BISNIS,JS– Mengenal Free Float: Ukuran Risiko dan Peluang Saham
Saham tetap menjadi salah satu instrumen investasi favorit di Indonesia karena menawarkan potensi keuntungan menarik dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap pasar modal, investor perlu memahami istilah teknis agar keputusan investasi tidak hanya berdasarkan tren atau spekulasi. Salah satu istilah yang sering muncul adalah free float saham.
Free float berkaitan langsung dengan jumlah saham yang tersedia di publik dan bisa diperdagangkan secara bebas. Memahami konsep ini membantu investor menilai likuiditas, stabilitas harga, dan risiko saham.
Pengertian Free Float Saham
Secara sederhana, free float merupakan saham yang dapat diperjualbelikan di pasar reguler oleh investor publik, baik ritel maupun institusi. Saham ini berbeda dari saham milik pendiri, manajemen, atau pemegang pengendali, yang biasanya jarang dijual untuk menjaga kendali perusahaan.
Karena free float mencerminkan saham yang benar-benar bergerak di pasar, angka ini menjadi indikator penting untuk menilai potensi fluktuasi harga dan likuiditas suatu saham.
Pentingnya Free Float bagi Investor
Memahami free float membantu investor menilai karakter dan kualitas saham. Berikut beberapa alasan utama:
- Menentukan Likuiditas Saham
Saham dengan free float tinggi lebih mudah diperdagangkan. Investor dapat membeli atau menjual saham tanpa kesulitan mencari lawan transaksi. - Menstabilkan Harga Saham
Kepemilikan saham yang tersebar luas membuat harga lebih stabil. Sebaliknya, saham dengan free float rendah bisa mengalami lonjakan atau penurunan harga yang tajam. - Mengurangi Risiko Manipulasi
Free float besar menyulitkan satu pihak mengendalikan harga saham. Hal ini mengurangi risiko manipulasi di pasar. - Menarik Investor Institusional
Investor besar, seperti dana pensiun atau manajer investasi, lebih tertarik pada saham likuid dan transparan. Free float besar menjadi nilai tambah. - Mempermudah Strategi Investasi
Investor dapat menyesuaikan strategi jangka pendek atau panjang berdasarkan free float. Dengan begitu, keputusan investasi menjadi lebih terarah.
Dampak Free Float pada Pasar Saham
Free float juga memengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan. Beberapa dampak utama meliputi:
- Meningkatkan Likuiditas Pasar
Semakin banyak saham tersedia, semakin lancar perdagangan harian berlangsung. - Menekan Volatilitas Pasar
Kepemilikan saham yang tersebar luas mengurangi fluktuasi harga ekstrem, menciptakan pasar lebih stabil. - Menentukan Bobot Saham dalam Indeks
Saham dengan free float besar memengaruhi pergerakan indeks seperti LQ45 dan IDX30. - Membantu Transparansi Harga
Harga saham mencerminkan interaksi banyak pelaku pasar, sehingga lebih akurat. - Mendorong Partisipasi Investor Publik
Investor ritel memiliki ruang lebih luas untuk bertransaksi, membuat pasar lebih inklusif.
Secara keseluruhan, free float menjadi fondasi penting untuk kesehatan pasar saham Indonesia.
Aturan Free Float di Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan aturan free float untuk menjaga likuiditas dan kualitas perdagangan:
- Minimal 7,5% dari total saham untuk perusahaan umum
- Minimal 10% untuk perusahaan dengan ekuitas di atas Rp200 miliar
Selain itu, emiten harus memiliki minimal 300 pemegang saham publik. Jika emiten gagal memenuhi syarat dalam 24 bulan, BEI dapat mengenakan sanksi berupa denda atau pembatasan perdagangan.
Cara Menghitung Free Float Saham
Investor dapat menghitung free float untuk menilai likuiditas saham:
Rumus Free Float:
Free Float=Saham Beredar−Saham Terbatas−Saham Pemegang Pengendali\text{Free Float} = \text{Saham Beredar} – \text{Saham Terbatas} – \text{Saham Pemegang Pengendali}Free Float=Saham Beredar−Saham Terbatas−Saham Pemegang Pengendali
Rasio Free Float:
Rasio Free Float=Free FloatSaham Beredar\text{Rasio Free Float} = \frac{\text{Free Float}}{\text{Saham Beredar}}Rasio Free Float=Saham BeredarFree Float
Keterangan:
- Saham beredar: seluruh saham yang diterbitkan perusahaan
- Saham terbatas: saham yang sementara tidak diperdagangkan
- Saham pemegang pengendali: saham milik pihak yang mengontrol perusahaan
Dengan memahami free float, investor bisa menilai risiko, likuiditas, dan potensi keuntungan sebelum membeli saham.(*)









