JAKARTA,JS- Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Sungai Penuh sekaligus Ketua TP-PKK dan Ketua Dekranasda Kota Sungai Penuh, Ny. Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., menghadiri rangkaian Milad ke-45 BKMT, Muktamar ke-X BKMT, dan BKMT Festival 2026 di Jakarta.
Kegiatan tersebut mempertemukan pengurus dan anggota BKMT dari berbagai wilayah Indonesia. Selain menjadi agenda organisasi, rangkaian kegiatan nasional itu juga membuka ruang bagi peserta untuk memperluas jejaring, bertukar pengalaman, serta membahas penguatan peran majelis taklim dalam kehidupan masyarakat.
Sri Kartini Alfin hadir bersama Ketua PC BKMT Kecamatan Sungai Bungkal, Hj. Yunike Mustika, S.Pd. Hj. Hesnidar Haris, S.E., juga turut mengikuti kegiatan nasional tersebut.
Milad ke-45 BKMT Hadirkan Pengurus dari Berbagai Daerah
Pengurus Pusat BKMT menyusun rangkaian Milad ke-45, Muktamar ke-X, dan BKMT Festival 2026 dalam sejumlah agenda selama lima hari.
Panitia menggelar sebagian kegiatan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Sementara itu, penyelenggara memilih Indonesia Arena GBK Jakarta sebagai lokasi puncak peringatan Milad ke-45 BKMT.
Rangkaian agenda tersebut memperlihatkan luasnya jaringan BKMT yang berkembang di berbagai daerah. Pengurus dari tingkat wilayah hingga kecamatan mendapat kesempatan untuk bertemu dalam satu forum nasional.
Karena itu, kegiatan tidak hanya menghadirkan agenda seremonial. Forum tersebut juga memberikan ruang bagi peserta untuk membangun komunikasi organisasi dan berbagi pengalaman mengenai kegiatan majelis taklim di daerah masing-masing.
Sri Kartini Alfin Perkuat Silaturahmi BKMT Sungai Penuh
Bagi Sri Kartini Alfin, keikutsertaan dalam kegiatan nasional BKMT memiliki arti penting bagi penguatan hubungan antarpengurus.
Ia menilai pertemuan dengan pengurus BKMT dari berbagai daerah dapat membuka kesempatan untuk saling bertukar pengalaman. Setiap daerah memiliki karakter masyarakat dan bentuk kegiatan majelis taklim yang berbeda.
Dengan komunikasi yang lebih luas, pengurus dapat melihat berbagai pendekatan yang berkembang di daerah lain. Selanjutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan untuk mengembangkan kegiatan BKMT di Kota Sungai Penuh.
“Kami bersyukur dapat hadir dalam Milad ke-45, Muktamar ke-X, dan BKMT Festival 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta memperkuat peran majelis taklim dalam kehidupan masyarakat,” ujar Sri Kartini Alfin.
Menurutnya, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat masyarakat memperdalam pengetahuan keagamaan. Organisasi tersebut juga dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian sosial dan mempererat hubungan antarwarga.
Majelis Taklim Punya Peran di Tengah Masyarakat
Sri Kartini Alfin juga menyoroti peran majelis taklim dalam membangun kebersamaan.
Di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung, masyarakat membutuhkan ruang yang dapat memperkuat interaksi dan kepedulian antarsesama. Dalam konteks tersebut, majelis taklim dapat menjalankan berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kegiatan keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas sosial. Pengurus dan anggota dapat mengembangkan program yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan, keluarga, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Dengan demikian, keberadaan BKMT tidak hanya bertumpu pada kegiatan organisasi. Pengurus juga dapat mengarahkan aktivitas majelis taklim agar memberikan manfaat yang lebih luas.
Sri Kartini berharap semangat tersebut terus berkembang di Kota Sungai Penuh.
“Semoga semangat kebersamaan dan silaturahmi ini terus terjaga. Kami juga berharap BKMT semakin aktif menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan serta sosial,” katanya.
Muktamar BKMT Jadi Ruang Konsolidasi Organisasi
Selain Milad ke-45, rangkaian agenda nasional tersebut juga mencakup Muktamar ke-X BKMT.
Muktamar menjadi salah satu forum penting bagi organisasi untuk memperkuat komunikasi antarpengurus. Pertemuan dalam skala nasional memungkinkan pengurus dari berbagai daerah menyampaikan pengalaman dan pandangan mengenai perkembangan organisasi.
Forum seperti ini juga dapat membantu pengurus membangun koordinasi yang lebih baik. Setelah kembali ke daerah, para peserta dapat membawa pengalaman dan gagasan yang mereka peroleh selama mengikuti kegiatan.
Bagi BKMT di daerah, kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan organisasi secara berkelanjutan.
Kehadiran delegasi dari Kota Sungai Penuh juga menunjukkan keterlibatan daerah dalam agenda organisasi di tingkat nasional.
BKMT Kota Sungai Penuh Ikut Ambil Bagian
Sri Kartini Alfin mengikuti kegiatan tersebut dalam kapasitasnya sebagai Ketua BKMT Kota Sungai Penuh.
Bersama Hj. Yunike Mustika serta sejumlah tokoh dan pengurus lainnya, ia menjadi bagian dari delegasi yang mengikuti rangkaian agenda BKMT di Jakarta.
Partisipasi tersebut sekaligus memperkuat hubungan BKMT Kota Sungai Penuh dengan jaringan BKMT dari daerah lain.
Sungai Penuh memiliki struktur BKMT yang bergerak hingga tingkat kecamatan. Kondisi tersebut membuka ruang bagi pengurus untuk mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Melalui pertemuan nasional, pengurus dapat memperoleh referensi mengenai bentuk kegiatan, pola komunikasi organisasi, serta berbagai aktivitas sosial yang berkembang di daerah lain.
Pengalaman Nasional Bisa Jadi Referensi untuk Daerah
Pertemuan organisasi dalam skala nasional memiliki manfaat lain bagi pengurus daerah. Mereka dapat membandingkan pengalaman tanpa harus menerapkan seluruh pola kegiatan secara langsung.
Setiap daerah tentu memiliki karakter masyarakat yang berbeda. Karena itu, pengurus perlu menyesuaikan gagasan yang diperoleh dengan kondisi lokal.
Bagi BKMT Kota Sungai Penuh, pengalaman selama mengikuti rangkaian kegiatan nasional dapat menjadi salah satu referensi untuk mengembangkan program organisasi ke depan.
Langkah tersebut dapat mencakup penguatan kegiatan keagamaan, peningkatan kepedulian sosial, serta pengembangan komunikasi antaranggota.
Pada saat yang sama, komunikasi dengan pengurus dari daerah lain dapat membuka peluang kolaborasi dalam berbagai kegiatan.(*)










