Tak Ingin Bebani Jamaah, Pemprov Jambi Tambah Dana Haji Rp40 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jambi, H Alharis saat melepas  CJH di Asrama Haji Kota Jambi

Gubernur Jambi, H Alharis saat melepas CJH di Asrama Haji Kota Jambi

JAMBIS,JS- Pemerintah Provinsi Jambi menunjukkan komitmen besar dalam mendukung kelancaran ibadah haji tahun 2026. Pemprov Jambi mengalokasikan anggaran mencapai Rp40 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memenuhi kebutuhan akomodasi jamaah calon haji (CJH) asal Jambi.

Anggaran jumbo tersebut menjadi perhatian publik karena nilainya meningkat cukup signifikan dibandingkan rencana awal. Gubernur Jambi Al Haris menjelaskan, pemerintah sebelumnya hanya menyiapkan Rp29 miliar. Namun, lonjakan harga bahan bakar pesawat atau avtur memaksa pemerintah menambah anggaran melalui dana belanja tidak terduga.

Langkah ini diambil agar seluruh proses keberangkatan hingga pemulangan jamaah berjalan lancar tanpa membebani masyarakat dengan biaya tambahan.

Kenaikan Harga Avtur Jadi Penyebab Utama

Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa kenaikan harga avtur memberikan dampak besar terhadap biaya operasional penerbangan jamaah haji.

Menurutnya, biaya carter pesawat dari Jambi menuju Batam mengalami peningkatan cukup tajam. Situasi tersebut membuat anggaran awal sebesar Rp29 miliar tidak lagi mencukupi kebutuhan.

“Awalnya sudah dianggarkan Rp29 miliar, tapi tidak cukup karena avtur naik. Jadi kita tambah lagi melalui dana belanja tidak terduga menjadi Rp40 miliar,” ujar Al Haris saat pelepasan perdana CJH di Asrama Haji Kota Jambi, Selasa malam.

Kenaikan avtur memang menjadi persoalan serius dalam sektor penerbangan nasional. Banyak maskapai melakukan penyesuaian tarif karena biaya operasional meningkat drastis. Kondisi ini ikut memengaruhi biaya keberangkatan haji di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi.

Anggaran Digunakan untuk Penerbangan dan Fasilitas Penunjang

Dana Rp40 miliar tersebut tidak hanya difokuskan untuk biaya penerbangan. Pemprov Jambi juga mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan penting lainnya yang menunjang kenyamanan jamaah.

Beberapa kebutuhan tersebut meliputi:

  • Sewa pesawat carter menuju embarkasi Batam
  • Penyewaan alat pemindai X-ray
  • Transportasi darat berupa bus jamaah
  • Konsumsi selama perjalanan
  • Dukungan operasional petugas haji
  • Fasilitas pelayanan di Asrama Haji

Pemprov Jambi ingin memastikan seluruh jamaah memperoleh pelayanan maksimal sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Selain itu, pemerintah daerah juga berupaya menjaga standar pelayanan agar jamaah lanjut usia tetap merasa nyaman selama perjalanan ibadah.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi Sadikin Turun Langsung ke Jambi, Kasus Dokter Muda Meninggal di RSUD Tungkal Jadi Sorotan Nasional

Pemprov Jambi Tidak Ingin Membebani Jamaah

Al Haris menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin menambah beban biaya kepada masyarakat, khususnya calon jamaah haji yang sudah menunggu bertahun-thun untuk berangkat ke Tanah Suci.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk membantu masyarakat agar ibadah haji berjalan lancar tanpa tekanan finansial tambahan.

“Kita tidak mungkin membebani jamaah melalui sumbangan untuk keperluan penerbangan, jadi kita ambil langkah penambahan anggaran karena sewa pesawat naik,” tegasnya.

Pernyataan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga menilai kebijakan tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan umat, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Jamaah Haji Jambi Terus Meningkat Setiap Tahun

Jumlah jamaah haji asal Jambi terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji membuat kebutuhan pelayanan juga semakin besar.

Selain calon jamaah reguler, jumlah jamaah umrah juga terus bertambah. Hal ini menjadi salah satu alasan penting mengapa pemerintah perlu memperkuat infrastruktur penerbangan dan pelayanan keberangkatan.

Dengan jumlah jamaah yang besar, pengelolaan transportasi dan logistik harus dilakukan secara matang agar tidak menimbulkan kendala saat musim haji berlangsung.

