Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan DTPK, Ini Nasib RSUD Kerinci

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Kerinci

RSUD Kerinci

KERINCI,JS– Pemerintah pusat kembali menegaskan komitmennya memperkuat layanan kesehatan di wilayah daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Pemerintah menetapkan RS Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kerinci sebagai rumah sakit prioritas nasional pada tahun 2026.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memasukkan RSUD Kerinci ke dalam daftar 20 RSUD prioritas tahap pengembangan 2026. Program ini menjadi bagian dari peningkatan kelas 66 RSUD di berbagai daerah Indonesia.

Baca Juga :  Praka Marinir Genta Asal Kerinci yang Gugur pada Longsor Cisarua Dimakamkan Secara Militer

Masuk Agenda Quick Win Nasional

Program peningkatan RSUD ini masuk dalam agenda quick win nasional yang Presiden Prabowo Subianto instruksikan langsung kepada Kementerian Kesehatan. Pemerintah menargetkan pemerataan layanan kesehatan agar masyarakat daerah tidak tertinggal dari wilayah perkotaan.

Dengan program ini, pemerintah mendorong rumah sakit daerah menangani layanan medis lanjutan secara mandiri. Masyarakat pun tidak lagi bergantung penuh pada rumah sakit rujukan di kota besar.

Menkes Dorong Akses Kesehatan yang Setara

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan komitmen pemerintah memperluas akses layanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Tender Proyek BWSS VI Rp 11,4 Miliar di Kerinci, Siapa Juaranya?

“Pemerintah meningkatkan rumah sakit daerah agar mampu memberikan layanan setara dengan rumah sakit di kota besar. Masyarakat di daerah terpencil berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Budi.

Pemerintah menilai RSUD Kerinci memiliki peran strategis, terutama di Pulau Sumatra. Hingga kini, banyak kabupaten dan kota belum memiliki rumah sakit tipe C. Kondisi tersebut membatasi akses masyarakat terhadap layanan spesialistik.

Melalui peningkatan kelas RSUD Kerinci, pemerintah memperkuat jaringan layanan kesehatan di wilayah pegunungan dan daerah sekitarnya.

Kemenkes Gunakan Pendekatan Kebutuhan Riil

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, menjelaskan bahwa pemerintah memilih RSUD Kerinci berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Pemerintah juga mempertimbangkan kondisi geografis yang selama ini memengaruhi kecepatan layanan rujukan medis.

“Kami memprioritaskan daerah yang belum memiliki rumah sakit tipe C. Ketimpangan fasilitas kesehatan masih terjadi, dan kami menjawab persoalan itu melalui program ini,” kata Azhar.

Baca Juga :  Daerah Lain Mulai Cair, Gimana Gaji PPPK Paruh Waktu Kerinci?

Dampak Ekonomi dan Sosial Ikut Menguat

Selain meningkatkan kualitas layanan medis, pemerintah memproyeksikan peningkatan RSUD Kerinci membawa dampak ekonomi dan sosial bagi daerah. Pemerintah menekan biaya rujukan ke luar daerah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan lokal.

Di saat yang sama, keberadaan rumah sakit rujukan yang lebih lengkap mendorong tenaga medis untuk menetap dan mengabdi di Kabupaten Kerinci.

Target Nasional Berlanjut hingga 2027

Kementerian Kesehatan mencatat, hingga 2025 sebanyak 11 RSUD berhasil naik kelas menjadi tipe C. Pada 2026, pemerintah menargetkan 20 RSUD rampung meningkat, termasuk RSUD Kerinci.

Selanjutnya, pemerintah melanjutkan peningkatan terhadap 24 RSUD lainnya secara bertahap hingga 2027.

Hadir Jamin Hak Kesehatan

Pemerintah juga membuka peluang bagi Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan langsung rumah sakit yang telah rampung meningkat. Pemerintah memaknai peresmian tersebut sebagai simbol kehadiran negara dalam menjamin hak kesehatan masyarakat.

Melalui peningkatan kapasitas, sarana prasarana, dan mutu layanan RSUD Kerinci, pemerintah memperkuat sistem rujukan kesehatan daerah. Pemerintah pun menargetkan penghapusan kesenjangan layanan antara pusat dan pelosok secara bertahap.(*)

Berita Terkait

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026: Cek Harganya Disini
Cegah Rabies Menyebar, Pemkot Sungai Penuh Gerak Cepat Vaksinasi Anjing dan Kucing
Rotasi Besar Kejati Jambi! Mia Banulita Jadi Wakajati, Ini Pejabat yang Dilantik Sugeng Hariadi
Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad Ajak Sivitas Akademika Jadikan Kemerdekaan sebagai Energi untuk Membangun Kampus
Rekening ASN Sungai Penuh Terindikasi Judol Bisa Saja Diblokir, BKPSDM: Siap-Siap Sanksi Tegas
Pemkab Merangin Banding Putusan PTUN Jambi, Nasib Kepala Desa Sungai Kapas Masih Berlanjut
Semarak HUT RI ke-81, Wali Kota Alfin Lepas Ribuan Peserta Pawai di Sungai Penuh
274 Warga Binaan Lapas Muara Bungo Terima Remisi HUT RI ke-81, 8 Orang Langsung Bebas
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026: Cek Harganya Disini

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:01 WIB

Cegah Rabies Menyebar, Pemkot Sungai Penuh Gerak Cepat Vaksinasi Anjing dan Kucing

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:01 WIB

Rotasi Besar Kejati Jambi! Mia Banulita Jadi Wakajati, Ini Pejabat yang Dilantik Sugeng Hariadi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Rektor IAIN Kerinci Jafar Ahmad Ajak Sivitas Akademika Jadikan Kemerdekaan sebagai Energi untuk Membangun Kampus

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Rekening ASN Sungai Penuh Terindikasi Judol Bisa Saja Diblokir, BKPSDM: Siap-Siap Sanksi Tegas

Berita Terbaru