ISNIS,JS- Raksasa perangkat lunak Oracle Corporation tengah menyiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran terhadap puluhan ribu karyawannya. Langkah ini muncul sebagai respons atas tekanan finansial yang terus meningkat, seiring investasi besar perusahaan dalam membangun pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).
Laporan Fox Business menyebut Oracle kemungkinan memangkas antara 20 ribu hingga 30 ribu posisi, setara 12–18 persen dari total 162 ribu karyawan global. Bloomberg menambahkan, proses perampingan diperkirakan dimulai secepatnya pada Maret 2026.
Krisis Likuiditas Jadi Pemicu Utama
Perusahaan menghadapi krisis kas akibat investasi besar dalam infrastruktur pusat data. Pengeluaran ini, menurut analis Wall Street, berpotensi menjaga arus kas Oracle tetap negatif selama beberapa tahun ke depan.
Beban finansial Oracle kian berat dengan total utang yang melonjak menjadi 108,1 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun fiskal ini. Perusahaan juga memiliki kewajiban sewa pusat data di masa depan sebesar 248 miliar dolar AS, yang menambah tekanan finansial secara signifikan.
Upaya Melemahkan Kekhawatiran Investor
Co-CEO Clay Magouyrk berupaya menenangkan investor dengan menegaskan komitmen Oracle menjaga peringkat utang di level investment grade. Saat ini, Moody’s menempatkan Oracle pada rating Baa2, masih di atas kategori junk, meski lebih rendah dibandingkan Google dan Meta.
Magouyrk juga menekankan bahwa kebutuhan dana untuk menyelesaikan proyek pusat data jauh lebih kecil daripada estimasi analis yang menyebut lebih dari 100 miliar dolar AS.
Ambisi Besar Oracle dalam Transformasi AI
Pendiri sekaligus Executive Chairman Larry Ellison menjelaskan transformasi berlangsung dalam tiga tahap.
Tahap pertama, Oracle mengintegrasikan database mereka ke layanan cloud kompetitor. kedua, data diproses agar kompatibel dengan model AI. Tahap terakhir, perusahaan membangun “AI Lakehouse” untuk mengubah seluruh data menjadi informasi bernilai tinggi.
Ellison menekankan bahwa potensi ekonomi terbesar muncul dari pengolahan data privat. Oracle mengelola mayoritas data privat bernilai tinggi di dunia, dan menurut Ellison, model AI yang menganalisis data privat akan menjadi bisnis jauh lebih bernilai daripada penggunaan data publik.
“Model AI yang melakukan penalaran terhadap data privat akan menciptakan bisnis yang jauh lebih besar. Database Oracle menyimpan sebagian besar data privat bernilai tinggi di dunia,” ujar Ellison.
Menyeimbangkan Ambisi Teknologi dan Stabilitas Finansial
Oracle kini menghadapi tantangan besar: menyeimbangkan ambisi untuk mendominasi pasar AI dengan tekanan finansial yang nyata. PHK massal dan restrukturisasi dipandang sebagai langkah awal untuk menjaga stabilitas perusahaan sambil melanjutkan transformasi besar menuju pengelolaan data privat bernilai tinggi.(*)









