Viral di Kerinci! Lansia 76 Tahun Hidup Menumpang dan Kesulitan Berobat, Butuh Uluran Tangan

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI,JS- Di tengah berbagai program perlindungan sosial yang terus digulirkan pemerintah, masih terdapat warga yang hidup dalam kondisi serba kekurangan dan belum tersentuh bantuan. Salah satunya adalah Ishak (76), seorang lansia yang tinggal di RT 3 Desa Koto Aro, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Pada usia yang seharusnya menjadi masa menikmati hari tua dengan tenang, Ishak justru menghadapi kenyataan pahit. Penyakit stroke yang menyerangnya membuat aktivitas sehari-hari menjadi sangat terbatas. Selain harus berjuang melawan kondisi kesehatan yang terus menurun, ia juga menghadapi kesulitan ekonomi yang semakin berat.

Kondisi tersebut membuat banyak warga sekitar merasa prihatin. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait segera memberikan perhatian agar Ishak dapat memperoleh haknya sebagai warga yang membutuhkan bantuan.

Hidup Menumpang di Rumah Adik

Ishak saat ini tidak memiliki rumah pribadi. Untuk bertahan hidup, ia menumpang di rumah adiknya yang berada di Desa Koto Aro.

Namun, keadaan keluarga yang menampungnya juga tidak berada dalam kondisi yang mapan. Sang adik yang selama ini membantu merawat Ishak juga mengalami gangguan kesehatan dan sering sakit.

Situasi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari menjadi semakin sulit dipenuhi. Biaya makan, kebutuhan rumah tangga, hingga pengobatan harus ditanggung dalam keterbatasan ekonomi.

Meski hidup serba kekurangan, keluarga tetap berusaha memberikan perawatan terbaik bagi Ishak. Mereka tidak ingin membiarkan lansia tersebut menjalani hari-harinya tanpa pendampingan.

Akan tetapi, keterbatasan finansial membuat upaya tersebut tidak selalu berjalan mudah.

Baca Juga :  Antrean Panjang Bank Jambi di Kerinci Hari Ini, ASN Keluhkan Layanan yang Terus Berulang

Stroke Membuat Aktivitas Sangat Terbatas

Sejak mengalami stroke, kondisi kesehatan Ishak terus mengalami penurunan. Penyakit tersebut mengurangi kemampuan fisiknya secara signifikan.

Dia hanya dapat beraktivitas dalam ruang yang sangat terbatas dan membutuhkan bantuan keluarga untuk menjalani berbagai kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, akses terhadap pelayanan kesehatan juga menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan biaya membuat proses pengobatan tidak selalu berjalan optimal.

Padahal, para tenaga medis kerap menekankan pentingnya terapi dan pemeriksaan rutin bagi penderita stroke, terutama pada kelompok usia lanjut.

Dengan perawatan yang berkelanjutan, kualitas hidup penderita stroke dapat meningkat. Sebaliknya, keterlambatan penanganan berpotensi memperburuk kondisi kesehatan pasien.

Belum Pernah Menerima PKH dan BPNT

Sejumlah warga menyebut nama Ishak tidak pernah tercatat sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maupun program bantuan sosial lainnya.

Padahal, jika melihat kondisi ekonomi dan kesehatan yang dialaminya saat ini, banyak warga menilai Ishak layak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Program perlindungan sosial sebenarnya hadir untuk membantu kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, keluarga miskin, hingga masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.

Karena itu, warga berharap adanya verifikasi dan pendataan ulang agar kondisi Ishak dapat masuk dalam perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Warga Berharap Pemerintah Segera Turun Tangan

Kepedulian masyarakat sekitar terhadap kondisi Ishak terus mengalir. Banyak warga berharap pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dinas sosial, serta instansi kesehatan dapat turun langsung ke lapangan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi yang dialami Ishak.

Selain itu, proses pendataan yang akurat juga dapat membuka peluang bagi Ishak untuk mendapatkan berbagai program bantuan yang memang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Warga menilai bantuan sosial tidak hanya berupa bantuan pangan atau bantuan tunai. Pemerintah juga dapat memberikan akses pelayanan kesehatan, pendampingan lansia, bantuan alat kesehatan, hingga dukungan rehabilitasi pasca stroke.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat.

