BANDUNG,j,JS– Sebuah tanah longsor yang terjadi pada Sabtu dini hari menelan tujuh korban jiwa di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hingga pukul 10.30 WIB, tim evakuasi masih mencari 82 warga yang belum ditemukan.
Longsor Terjadi di Tengah Hujan Deras
BNPB menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Kecamatan Cisarua. Hujan deras yang berlangsung lama menyebabkan material longsor menimbun permukiman warga.
Selain korban meninggal, 23 warga berhasil diselamatkan. Dampak bencana menyentuh sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa. Tim di lapangan masih mendata jumlah rumah yang terdampak.
Upaya Penanganan Darurat dan Pencarian Korban
“Kami bersama BPBD Kabupaten Bandung Barat langsung melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Tim masih fokus mencari korban dan memantau kondisi di lokasi,” kata Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Kabupaten Bandung Barat kini berada dalam Status Siaga Darurat Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga tanggal yang sama.
Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi
Seiring meningkatnya bencana hidrometeorologi, BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 12 Januari 2026 di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Dua pesawat, PK-JVH dan CASA 212 A-2105, meyemai awan untuk menurunkan intensitas hujan.
Pesawat PK-JVH melaksanakan 32 sortie di Jawa Barat dengan total 32.000 kilogram bahan semai pada 13–22 Januari, sedangkan CASA 212 A-2105 melakukan 19 sortie di DKI Jakarta dengan 12.400 kilogram bahan semai pada 16–22 Januari. Sejak 23 Januari, BNPB menambah dua pesawat Caravan untuk memperluas operasi ke wilayah rawan, termasuk Banten jika curah hujan ekstrem meningkat.
Imbauan untuk Warga Rawan Longsor
BNPB meminta warga yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung lama. Warga diminta segera mengevakuasi diri jika kondisi lingkungan sekitar terlihat tidak aman.(TIM)









