KERINCI,JS- Puluhan hektare lahan tidur yang berada di wilayah Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, hingga kini belum tersentuh pengelolaan secara maksimal. Padahal, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan memperkuat sektor pertanian daerah.
Masyarakat setempat berharap Pemerintah Kabupaten Kerinci, Pemerintah Provinsi Jambi, hingga Pemerintah Pusat segera mengalokasikan program cetak sawah baru atau pembukaan lahan pertanian agar area yang selama ini terbengkalai dapat kembali produktif.
Harapan tersebut muncul karena lahan yang berada di kawasan perbatasan Desa Lolo Gedang dan Lempur Tengah sudah bertahun-tahun tidak dimanfaatkan. Akibatnya, sebagian besar area kini tertutup semak belukar dan ditumbuhi tanaman liar berukuran besar.
Potensi Besar yang Belum Dimanfaatkan
Desa Lempur selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki sumber daya alam melimpah. Selain didukung kondisi tanah yang subur, daerah ini juga memiliki ketersediaan air yang cukup untuk menunjang aktivitas pertanian sepanjang tahun.
Namun demikian, potensi tersebut belum mampu dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan sarana, akses pengelolaan lahan, serta belum adanya program pembukaan lahan baru membuat area yang luas itu terus terbengkalai.
Salah seorang petani Desa Lempur, Dodi, mengatakan bahwa masyarakat sudah lama menantikan perhatian pemerintah terhadap kondisi tersebut.
Menurutnya, lahan yang berada di kawasan perbatasan desa sebenarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi area persawahan maupun perkebunan produktif.
“Sudah lama lahan itu tidak digarap. Sekarang banyak ditumbuhi tanaman liar yang ukurannya sudah cukup besar. Padahal kondisi tanahnya sangat baik dan sumber airnya juga tersedia,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar lahan tersebut dapat kembali menghasilkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
Program Cetak Sawah Baru Dinilai Menjadi Solusi
Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional, program cetak sawah baru dinilai menjadi solusi yang paling tepat untuk menghidupkan kembali lahan tidur di Desa Lempur.
Selain mampu meningkatkan luas area tanam, program tersebut juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa. Dengan begitu, roda perekonomian lokal dapat bergerak lebih cepat.
Dodi menjelaskan bahwa masyarakat sebenarnya telah menunggu realisasi program tersebut selama bertahun-tahun. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai pelaksanaannya di wilayah mereka.
“Tahun lalu program buka lahan baru dialokasikan di wilayah Selampaung. Kami berharap tahun berikutnya giliran daerah kami yang mendapat perhatian. Sampai sekarang belum ada kabar, padahal masyarakat sangat menantikannya,” katanya.
Menurut warga, keberadaan program tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani sekaligus mendukung target pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
Ketahanan Pangan Jadi Alasan Utama
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, pemanfaatan lahan tidur juga dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. Saat ini, pemerintah terus mendorong berbagai daerah untuk meningkatkan produksi beras dan komoditas pertanian lainnya guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar wilayah.
Apabila puluhan hektare lahan di Desa Lempur berhasil dibuka dan dikelola, maka kapasitas produksi pertanian Kerinci berpotensi meningkat secara signifikan.
Bahkan, sejumlah petani menilai kawasan tersebut mampu menjadi sentra pertanian baru karena memiliki karakteristik lahan yang cocok untuk berbagai jenis tanaman pangan.
Di sisi lain, pemanfaatan lahan yang selama ini terbengkalai juga dapat mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat semak belukar yang tidak terkelola.
Dukungan Pemerintah Sangat Dibutuhkan
Masyarakat menyadari bahwa pembukaan lahan baru membutuhkan biaya besar dan dukungan alat berat. Oleh sebab itu, mereka berharap pemerintah dapat turun tangan melalui program strategis yang terintegrasi.
Tidak hanya membuka lahan, warga juga menginginkan dukungan berupa pembangunan irigasi, bantuan benih unggul, pupuk, serta pendampingan teknis agar hasil pertanian dapat maksimal.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan lahan yang sudah dibuka benar-benar produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Selain itu, program pengembangan pertanian modern juga diyakini mampu menarik minat generasi muda untuk kembali terjun ke sektor pertanian.
Peluang Meningkatkan Ekonomi Desa
Apabila program cetak sawah baru terealisasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani. Aktivitas ekonomi desa secara keseluruhan juga akan ikut tumbuh.
Peningkatan produksi pertanian akan mendorong perputaran uang di tingkat desa, memperkuat usaha mikro, serta menciptakan peluang usaha baru di sektor perdagangan dan jasa.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah menjadikan Desa Lempur sebagai salah satu prioritas pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Kerinci.
Harapan Besar Masyarakat Lempur
Warga Desa Lempur tetap optimistis pemerintah akan memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Mereka berharap program pembukaan lahan baru dapat masuk dalam agenda pembangunan pertanian dalam waktu dekat.
Dengan dukungan yang tepat, puluhan hektare lahan tidur yang selama ini terbengkalai diyakini mampu berubah menjadi kawasan pertanian produktif yang menopang perekonomian masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
FAQ
Mengapa lahan di Desa Lempur belum tergarap?
Karena masyarakat membutuhkan dukungan program pembukaan lahan, alat berat, serta infrastruktur pendukung yang belum tersedia secara memadai.
Berapa luas lahan tidur di Desa Lempur?
Masyarakat memperkirakan luasnya mencapai puluhan hektare yang berada di kawasan perbatasan Desa Lolo Gedang dan Lempur Tengah.
Apa manfaat program cetak sawah baru?
Program tersebut dapat meningkatkan produksi pangan, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi desa, dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Apa harapan masyarakat terhadap pemerintah?
Masyarakat berharap pemerintah segera merealisasikan program pembukaan lahan baru serta memberikan dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Kesimpulan
Puluhan hektare lahan tidur di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, menyimpan potensi besar untuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Namun, tanpa dukungan program pembukaan lahan dari pemerintah, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat segera merealisasikan program cetak sawah baru agar lahan yang selama ini terbengkalai dapat kembali produktif dan menjadi penggerak ekonomi desa.(AN)









