OTOMOTIF,JS- Banyak pengendara mengeluhkan bodi mobil keluaran terbaru yang terlihat mudah penyok meski hanya terkena benturan ringan. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa kualitas mobil modern menurun dibanding kendaraan lawas yang terkenal kokoh dan berat.
Namun, persepsi tersebut tidak sepenuhnya tepat. Industri otomotif justru mengubah desain bodi mobil dengan tujuan utama melindungi pengemudi dan penumpang.
Lantas, kenapa mobil sekarang memang lebih mudah penyok? Berikut penjelasan lengkapnya.
Pertama, pabrikan mobil modern membekali kendaraan dengan teknologi crumple zone. Teknologi ini berada di bagian depan dan belakang mobil dan berfungsi sebagai penyerap energi benturan.
Saat kecelakaan terjadi, bagian ini langsung berubah bentuk untuk meredam energi tabrakan. Dengan cara tersebut, benturan tidak langsung menghantam kabin penumpang.
Alih-alih memperkuat seluruh bodi, pabrikan memilih membuat area tertentu lebih lemah. Strategi ini terbukti efektif karena mampu mengurangi tekanan yang diterima tubuh penumpang. Jika bagian depan mobil ringsek tetapi kabin tetap utuh, crumple zone bekerja dengan optimal.
Bodi Mobil Lebih Ringan, Tapi Lebih Cerdas
Selanjutnya, mobil modern menggunakan material bodi yang lebih ringan dan fleksibel.
Padahal, pabrikan memilih material seperti baja berkekuatan tinggi, aluminium, dan plastik polimer karena mampu menyerap benturan ringan secara efisien. Bumper, kap mesin, dan panel pintu dirancang agar mudah berubah bentuk tanpa merusak struktur utama.
Selain itu, bobot kendaraan yang lebih ringan membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat. Mesin bekerja lebih efisien, sementara sistem pengereman merespons lebih cepat karena menahan beban yang lebih kecil.
Desain Mobil Mengikuti Standar Keselamatan Global
Lebih jauh lagi, mobil masa kini harus memenuhi standar keselamatan internasional seperti Euro NCAP dan ASEAN NCAP.
Standar ini menilai kendaraan berdasarkan kemampuannya melindungi penumpang dan pejalan kaki. Mobil justru mendapat nilai lebih tinggi ketika bodi luarnya mampu menyerap energi tabrakan dengan cara penyok atau berubah bentuk.
Karena itu, pabrikan merancang bagian luar mobil agar “mengalah” saat benturan terjadi. Sementara itu, rangka dan kabin tetap mempertahankan kekuatan maksimal.
Mobil Mudah Penyok Bukan Tanda Kualitas Menurun
Pada akhirnya, mobil yang mudah penyok tidak menandakan kualitas produksi yang buruk. Sebaliknya, desain tersebut menunjukkan pendekatan keselamatan yang lebih maju.
Mobil modern memprioritaskan perlindungan manusia, bukan sekadar kekuatan bodi. Teknologi crumple zone, material fleksibel, dan standar keselamatan global membuat kendaraan masa kini jauh lebih aman dibanding mobil lawas.
Jadi, meski bodinya terlihat ringkih, mobil modern justru bekerja lebih cerdas dalam menjaga keselamatan penggunanya.(*)