Baca Juga :  Warga Kerinci dan Sungai Penuh Wajib Tahu! Ini Jadwal dan Harga Tiket Batik Air ke Jakarta

Harapan Sederhana untuk Bisa Berobat

Ia hanya ingin memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik dan perhatian dari pihak yang berwenang.

Dengan suara pelan dari tempat tidurnya, Ishak mengungkapkan keinginannya agar ada bantuan yang dapat meringankan beban hidupnya.

“Saya hanya berharap ada perhatian dan bantuan untuk berobat. Mudah-mudahan ada yang membantu,” ujarnya.

Ucapan singkat tersebut menggambarkan perjuangan seorang lansia yang tengah menghadapi penyakit sekaligus tekanan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Perlindungan Sosial bagi Lansia

Indonesia saat ini terus memperkuat berbagai program perlindungan sosial untuk mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, efektivitas program tersebut sangat bergantung pada akurasi data dan proses pendataan di lapangan.

Ketika program bantuan sosial berjalan tepat sasaran, manfaatnya tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memberikan rasa aman bagi kelompok rentan seperti lansia yang hidup dalam keterbatasan.

Menunggu Uluran Perhatian

Hingga saat ini, Ishak masih menjalani hari-harinya di rumah sang adik dengan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian serius.

Di tengah perjuangan melawan stroke dan keterbatasan ekonomi, harapan untuk memperoleh bantuan sosial, pelayanan kesehatan, serta dukungan dari pemerintah menjadi secercah harapan yang terus ia nantikan.

Warga Desa Koto Aro berharap kisah Ishak dapat segera mendapat perhatian dari pihak terkait sehingga bantuan yang dibutuhkan dapat direalisasikan. Dengan langkah cepat dan tepat, kehidupan lansia tersebut berpeluang menjadi lebih baik dan lebih layak di masa mendatang.

Bagi masyarakat sekitar, kehadiran negara melalui program perlindungan sosial bukan sekadar kebijakan, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap warga yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.(TIM)

Berita Terkait

Wali Kota Alfin Ajak Keluarga Cegah Stunting Sejak Kehamilan, 300 Ibu Hamil Ikuti Gebyar Kelas Ibu Hamil di Sungai Penuh
Waspada Uang Palsu Beredar di Jambi, Polisi Minta Korban Segera Lapor, Ini Modus yang Harus Diwaspadai Pelaku Usaha
IAIN Kerinci Gandeng Balai Bahasa Jambi, Program Reading Comprehension Disiapkan Cetak Lulusan Siap Kerja dan Kuasai Dunia Akademik
Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wali Kota Alfin Dorong Perawat Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan
Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh
Jadwal Penggiliran Air Perumda Air Minum Tirta Khayangan Resmi Berlaku, Warga Diminta Menghemat Air
Seleksi CPNS Sungai Penuh 2026! Pemkot Usulkan 31 Formasi, Ada Dokter Spesialis dan Dokter Umum
100 Warga Miskin Terima Bantuan Sembako, Bupati Hurmin dan TNI Perkuat Program Sosial di Sarolangun
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:01 WIB

Wali Kota Alfin Ajak Keluarga Cegah Stunting Sejak Kehamilan, 300 Ibu Hamil Ikuti Gebyar Kelas Ibu Hamil di Sungai Penuh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:02 WIB

Waspada Uang Palsu Beredar di Jambi, Polisi Minta Korban Segera Lapor, Ini Modus yang Harus Diwaspadai Pelaku Usaha

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:01 WIB

IAIN Kerinci Gandeng Balai Bahasa Jambi, Program Reading Comprehension Disiapkan Cetak Lulusan Siap Kerja dan Kuasai Dunia Akademik

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:01 WIB

Pengurus Baru PPNI Kota Sungai Penuh Resmi Dilantik, Wali Kota Alfin Dorong Perawat Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WIB

Bansos PKH Terancam Dicoret Jika Terindikasi Judi Online, Ini Aturan Kemensos dan Imbauan Dinsos Sungai Penuh

Berita Terbaru