Tiga Desa Nunukan Masuk Malaysia, Indonesia Dapat Tanah

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga desa di Nunukan, Kalimantan Utara, yang sebelumnya menjadi wilayah Indonesia, kini masuk ke dalam wilayah Malaysia.

Tiga desa di Nunukan, Kalimantan Utara, yang sebelumnya menjadi wilayah Indonesia, kini masuk ke dalam wilayah Malaysia.

JAKARTA,JS- Nunukan, Kalimantan Utara – Tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kini resmi masuk wilayah Malaysia. Desa yang terdampak antara lain Kabungalor, Lepaga, dan Tetagas. Pergeseran ini terjadi setelah Indonesia dan Malaysia menyelesaikan sengketa perbatasan terkait Pulau Sebatik.

Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Makhruzi Rahman, menjelaskan perubahan ini dalam rapat bersama Komisi II DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Penyelesaian Sengketa Pulau Sebatik

Baca Juga :  Soal Viral Informasi Seleksi CASN Kemenkes, Ini Kepala BKN

Pulau Sebatik terbagi menjadi dua wilayah: Indonesia dan Malaysia. Dalam pertemuan Joint Indonesia-Malaysia ke-45 pada 18 Februari 2025, kedua negara menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menyelesaikan Outstanding Boundary Problem (OBP).

Makhruzi menjelaskan, melalui MoU tersebut, beberapa patok, termasuk B-2700, B-3000, dan Simantipal, berhasil disepakati. Akibatnya, sekitar 127 hektare tetap menjadi wilayah Indonesia. Selain itu, OBP juga menyentuh wilayah Sinapat dan Kecamatan Lumbis Hulu, yang menyebabkan sebagian tiga desa berpindah ke Malaysia.

Indonesia Mendapat Lahan Tambahan 5.207 Hektare

Baca Juga :  Viral di Medsos, Kades di Sragen Mandi Lumpur di Jalan Rusak

Di sisi lain, Indonesia memperoleh tambahan lahan sekitar 5.207 hektare yang sebelumnya termasuk wilayah Malaysia. Pemerintah akan mengembangkan lahan ini sebagai kawasan perdagangan bebas (free trade zone) dan mendukung pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

“Lahan ini akan menjadi pengganti kawasan hutan untuk mendukung pembangunan di perbatasan,” ujar Makhruzi.

Pemerintah Siapkan Ganti Rugi dan Relokasi Warga

Makhruzi menegaskan, pemerintah akan memberikan ganti rugi bagi masyarakat yang terdampak. Tim pemerintah sudah turun ke lokasi untuk mendata jumlah warga dan luas tanah yang masuk wilayah Malaysia.

Selain itu, Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, menambahkan bahwa Indonesia tetap mendapatkan hak tambahan seluas 127 hektare, sementara Malaysia memperoleh 4,9 hektare. Pemerintah memastikan seluruh warga terdampak, termasuk pemegang sertifikat dan dokumen tanah desa, akan mendapatkan relokasi dan kompensasi.

Rekomendasi Pemerintah untuk Perbatasan

Baca Juga :  Juda Agung Mundur, DPR Siap Uji Calon Deputi Gubernur BI

Ossy menekankan beberapa langkah strategis pasca-pergeseran wilayah:

  1. Mempercepat pendaftaran tanah, baik tanah yang hilang maupun muncul akibat perubahan batas.

  2. Menyelesaikan MoU di perbatasan lain, seperti Timor Leste dan Kalimantan Barat, untuk menegaskan garis batas.

  3. Meningkatkan koordinasi antar kementerian dan lembaga agar aturan tata ruang lebih sinkron.

  4. Mengendalikan dan menertibkan kawasan perbatasan sesuai rencana tata ruang agar pembangunan berjalan lebih terarah.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap penyesuaian wilayah dan pembangunan di kawasan perbatasan berjalan lancar, sekaligus memastikan hak masyarakat terdampak terlindungi.(TIM)

Berita Terkait

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya
Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli
Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21 WIB

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Berita Terbaru