Lelang SUN Sepi Peminat, Pemerintah Tetap Kantongi Rp40 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasilelang Surat Utang Negara masih sepi peminat. (Sumber/Google)

Ilustrasilelang Surat Utang Negara masih sepi peminat. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Pemerintah menarik pembiayaan utang sebesar Rp40 triliun melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) yang berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2025. Nilai penarikan ini melampaui target indikatif sebesar Rp33 triliun, meskipun minat investor tercatat melemah dibandingkan lelang sebelumnya.

Penawaran Turun, Pemerintah Tetap Optimalkan Serapan

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menunjukkan total penawaran yang masuk mencapai Rp63,06 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan lelang SUN pada 3 Februari 2025 yang mencatatkan penawaran Rp76,58 triliun. Bahkan, jumlah itu semakin turun jika dibandingkan dengan lelang pada 20 Januari 2025 yang mencapai Rp82,9 triliun.

Baca Juga :  Ingin Uang Berkembang? Simak Cara Menyusun Portofolio Investasi yang Tepat

Kendati demikian, pemerintah tetap mengoptimalkan strategi pembiayaan dengan memilih seri-seri yang menawarkan biaya utang paling efisien.

Dalam lelang kali ini, pemerintah menawarkan sembilan seri SUN yang terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan obligasi negara berbunga tetap (Fixed Rate/FR). Kementerian Keuangan menggelar lelang tersebut melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Dari sembilan seri tersebut, pemerintah menyerap dana dari delapan seri dan menahan diri untuk tidak memenangkan satu seri SPN.

FR0109 Jadi Kontributor Serapan Terbesar

Sebagai kontributor utama, seri FR0109 (pembukaan kembali) menyumbang serapan terbesar dengan nilai Rp16,4 triliun. Investor memasukkan penawaran sebesar Rp24,16 triliun untuk seri ini. Pemerintah memenangkan FR0109 dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,67712% dan jatuh tempo pada 15 Maret 2031.

Selanjutnya, seri FR0108 (pembukaan kembali) menyusul dengan serapan Rp12,3 triliun dari total penawaran Rp21,07 triliun. Pemerintah menetapkan imbal hasil rata-rata tertimbang seri ini sebesar 6,37998% dengan tenor hingga 15 April 2036.

Baca Juga :  Freeport Sepakati Nasib Grasberg, Indonesia Dapat Saham

Selain dua seri utama, pemerintah juga menarik Rp3,25 triliun dari seri FR0106. Seri ini menerima penawaran Rp4,34 triliun dan dimenangkan pada imbal hasil rata-rata tertimbang 6,59975% dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040.

Di sisi lain, seri FR0105 yang berjangka sangat panjang turut menyumbang Rp1,65 triliun. Penawaran masuk mencapai Rp2,18 triliun, sementara pemerintah menetapkan imbal hasil rata-rata tertimbang sebesar 6,77991% dengan jatuh tempo 15 Juli 2064.

Dua Seri Serap Dana Sama Besar

Pemerintah juga menyerap dana dalam jumlah yang sama dari seri FR0107 dan FR0102, masing-masing sebesar Rp1,6 triliun.

Untuk FR0107, investor mengajukan penawaran Rp3,3 triliun. Pemerintah memenangkan seri ini dengan imbal hasil 6,66957% dan jatuh tempo 15 Agustus 2045.

Dari kelompok SPN, pemerintah menyerap penuh seri SPN01260322 yang merupakan penerbitan baru. Nilai serapan mencapai Rp700 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,5% dan jatuh tempo 22 Maret 2026.

Baca Juga :  Sumbar Kejar Lonjakan Energi Terbarukan, METI Didorong Tarik Investor

Namun, pemerintah memilih untuk tidak memenangkan seri SPN03260521 meskipun investor mengajukan penawaran sebesar Rp300 miliar. Keputusan ini mencerminkan sikap selektif pemerintah dalam menjaga efisiensi biaya pembiayaan.

Catatan ; Artikel ini hanya memuat tentang informasi semata, bukan untuk mengajak masyarakat dan mengikuti investasi, pasar saham, trending dan sebagainya. segala resiko seperti kegagalan di luar tanggung jawab jambisun.id. (*)

Berita Terkait

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya
55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional
OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah
Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS
Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya
Harga Emas Hari Ini Melonjak, Cek Rinciannya!
Target 80 Ribu KDMP Tercapai, Bagaimana Nasib Mini Market
Industri Mobil Lesu, BUMN Ini Justru Impor 105 Ribu Pikap dari India
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 23:00 WIB

Bank Mega Siap Bagi Saham Bonus Jumbo, Investor Perlu Tahu Jadwalnya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:00 WIB

55 Tahun Tak Tergoyahkan, Rahasia Mitsubishi Fuso Kuasai Pasar Truk Nasional

Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:00 WIB

OJK Siapkan Notasi Khusus untuk Emiten dengan Free Float Rendah

Sabtu, 21 Februari 2026 - 14:30 WIB

Banyak yang Keliru, Ini Beda Harta PPS dan Investasi PPS

Sabtu, 21 Februari 2026 - 11:00 WIB

Kenapa BI Guyur Likuiditas Rp 427,5 T? Ini Tujuannya

Berita Terbaru

Kode redeem kenshin Impact terbaru

Dunia Game

Klaim Sekarang Sebelum Kedaluwarsa, 10 Kode Redeem Genshin Impact

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:30 WIB

Kode redeem MLBB Hari ini

Dunia Game

Baru Rilis, Kode Redeem Mobile Legends Diburu Pemain

Minggu, 22 Feb 2026 - 04:00 WIB

Ria Ricis

Selebritis

Rencana Umrah Gagal, Ria Ricis Singgung Soal Travel Bermasalah

Minggu, 22 Feb 2026 - 03:00 WIB

Kode Redeem Roblox hari ini

Dunia Game

Banyak Dicari Pemain, Kode Redeem Roblox Terbaru 22 Februari 2026

Minggu, 22 Feb 2026 - 02:00 WIB