Pajak Mobil Tinggi, Gaikindo: Pasar Otomotif Terhambat

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahalnya pajak kendaraan di Indonesia di sorot

Mahalnya pajak kendaraan di Indonesia di sorot

BISNIS,JS— Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) kembali menyoroti tingginya beban pajak mobil di Indonesia. Mereka menilai pajak yang besar menjadi salah satu penghambat utama pertumbuhan industri otomotif nasional.

Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, mengatakan harga mobil di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara. Akibatnya, daya saing kendaraan domestik menurun, meski potensi pasar sangat besar.

“Rasio kepemilikan mobil masih rendah, hanya 99 mobil per 1.000 penduduk, padahal jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa. Salah satunya karena pajak kendaraan termasuk yang tertinggi di kawasan ini,” ujar Kukuh, Rabu (4/2).

Baca Juga :  Warga Desa Kubang Agung Keluhkan Kerusakan Jalan

Pajak Tinggi Dorong Harga Mobil Naik

Kukuh menambahkan, pajak yang besar membuat harga mobil melonjak jauh dari harga produksi. Misalnya, mobil yang keluar dari pabrik seharga Rp100 juta bisa dijual ke konsumen hingga Rp150 juta. Selisih Rp50 juta itu sebagian besar merupakan pajak.

Ia menjelaskan, meski pajak dasar tidak terlalu besar jika disederhanakan, rantai produksi dan distribusi yang panjang menambah biaya, sehingga harga akhir mobil tetap tinggi.

Dampak pada Penjualan dan Pasar Mobil Nasional

Kondisi ini turut menahan pertumbuhan penjualan mobil nasional selama lebih dari satu dekade terakhir.

Baca Juga :  Terobosan BCA 2026: Dividen Kuartalan untuk Pemegang Saham

Namun, Kukuh tetap optimistis. Ia menegaskan, jika pemerintah menurunkan beban pajak, daya beli masyarakat akan meningkat, dan pasar domestik bisa berkembang pesat. “Kalau lebih banyak orang mampu membeli mobil karena pajak lebih rendah, pasar kita bisa mencapai 2–3 juta unit per tahun. Ini luar biasa,” ujarnya.

Perbandingan Pajak dengan Negara Lain

Toyota Avanza di Indonesia terkena pajak tahunan hampir Rp5 juta, sedangkan di Malaysia hanya Rp600 ribu, dan di Thailand Rp150 ribu. Perbedaan ini jelas menunjukkan ketidakseimbangan regulasi pajak yang memengaruhi daya saing industri otomotif dalam negeri.(*)

Berita Terkait

Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula
Terungkap! Selisih Pajak Mobil Hybrid vs Bensin 2026 Bisa Hemat Jutaan per Tahun
Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026
Pajak Mobil Hybrid 2026: Lebih Murah atau Justru Bikin Kaget?
Rahasia Pinjaman Bank Bunga Rendah 2026, Banyak Orang Belum Tahu!
Investasi Emas 2026: Cara Cerdas Hitung Pajak Agar Untung Maksimal & Anti Boncos
Ban Mobil Masih Tebal Tapi Bisa Bikin Celaka! Ini Tanda Tire Aging yang Sering Diabaikan
KPR 2026: 7 Cara Beli Rumah Tanpa Bebani Keuangan, Nomor 6 Sering Jadi Kesalahan Fatal!
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:30 WIB

Bingung Mulai Investasi? Ini 5 Tips Jitu Pilih Investasi Terbaik 2026 untuk Pemula

Selasa, 31 Maret 2026 - 21:00 WIB

Terungkap! Selisih Pajak Mobil Hybrid vs Bensin 2026 Bisa Hemat Jutaan per Tahun

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:00 WIB

Banyak yang Baru Sadar! Ini Cara Pilih Asuransi Kesehatan Terbaik 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:00 WIB

Pajak Mobil Hybrid 2026: Lebih Murah atau Justru Bikin Kaget?

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:00 WIB

Rahasia Pinjaman Bank Bunga Rendah 2026, Banyak Orang Belum Tahu!

Berita Terbaru