JAKARTA,JS– Militer Myanmar menggerebek pusat penipuan online di Shwe Kokko, perbatasan Thailand. Aparat menangkap 346 warga negara asing dalam operasi menindak kompleks pasar gelap di wilayah tersebut.
Shwe Kokko menjadi pusat kejahatan terorganisir yang menipu pengguna internet melalui penipuan asmara dan bisnis. Kerugian korban mencapai puluhan miliar dolar setiap tahun. Banyak warga China terlibat sekaligus menjadi korban jaringan kriminal tersebut.
Media pemerintah The Global New Light of Myanmar melaporkan, pasukan militer menyerbu Shwe Kokko pada Selasa pagi. Aparat menyita hampir 10.000 ponsel yang digunakan untuk judi dan penipuan online. Junta menuding kelompok oposisi bersenjata memberi perlindungan pada pusat penipuan. Kini militer dapat bertindak setelah merebut kembali sebagian wilayah dari pemberontak.
Shwe Kokko terkait dengan She Zhijiang, warga China-Kamboja yang ditangkap di Thailand pada 2022.
She membangun jaringan kriminal global, termasuk kasino ilegal, prostitusi, perdagangan narkoba, dan penipuan online. Perusahaannya, Yatai, mendapat sanksi dari Inggris dan Amerika Serikat.
Sejak awal tahun, Myanmar memulangkan sekitar 7.000 tersangka penipu. Thailand memperketat blokir internet lintas batas untuk menghentikan operasi jaringan kriminal tersebut.
Laporan PBB menyebut korban penipuan di Asia Tenggara dan Asia Timur mengalami kerugian US$37 miliar pada 2023.(AN)









