Aksi perampasan Emas Perhiasan Kembali Terjadi, Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh Diminta Waspada

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Fenomena kejahatan jalanan kembali mengusik rasa aman masyarakat di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh. Dalam beberapa waktu terakhir, aksi pencurian dan perampasan emas menunjukkan peningkatan signifikan. Pelaku tidak hanya menyasar korban secara acak, tetapi juga menggunakan modus yang semakin berani dan terorganisir.

Lebih mengkhawatirkan lagi, pelaku secara konsisten menjadikan wanita paruh baya sebagai target utama. Mereka memanfaatkan kelengahan korban yang memakai perhiasan emas di tempat umum.

Modus Baru: Disekap, Dirampas, Lalu Dibuang

Pelaku tidak lagi sekadar mencopet atau merampas secara cepat. Mereka kini menjalankan aksi dengan pola yang lebih sistematis. Pertama, pelaku mendekati korban, lalu menanyakan alamat dan korban dimasukkan ke dalam kendaraan. Setelah itu, mereka menyekap korban di dalam mobil.

Selanjutnya, pelaku mengambil seluruh perhiasan emas yang dikenakan korban. Setelah berhasil menguasai barang berharga, pelaku membuang korban di wilayah lain, terutama di daerah Merangin seperti Bangko.

Modus ini membuat korban kesulitan melacak pelaku karena lokasi kejadian dan lokasi pembuangan berbeda.

Kasus Terbaru: Warga Sungai Liuk Jadi Korban

Aksi terbaru kembali terjadi dan menimpa warga Sungai Liuk. Dalam kejadian tersebut, pelaku berhasil membawa kabur emas perhiasan milik korban. Setelah melakukan aksinya, pelaku meninggalkan korban di kawasan Pasar Bangko.

Kejadian ini memperkuat pola kejahatan yang sama seperti kasus-kasus sebelumnya. Pelaku bergerak cepat, terorganisir, dan sulit dilacak.

Baca Juga :  Teror Beruang Kembali Menghantui Petani Gunung Raya Kerinci

 

Warga Resah, CCTV Sering Rekam Aksi Pelaku

Seorang warga Kerinci, Hertina, mengungkapkan bahwa aksi serupa sudah berulang kali terjadi. Bahkan, beberapa kejadian sempat terekam kamera pengawas atau CCTV.

Namun demikian, rekaman tersebut belum mampu sepenuhnya mengungkap identitas pelaku. Hal ini menambah kekhawatiran masyarakat.

“Kasus seperti ini sering terjadi. Korban hampir selalu ditinggalkan di Merangin,” ujarnya.

Permintaan Tegas kepada Aparat Kepolisian

Melihat tren kejahatan yang terus meningkat, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh mendesak aparat kepolisian untuk mengambil langkah tegas. Warga berharap aparat tidak hanya melakukan patroli rutin, tetapi juga mengusut tuntas jaringan pelaku.

Selain itu, masyarakat juga meminta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan serta pemanfaatan teknologi untuk mempercepat pengungkapan kasus.

Tips Penting Agar Terhindar dari Perampasan Emas

Agar tidak menjadi korban berikutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Berikut beberapa langkah yang bisa langsung diterapkan:

1. Hindari Penggunaan Emas Berlebihan

Gunakan perhiasan secukupnya, terutama saat berada di tempat umum.

2. Perhatikan Lingkungan Sekitar

Selalu waspada terhadap orang asing yang mencurigakan, terutama yang mendekat secara tiba-tiba.

3. Hindari Perjalanan Sendirian

Jika memungkinkan, bepergian bersama keluarga atau teman.

4. Gunakan Transportasi Aman

Pilih kendaraan atau transportasi yang terpercaya.

5. Segera Laporkan Kejadian

Laporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib agar bisa segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Ruslan Bongkar Resiko PLTA terhadap Danau Kerinci

Dampak Sosial: Rasa Aman Masyarakat Menurun

Maraknya kasus ini tidak hanya merugikan korban secara materi. Lebih dari itu, kondisi ini menurunkan rasa aman masyarakat. Banyak warga mulai membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada waktu-waktu tertentu.

Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan serius, maka kepercayaan publik terhadap keamanan lingkungan bisa menurun drastis.

FAQ

Apa modus utama pelaku?

Pelaku menyekap korban di dalam mobil, merampas emas, lalu membuang korban di daerah lain.

Siapa yang menjadi target utama?

Wanita paruh baya yang mengenakan perhiasan emas di tempat umum.

Di mana korban biasanya ditemukan?

Sebagian besar korban ditemukan di wilayah Merangin, seperti Bangko.

Apakah pelaku sudah tertangkap?

Beberapa kasus terekam CCTV, namun banyak pelaku masih belum teridentifikasi.

Bagaimana cara menghindari kejahatan ini?

Kurangi penggunaan emas, tetap waspada, dan hindari bepergian sendirian.

Kesimpulan

Aksi pencurian dan perampasan emas di Kerinci dan Sungai Penuh menunjukkan pola yang semakin berbahaya. Pelaku menggunakan modus terencana yang menyasar kelompok rentan.

Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan mengubah kebiasaan yang berisiko. Di sisi lain, aparat penegak hukum perlu bertindak cepat dan tegas untuk menghentikan rangkaian kejahatan ini.

Jika semua pihak bergerak bersama, maka potensi kejahatan bisa ditekan dan rasa aman masyarakat dapat kembali pulih.(AN)

Berita Terkait

Rotasi di Pemkab Sarolangun, 9 Pejabat Eselon II Dilantik dan Dua Jabatan Kosong
ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual
Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terancam? 78 Daerah Ajukan Relaksasi
156 Guru Kurang, Kota Jambi Andalkan PPPK 2026 untuk Selamatkan Sekolah
ASN Sungai Penuh Tak Bisa Santai Lagi, Jam Kerja dan Kinerja Kini Diawasi Ketat
RSUD Tipe C Kerinci Akhirnya Disetujui, Usulan Bupati Monadi Dibalas Menkes: Tahun 2026 Mulai Dibangun!
Bupati Dillah Reshuffle Pejabat Tanjab Timur 2026, Camat dan Lurah Baru Siap Genjot Pelayanan Publik
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:00 WIB

ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:30 WIB

Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terancam? 78 Daerah Ajukan Relaksasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

156 Guru Kurang, Kota Jambi Andalkan PPPK 2026 untuk Selamatkan Sekolah

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:00 WIB

ASN Sungai Penuh Tak Bisa Santai Lagi, Jam Kerja dan Kinerja Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru