 dus per minggu,” ujarnya.
Kebutuhan Tinggi, Pasokan Kurang
Kelurahan Selamat memiliki kebutuhan tinggi karena banyak UMKM (lebih dari 500) dan lokasinya dekat Pasar Keluarga, yang ramai di malam hari. Iie khawatir seluruh Koperasi Merah Putih di Kota Jambi tidak bisa memenuhi permintaan jika pasokan tetap rendah.
“Kami berharap Bulog menjelaskan alasan pasokan kurang dan menetapkan kuota mingguan supaya kami bisa melayani masyarakat dengan optimal,” tambahnya.
Harga Kompetitif, Permintaan Tinggi
Koperasi menjual kebutuhan pokok lebih murah dibanding pasar:
Gula pasir: Rp17.000/kg
Minyakita: Rp15.500/liter
Beras SPHP: Rp60.000/sak (5 kg)
Harga terjangkau membuat permintaan tinggi, tetapi stok yang minim menyulitkan koperasi memenuhi kebutuhan warga.
“Jika hanya menerima 8 dus, ongkos menjadi berat karena kami menjual murah. Bila masyarakat datang dan stok habis, kami menjelaskan apa adanya,” kata Iie.
Harapan Koperasi untuk Pasokan Stabil
Saat pasokan normal, koperasi mampu menjual hingga 10 dus minyak goreng per hari. Iie meminta Bulog meningkatkan pasokan sembako, khususnya minyak goreng, agar koperasi dapat menjalankan fungsi layanan masyarakat secara optimal.









