JAKARTA,JS – Transparansi kekayaan pejabat publik kembali menarik perhatian, terutama di tingkat daerah. Berdasarkan data terbaru Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lima kepala daerah aktif tercatat memiliki total kekayaan bersih tertinggi di Indonesia.
Kewajiban melaporkan LHKPN memastikan pejabat mengelola aset dengan akuntabel. Hal ini juga mendorong pemerintahan yang bersih. Secara umum, mayoritas kekayaan kepala daerah berasal dari properti, kas, dan warisan. Ini menunjukkan bahwa para pemimpin daerah memiliki sumber kekayaan yang beragam.
1. Indah Putri Indriani, Bupati Luwu Utara: Rp 2,05 Triliun
Sebagai pembuka daftar, Bupati Luwu Utara memegang rekor sebagai kepala daerah tingkat II terkaya di Indonesia. Ia memperoleh sebagian besar kekayaannya dari warisan.
Rincian Kekayaan:
-
Harta Lainnya (Warisan): Rp 2.043.900.000.000
-
Tanah dan Bangunan: Rp 1.500.000.000
-
Kas dan Setara Kas: Rp 10.000.000.000
-
Alat Transportasi: Rp 300.000.000
-
Utang: Rp 0
2. Kamarudin Muten, Bupati Belitung Timur: Rp 84,85 Miliar
Selanjutnya, Kamarudin Muten menempati posisi kedua. Ia membangun kekayaannya dari pengalaman 27 tahun di sektor konstruksi. Hasilnya, ia berhasil mengakumulasi properti dan likuiditas tinggi.
Rincian Kekayaan:
-
Tanah dan Bangunan: Rp 60.000.000.000
-
Kas dan Setara Kas: Rp 15.000.000.000
-
Alat Transportasi: Rp 1.500.000.000
-
Utang: Rp 0
3. Hermansyah, Bupati Aceh Tamiang: Rp 74,3 Miliar
Berikutnya, Bupati Hermansyah memperoleh sebagian besar kekayaannya dari aset properti bernilai tinggi. Dengan demikian, ia menjadi salah satu pejabat terkaya di wilayah Sumatera.
Rincian Kekayaan:
-
Tanah dan Bangunan: Rp 55.000.000.000
-
Surat Berharga: Rp 7.000.000.000
-
Harta Bergerak & Kas: Rp 12.000.000.000
-
Utang: relatif kecil
4. Saipul Bahri Binzen, Bupati Purwakarta: Rp 71,34 Miliar
Selain itu, Saipul Bahri Binzen membangun kekayaannya sebagai kolektor properti. Puluhan bidang properti yang dimilikinya menjadi sumber utama kekayaan.
Rincian Kekayaan:
-
Tanah dan Bangunan: Rp 58.000.000.000 (85 bidang)
-
Kas dan Setara Kas: Rp 12.000.000.000
-
Alat Transportasi: Rp 500.000.000
-
Utang: kecil
5. Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor: Rp 67,43 Miliar
Terakhir, Wali Kota Bogor memperoleh kekayaan dari properti dan investasi surat berharga. Ia memanfaatkan kedua aset tersebut untuk membangun portofolio yang beragam.
Rincian Kekayaan:
-
Tanah dan Bangunan: Rp 45.000.000.000
-
Surat Berharga: Rp 10.000.000.000
-
Kas dan Setara Kas: Rp 5.000.000.000
-
Alat Transportasi: Rp 2.000.000.000
-
Utang: tercatat.(AN)









