Penerimaan Pajak Melejit Rp116 Triliun di Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerimaan pajak RI Naik hingga Rp116 Triliun

Penerimaan pajak RI Naik hingga Rp116 Triliun

JAKARTA,JS– Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun. Angka ini naik 30,8% dibanding Januari 2025 yang sebesar Rp88,9 triliun. Kenaikan ini menandai pemulihan ekonomi nasional sejak awal tahun.

Pajak Meningkat Berkat Bruto dan Restitusi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penerimaan pajak meningkat karena penerimaan bruto naik 7% dan pengembalian pajak turun 23%. “Semua jenis pajak mencatat pertumbuhan neto positif. Ini menunjukkan ekonomi mulai pulih sejak awal tahun,” ujar Purbaya dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga :  DJP Tambah Hingga 4.000 Pemeriksa Pajak, Perkuat Pengawasan

Kepabeanan dan Cukai Justru Turun

Penerimaan kepabeanan dan cukai menurun 14%, dari Rp26,3 triliun menjadi Rp22,6 triliun. Penurunan terjadi karena meningkatnya impor dengan tarif bea masuk 0%. Purbaya menambahkan, pemerintah menyelesaikan sejumlah perjanjian perdagangan bebas (FTA) sehingga membebaskan bea masuk impor.

Baca Juga :  Pajak Mobil Tinggi, Gaikindo: Pasar Otomotif Terhambat

Harga CPO Turun, PNBP Tertekan

Harga minyak sawit mentah (CPO) turun 13,5%, dari US$1.059 per metrik ton menjadi US$916 per metrik ton. Akibatnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menurun menjadi Rp33,9 triliun, turun 19,7% dari Rp42,1 triliun tahun lalu. Pemerintah memindahkan pengelolaan dividen BUMN ke Danantara sesuai UU No.1/2025, sehingga dividen tidak masuk langsung ke kas negara.

Total Penerimaan Negara Capai Rp172,7 Triliun

Hingga 31 Januari 2026, pemerintah mencatat realisasi penerimaan negara Rp172,7 triliun, naik 9,8% dibanding tahun lalu. Pemerintah menargetkan total penerimaan negara tahun ini Rp3.153,6 triliun. Pajak tetap menjadi kontributor terbesar Rp2.357,7 triliun, diikuti kepabeanan dan cukai Rp336 triliun, serta PNBP Rp459,2 triliun.

Dengan begitu, meski beberapa sektor menurun, kinerja pajak yang kuat menunjukkan pemulihan ekonomi mulai terlihat sejak awal tahun.(*)

Berita Terkait

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026: Cara Hemat Biaya Transportasi Agar Keuangan Tetap Stabil
Belanja Pegawai Tembus 30% APBD? Ini Strategi Efisiensi Tanpa PHK PPPK Bisa Ditiru Pemda
BREAKING: Harga BBM 1 April 2026! Cek Daftar Baru Pertamax, Solar & Dampaknya ke Dompet Anda
APBD Defisit 2026: Gaji PPPK Terancam, Ini Dampak Kebijakan 30% Belanja Pegawai
WFH 1 Hari Mulai Berlaku! Benarkah Bisa Tekan BBM dan Subsidi Energi? Ini Faktanya
UU HKPD 2027 Berlaku! Ribuan PPPK Terancam PHK Jika APBD Tak Kuat
Pinjol Didenda Rp 755 Miliar, OJK Siap Turun Tangan? Ini Risiko bagi Debitur
Gelombang Efisiensi 2026 Hantam ASN, PPPK Paling Terpukul
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:00 WIB

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi 2026: Cara Hemat Biaya Transportasi Agar Keuangan Tetap Stabil

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:00 WIB

Belanja Pegawai Tembus 30% APBD? Ini Strategi Efisiensi Tanpa PHK PPPK Bisa Ditiru Pemda

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:00 WIB

BREAKING: Harga BBM 1 April 2026! Cek Daftar Baru Pertamax, Solar & Dampaknya ke Dompet Anda

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:30 WIB

APBD Defisit 2026: Gaji PPPK Terancam, Ini Dampak Kebijakan 30% Belanja Pegawai

Senin, 30 Maret 2026 - 16:30 WIB

WFH 1 Hari Mulai Berlaku! Benarkah Bisa Tekan BBM dan Subsidi Energi? Ini Faktanya

Berita Terbaru