Saham GOTO Sideways, Investor Tahan Aksi

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Harga saham GOTO masih stabil. (Sumber/Google)

Harga saham GOTO masih stabil. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO) menutup perdagangan Kamis, 6 Februari 2026, tanpa perubahan di level Rp 60 per saham. Hingga penutupan pukul 16.14 WIB, harga saham bergerak stagnan dan mencerminkan minimnya aksi spekulatif di pasar.

Sejak pembukaan, GOTO langsung berada di level Rp 60. Sepanjang sesi, harga hanya bergerak dalam rentang sempit, dengan level terendah Rp 58 dan tertinggi tetap di Rp 60. Pelaku pasar terlihat menahan transaksi sambil menunggu arah berikutnya.

Volatilitas Tahunan Masih Tinggi

Meski hari ini bergerak datar, pergerakan saham GOTO dalam setahun terakhir masih tergolong volatil. Dalam periode 52 minggu, harga saham berada di kisaran Rp 53 hingga Rp 87 per saham.

Baca Juga :  Saham Big Banks Melemah, BBRI Paling Terdampak

Rentang tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh sentimen terhadap saham teknologi, terutama terkait ekspektasi pertumbuhan, efisiensi operasional, dan arah profitabilitas perusahaan.

Valuasi dan Fundamental Jadi Perhatian

Dari sisi valuasi, kapitalisasi pasar GOTO tercatat sekitar Rp 68,43 triliun. Angka ini menegaskan posisi GoTo sebagai salah satu emiten teknologi terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga :  Mengenal Free Float: Ukuran Risiko dan Peluang Saham

Namun hingga kini, perusahaan belum mencantumkan rasio price to earnings (P/E) maupun kebijakan dividen. Kondisi tersebut membuat investor lebih selektif dan cenderung menunggu kejelasan kinerja keuangan sebelum menambah eksposur.

Fase Konsolidasi Dominasi Pasar

Pergerakan saham GOTO saat ini mencerminkan fase konsolidasi. Pada fase ini, pasar menunggu katalis baru, baik dari sisi korporasi maupun sentimen eksternal. Tanpa pemicu yang kuat, saham cenderung bergerak sideways di area support dan resistance terdekat.

Level Rp 60 sendiri menjadi area psikologis yang terus diuji pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Fokus Investor pada Prospek Bisnis

Di sisi lain, GoTo tetap berada dalam radar investor. Perusahaan mengandalkan ekosistem digital terintegrasi yang mencakup e-commerce, layanan on-demand, fintech, dan logistik. Strategi efisiensi dan peningkatan kinerja unit bisnis menjadi faktor utama yang terus dipantau pasar.

Baca Juga :  Bitcoin Tetap Menarik, Ini Cara Investasi Kripto yang Baik

Investor institusional maupun ritel kini fokus pada kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan sekaligus memperbaiki struktur biaya.

Menanti Arah Selanjutnya

Ke depan, pergerakan saham GOTO akan sangat bergantung pada katalis jangka pendek, terutama rilis kinerja keuangan dan arah strategi manajemen. Selama belum ada pemicu baru, saham berpotensi melanjutkan konsolidasi di kisaran saat ini.

Dengan harga Rp 60 per saham, GOTO masih menjadi saham yang aktif dipantau pelaku pasar, sembari menunggu sinyal yang mampu menentukan arah pergerakan berikutnya.(*)

Berita Terkait

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli
Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu
BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital
Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis
BCA Cetak Laba Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Tembus Rp1.000 Triliun: Sinyal Menarik bagi Investor?
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 15 Agustus 2026 Turun, Cek Harga 24 Karat hingga 21 Karat
Asuransi Digital di Indonesia: Cara Kerja, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Tips Memilih Polis Online
Wall Street Menguat, Saham AI Meledak: S&P 500 Nyaris Rekor, Nasdaq Naik 0,54%
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Asuransi Lansia 2026: 4 Pilihan Proteksi Kesehatan untuk Orang Tua, Cek Usia Masuk dan Risikonya Sebelum Beli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Indonesia Bidik Posisi Pusat Likuiditas Aset Digital Asia Tenggara, 3 Kunci Ini Jadi Penentu

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:01 WIB

BCA Buka Tabungan Emas di myBCA, Investasi Emas Kini Bisa Dibeli dan Dijual Secara Digital

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:01 WIB

Jangan Tunggu Usaha Bangkrut! Ini Asuransi UMKM yang Bisa Lindungi Modal dan Aset Bisnis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:01 WIB

BCA Cetak Laba Rp35,25 Triliun hingga Juli 2026, Kredit Tembus Rp1.000 Triliun: Sinyal Menarik bagi Investor?

Berita Terbaru