THR dan Gaji Cair? Waspadai Modus Penipuan Digital Terbaru

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penipuan THR, masyarakat diminta jangan asal klik link

Ilustrasi penipuan THR, masyarakat diminta jangan asal klik link

JAKARTA,JS- Penyedia solusi digital identity dan fraud prevention, VIDA, merilis whitepaper terbaru berjudul “VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook”. Whitepaper ini menyoroti bagaimana penipuan digital meningkat tajam saat pencairan dana massal, khususnya tunjangan hari raya (THR), karena lonjakan transaksi digital menciptakan peluang bagi pelaku untuk menyusupkan modus penipuan yang tampak meyakinkan.

Transaksi Memuncak, Risiko Penipuan Ikut Naik

Selama periode THR, masyarakat melakukan aktivitas pembayaran digital secara intens, dan kondisi ini mempermudah penipu untuk memanfaatkan “keramaian transaksi”. VIDA menekankan bahwa fenomena ini bukan kebetulan; penipuan digital kini semakin terjadwal dan mengikuti momentum nasional.

Baca Juga :  Nomor Tak Dikenal Masuk Terus? Ini Cara Cek Identitasnya Sebelum Terjebak Penipuan

Selain momen THR, whitepaper VIDA menemukan pola payday pulse, yaitu lonjakan risiko penipuan hampir setiap bulan pada tanggal 25–28, bersamaan dengan pencairan gaji. Pola ini menunjukkan bahwa pelaku semakin pintar menyesuaikan aksinya dengan waktu pencairan dana.

Menurut Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Komdigi RI, Teguh Afriyadi, tren penipuan sangat dipengaruhi momentum dan perilaku masyarakat yang cepat percaya. “Setidaknya ada sekitar 1.700 laporan terkait scam setiap hari. Polanya meningkat menjelang Lebaran, Natal, dan libur sekolah. Salah satu pemicunya adalah kebiasaan masyarakat yang terlalu cepat percaya tanpa memverifikasi kebenarannya,” jelas Teguh.

Kanal Favorit Penipu: Pesan dan Media Sosial

Komdigi mencatat, aplikasi pesan dan media sosial menjadi kanal favorit pelaku penipuan. Data dari CekRekening.id menunjukkan bahwa antara 2017 hingga 31 Oktober 2025, 396.691 laporan terkait nomor rekening atau e-wallet yang digunakan penipu berasal dari aplikasi pesan, sementara media sosial menempati urutan kedua dengan 281.050 laporan.

Pelaku memanfaatkan kanal yang dekat dengan keseharian masyarakat, sehingga pesan, tautan, atau dokumen yang tampak mendesak lebih mudah dipercaya. VIDA menyoroti bahwa risiko ini meningkat ketika pengguna langsung merespons tanpa memeriksa kebenarannya.

Kampanye “Jangan Asal Klik” untuk Lindungi Diri

Baca Juga :  Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Ditjen Pajak

Sebagai respons, VIDA meluncurkan kampanye “Jangan Asal Klik”, mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak dan memeriksa tautan atau dokumen sebelum mengambil tindakan. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran pengguna agar tidak menjadi korban penipuan digital yang semakin terorganisir dan profesional.

Chief Operating Officer VIDA, Victor Indajang, menekankan, “Penipuan digital kini berjalan seperti industri, bukan aksi individu.

VIDA menegaskan, kampanye ini sejalan dengan peringatan dari Komdigi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) tentang peningkatan modus penipuan melalui dokumen digital, impersonasi, serta social engineering berbasis AI.(*)

Berita Terkait

AI Palsu Jadi Senjata Baru Hacker, ChatGPT Paling Banyak Dipakai sebagai Kedok
Gaji ASN 2027 Naik atau Tidak? Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026, Cek Golongan I hingga XVII
Pertamina Tebar Diskon BBM Rp450/Liter, Cek Cara Dapat Promo MyPertamina HUT RI ke-81
PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN
Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko
BKN Luruskan Data 2.722 ASN Mengundurkan Diri, Mayoritas Ternyata Beralih Status Jadi PPPK Penuh Waktu
PETI Jambi Capai 60.323 Hektare, DPRD Soroti Ancaman Kerusakan Lingkungan dan Masa Depan Warga
Harga Bright Gas Turun Lagi 15 Agustus 2026, Cek Harga 5,5 Kg dan 12 Kg serta Promo Hematnya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:01 WIB

AI Palsu Jadi Senjata Baru Hacker, ChatGPT Paling Banyak Dipakai sebagai Kedok

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Gaji ASN 2027 Naik atau Tidak? Ini Besaran Gaji PNS dan PPPK 2026, Cek Golongan I hingga XVII

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Pertamina Tebar Diskon BBM Rp450/Liter, Cek Cara Dapat Promo MyPertamina HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:01 WIB

PPPK Paruh Waktu Kecewa Pidato Prabowo, Tuntut Diangkat Penuh Waktu dan Gaji Beralih ke APBN

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Bareskrim Ungkap Modus Baru Judi Online: Deposit Pakai Pulsa, Anak Jadi Sasaran Risiko

Berita Terbaru