Mobil Baru Gampang Penyok? Ternyata Ini Alasannya

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak kondisi body mobil yang penyok

Tampak kondisi body mobil yang penyok

OTOMOTIF,JS- Banyak pengendara mengeluhkan bodi mobil keluaran terbaru yang terlihat mudah penyok meski hanya terkena benturan ringan. Kondisi ini memunculkan anggapan bahwa kualitas mobil modern menurun dibanding kendaraan lawas yang terkenal kokoh dan berat.

Namun, persepsi tersebut tidak sepenuhnya tepat. Industri otomotif justru mengubah desain bodi mobil dengan tujuan utama melindungi pengemudi dan penumpang.

Lantas, kenapa mobil sekarang memang lebih mudah penyok? Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga :  Masuk Kabin New Xpander, Ini Alasan MPV Ini Bikin Keluarga Betah

Pertama, pabrikan mobil modern membekali kendaraan dengan teknologi crumple zone. Teknologi ini berada di bagian depan dan belakang mobil dan berfungsi sebagai penyerap energi benturan.

Saat kecelakaan terjadi, bagian ini langsung berubah bentuk untuk meredam energi tabrakan. Dengan cara tersebut, benturan tidak langsung menghantam kabin penumpang.

Alih-alih memperkuat seluruh bodi, pabrikan memilih membuat area tertentu lebih lemah. Strategi ini terbukti efektif karena mampu mengurangi tekanan yang diterima tubuh penumpang. Jika bagian depan mobil ringsek tetapi kabin tetap utuh, crumple zone bekerja dengan optimal.

Bodi Mobil Lebih Ringan, Tapi Lebih Cerdas

Selanjutnya, mobil modern menggunakan material bodi yang lebih ringan dan fleksibel.

Padahal, pabrikan memilih material seperti baja berkekuatan tinggi, aluminium, dan plastik polimer karena mampu menyerap benturan ringan secara efisien. Bumper, kap mesin, dan panel pintu dirancang agar mudah berubah bentuk tanpa merusak struktur utama.

Baca Juga :  Rem Tangan Mobil Keras? Ternyata Ini Penyebabnya

Selain itu, bobot kendaraan yang lebih ringan membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat. Mesin bekerja lebih efisien, sementara sistem pengereman merespons lebih cepat karena menahan beban yang lebih kecil.

Desain Mobil Mengikuti Standar Keselamatan Global

Lebih jauh lagi, mobil masa kini harus memenuhi standar keselamatan internasional seperti Euro NCAP dan ASEAN NCAP.

Standar ini menilai kendaraan berdasarkan kemampuannya melindungi penumpang dan pejalan kaki. Mobil justru mendapat nilai lebih tinggi ketika bodi luarnya mampu menyerap energi tabrakan dengan cara penyok atau berubah bentuk.

Karena itu, pabrikan merancang bagian luar mobil agar “mengalah” saat benturan terjadi. Sementara itu, rangka dan kabin tetap mempertahankan kekuatan maksimal.

Mobil Mudah Penyok Bukan Tanda Kualitas Menurun

Pada akhirnya, mobil yang mudah penyok tidak menandakan kualitas produksi yang buruk. Sebaliknya, desain tersebut menunjukkan pendekatan keselamatan yang lebih maju.

Mobil modern memprioritaskan perlindungan manusia, bukan sekadar kekuatan bodi. Teknologi crumple zone, material fleksibel, dan standar keselamatan global membuat kendaraan masa kini jauh lebih aman dibanding mobil lawas.

Jadi, meski bodinya terlihat ringkih, mobil modern justru bekerja lebih cerdas dalam menjaga keselamatan penggunanya.(*)

Berita Terkait

Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya
Lifan KPT 200: Motor Sport Touring 198 cc dengan Desain Gagah, Tenaga 17 HP dan Transmisi 6-Speed
Suzuki Raider R150 Shadow Edition Punya Wajah Baru, Mesin 147 cc dan Tenaga 18,4 HP
5 Kebiasaan Parkir yang Bisa Bikin Ban dan Suspensi Mobil Cepat Rusak, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele
Cyclone RT450 Resmi Meluncur, Skuter Touring 398cc Bawa Radar Blind Spot dan Tangki 18 Liter
Motor Listrik Subsidi Murah 2026, Ini 5 Pilihan Hemat untuk Harian dengan Baterai Praktis
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 23:01 WIB

Mirip Harley-Davidson, Rieju Coaster 125 dengan Mesin V-Twin 125 Cc Punya Fitur Tak Bias

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Senin, 28 September 2026 - 21:01 WIB

Balik Nama Mobil dan Motor Bekas Kini Tanpa BBNKB, Cek Biaya Terbaru, Syarat dan Cara Mengurusnya

Senin, 28 September 2026 - 18:01 WIB

Lifan KPT 200: Motor Sport Touring 198 cc dengan Desain Gagah, Tenaga 17 HP dan Transmisi 6-Speed

Minggu, 27 September 2026 - 22:01 WIB

Suzuki Raider R150 Shadow Edition Punya Wajah Baru, Mesin 147 cc dan Tenaga 18,4 HP

Berita Terbaru