BISNIS,JS – Bisnis parfum refill atau isi ulang masih memiliki potensi besar. Selain itu, masyarakat terus membeli parfum isi ulang karena harganya lebih terjangkau, sementara parfum tetap menjadi kebutuhan sehari-hari.
Usaha ini tergolong praktis. Bahkan, banyak paket usaha lengkap tersedia, sehingga pelaku usaha hanya perlu menyiapkan tempat berjualan.
Ahli bisnis menyarankan agar pelaku memilih lokasi usaha yang strategis dan mudah dijangkau. Selain itu, mereka menyarankan untuk mempromosikan produk lewat media online dan digital marketing agar menjangkau pelanggan dari berbagai daerah. Sebagai tambahan, pelaku usaha dapat menggunakan aplikasi bisnis seperti Mekari Jurnal untuk mempermudah pengelolaan usaha UMKM.
Keuntungan Bisnis Parfum Refill
Beberapa keuntungan menjalankan bisnis parfum refill antara lain:
-
Laba tinggi: Pelaku usaha bisa meraih keuntungan hingga 50%–100%.
-
Variasi modal awal: Mereka bisa memilih bibit parfum mulai dari murah hingga premium.
-
Proses belajar cepat: Mereka dapat mempelajari cara meracik parfum dalam 2 minggu–1 bulan.
-
Bibit tahan lama: Jika pelaku menyimpan bibit di tempat sejuk, kualitasnya tetap bagus hingga 2 tahun.
Tantangan yang Perlu Diperhatikan
Namun, bisnis ini juga menghadapi beberapa risiko, antara lain:
-
Perubahan kualitas bibit parfum jika terkena panas.
-
Kesulitan mendapatkan etanol, karena toko kimia biasanya hanya ada di kota besar atau harus dipesan online.
-
Persiapan modal dan tempat usaha, termasuk menata desain toko menarik dan membuat katalog parfum.
Oleh karena itu, pelaku sebaiknya memilih tempat minimal 4×4 meter. Selain itu, mereka perlu menata toko dengan warna cerah dan pencahayaan terang untuk menarik pengunjung. Menyediakan katalog dan contoh parfum juga membantu konsumen memilih produk.
Prospek Bisnis Masih Cerah
Dengan demikian, peluang usaha parfum refill masih sangat terbuka. Pelaku usaha terus membuka gerai parfum isi ulang, baik di kota besar maupun di pedesaan. Dengan strategi yang tepat, bisnis ini.(AN)