Pemprov Jambi menilai peningkatan fasilitas menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Bandara Sultan Thaha Didorong Menjadi Bandara Internasional

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Al Haris juga mengungkap rencana jangka panjang yang sangat penting bagi masyarakat Jambi, yaitu mendorong Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional.

Langkah ini dinilai sangat strategis karena akan membuka peluang penerbangan langsung ke Arab Saudi tanpa harus transit di provinsi lain seperti Batam atau Jakarta.

Saat ini, jamaah haji dan umrah asal Jambi masih harus transit terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Proses ini sering memakan waktu lebih lama dan menambah beban perjalanan, terutama bagi jamaah lansia.

Jika Bandara Sultan Thaha resmi berstatus internasional, maka efisiensi waktu dan biaya dapat meningkat secara signifikan.

Penerbangan Langsung ke Arab Saudi Jadi Target Besar

Al Haris menilai potensi Jambi sangat layak untuk memiliki penerbangan internasional langsung, terutama menuju Arab Saudi.

Selain jumlah jamaah haji dan umrah yang tinggi, banyak mahasiswa asal Jambi juga melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hal ini memperkuat alasan perlunya bandara internasional.

“Jamaah haji dan umrah kita jumlahnya cukup banyak, ditambah lagi mahasiswa yang belajar di luar negeri. Jadi kita perlu mendorong peningkatan Bandara Jambi menjadi internasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Strategi Al Haris Bangun Jambi: Otonomi Daerah dan SDM Unggul Jadi Kunci

Jika rencana ini terwujud, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan jamaah haji, tetapi juga sektor ekonomi, investasi, dan pariwisata daerah.

Akses internasional yang lebih mudah akan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.

Efek Positif untuk Ekonomi Daerah

Peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional tidak hanya berkaitan dengan ibadah haji. Dampaknya juga sangat besar terhadap ekonomi daerah.

Investor akan lebih mudah masuk ke Jambi karena akses penerbangan lebih cepat dan efisien. Selain itu, sektor perdagangan dan pariwisata juga dapat berkembang lebih pesat.

Pelaku usaha lokal berpeluang memperluas pasar hingga ke luar negeri. Produk unggulan daerah seperti hasil perkebunan, pertanian, dan UMKM juga memiliki peluang ekspor yang lebih besar.

Karena itu, rencana ini menjadi proyek strategis yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.

Harapan Besar untuk Musim Haji 2026

Dengan dukungan anggaran Rp40 miliar, masyarakat berharap penyelenggaraan haji tahun 2026 berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman.

Pemprov Jambi ingin memastikan bahwa seluruh jamaah berangkat dengan tenang tanpa kekhawatiran soal fasilitas dan transportasi.

Keputusan menambah anggaran menunjukkan bahwa pemerintah daerah serius dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Di sisi lain, dorongan menjadikan Bandara Sultan Thaha sebagai bandara internasional membuka harapan baru bagi masa depan pelayanan haji dan umrah di Provinsi Jambi.

Jika seluruh rencana ini berjalan sesuai target, maka Jambi akan menjadi salah satu daerah dengan pelayanan haji terbaik di Indonesia.

Langkah besar ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga tentang komitmen pemerintah dalam melayani umat dan membangun masa depan daerah yang lebih maju.(TIM)

Berita Terkait

Rotasi di Pemkab Sarolangun, 9 Pejabat Eselon II Dilantik dan Dua Jabatan Kosong
ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual
Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terancam? 78 Daerah Ajukan Relaksasi
156 Guru Kurang, Kota Jambi Andalkan PPPK 2026 untuk Selamatkan Sekolah
ASN Sungai Penuh Tak Bisa Santai Lagi, Jam Kerja dan Kinerja Kini Diawasi Ketat
RSUD Tipe C Kerinci Akhirnya Disetujui, Usulan Bupati Monadi Dibalas Menkes: Tahun 2026 Mulai Dibangun!
Bupati Dillah Reshuffle Pejabat Tanjab Timur 2026, Camat dan Lurah Baru Siap Genjot Pelayanan Publik
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:00 WIB

ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:30 WIB

Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terancam? 78 Daerah Ajukan Relaksasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

156 Guru Kurang, Kota Jambi Andalkan PPPK 2026 untuk Selamatkan Sekolah

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

ASN Sungai Penuh Tak Bisa Santai Lagi, Jam Kerja dan Kinerja Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru