TEGAL, JS – Masyarakat setempat terus memulihkan kawasan wisata Guci setelah banjir bandang yang melanda Sabtu (24/1/2026). Saat ini, mereka fokus mencari sumber mata air panas di Pancuran 5 yang belum ditemukan.
Pancuran 5 Masih Tertutup Material Pasir
Tokoh adat setempat, Dakot, menjelaskan saat ditemui di Pancuran 5, Kamis (29/1/2026), bahwa banjir membawa material pasir yang menutupi sumber mata air panas. “Kami masih melacak sumber air panas Pancuran 5. Informasi awal menunjukkan kedalamannya sekitar 5 meter,” ujar Dakot.
Sementara itu, masyarakat telah menemukan sumber air panas di Pancuran 13. Namun, banjir menghancurkan kolam pemandian di lokasi tersebut, dan aliran Sungai Gung mencampur air panas sehingga masyarakat belum bisa memanfaatkannya sepenuhnya.
Kondisi Pancuran 13 Belum Sepenuhnya Aman
Dakot menekankan bahwa kolam dan bebatuan di Pancuran 13 belum tertata rapi. Arus Sungai Gung yang deras dan hujan yang sering turun membuat masyarakat belum bisa menggunakan kolam dengan aman.
Pihak keamanan memasang garis polisi di Pancuran 5 dan Pancuran 13 untuk menjaga keselamatan pengunjung. Dakot menambahkan, “Keselamatan menjadi prioritas utama. Banyak orang rindu air panas Guci, baik untuk pengobatan maupun bersantai.”
Pemkab Tegal Siapkan Anggaran Rp4 Miliar
Pemerintah Kabupaten Tegal menyiapkan anggaran Rp4 miliar untuk memperbaiki kawasan wisata Guci. Dana ini akan membiayai perbaikan infrastruktur dasar, termasuk jembatan Curug Jedor, jembatan Pancuran 5, dan Pancuran 13.
Langkah ini bertujuan agar masyarakat dan wisatawan bisa kembali menikmati Guci dengan aman, sekaligus menjaga mata pencaharian warga yang bergantung pada sektor pariwisata.(*)









