KERINCI,JS- Berbagai event yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kerinci, Monadi–Murison, kini menjadi sorotan publik. Meskipun kegiatan tersebut dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi daerah, terutama sektor UMKM dan pariwisata, namun dampaknya dinilai belum menyentuh sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kerinci.
Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, kondisi ini memunculkan pertanyaan besar. Terlebih, visi dan misi kepala daerah yang mengusung jargon “pejuang petani” dianggap belum terealisasi secara maksimal di lapangan.
Event Ramai, Tapi Petani Belum Merasakan Dampak
Dalam beberapa bulan terakhir, Pemkab Kerinci aktif menggelar berbagai event, mulai dari festival budaya hingga kegiatan promosi pariwisata. Di satu sisi, kegiatan ini memang membawa dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.
Namun demikian, para petani justru merasa belum mendapatkan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. Mereka menilai fokus pembangunan daerah saat ini lebih condong ke sektor hiburan dan event, sementara sektor pertanian belum mendapatkan perhatian yang seimbang.
Selain itu, kondisi ekonomi yang masih belum stabil semakin memperparah situasi. Harga hasil pertanian yang fluktuatif serta biaya produksi yang terus meningkat membuat petani semakin tertekan.
Suara Petani: Jangan Lupakan Kami
Salah seorang petani di Kerinci, Saldi, menyampaikan aspirasi masyarakat dengan tegas namun tetap konstruktif. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak kegiatan event yang digelar pemerintah.
“Tidak ada masalah dengan event yang dilakukan. Itu bagus untuk ekonomi daerah. Tapi kami berharap Pak Bupati dan Wakil Bupati kembali ke tujuan awal, yaitu memperjuangkan petani. Jangan sampai kami justru tersisihkan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan keresahan yang dirasakan banyak petani di Kerinci saat ini. Mereka tidak menuntut penghentian program pemerintah, melainkan meminta adanya keseimbangan dalam kebijakan pembangunan.
Masalah Klasik: Modal dan Pemberdayaan Masih Minim
Lebih lanjut, Saldi mengungkapkan sejumlah permasalahan utama yang hingga kini masih dihadapi para petani di Kerinci. Pertama, keterbatasan modal menjadi hambatan serius dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Selain itu, program pemberdayaan yang dilakukan pemerintah daerah dinilai masih minim dan belum menyentuh kebutuhan riil petani. Pelatihan, akses teknologi pertanian modern, hingga pendampingan usaha masih sangat terbatas.
Padahal, jika dikelola dengan baik, sektor pertanian dapat menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Petani Sebagai Motor Ekonomi Daerah
Tidak dapat dipungkiri, sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian Kabupaten Kerinci. Sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil pertanian, mulai dari komoditas sayuran, padi, hingga perkebunan.
Oleh karena itu, perhatian terhadap petani seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah. Tanpa dukungan yang memadai, potensi besar ini justru bisa terhambat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Saldi kembali menegaskan pentingnya peran petani dalam perekonomian daerah.
“Petani ini motor penggerak ekonomi Kerinci. Kalau petani kuat, ekonomi daerah juga ikut kuat,” tegasnya.
Harapan: Keseimbangan Kebijakan dan Realisasi Janji Politik
Masyarakat kini berharap agar pemerintah daerah dapat mengevaluasi kembali arah kebijakan yang dijalankan. Event dan kegiatan promosi memang penting, namun sektor pertanian tidak boleh diabaikan.
Selain itu, realisasi visi “pejuang petani” diharapkan tidak hanya menjadi slogan politik semata. Program konkret seperti bantuan modal, subsidi pupuk, akses pasar, hingga modernisasi pertanian menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Langkah nyata dari pemerintah akan menjadi kunci dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi tulang punggung daerah.
Momentum Perubahan di Tahun 2026
Tahun 2026 seharusnya menjadi momentum bagi Pemkab Kerinci untuk memperkuat sektor strategis, terutama pertanian. Dengan kebijakan yang tepat, Kerinci memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah unggulan di sektor agrikultur.
Namun, tanpa perhatian serius, ketimpangan antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat justru akan semakin melebar.
Kesimpulan
Kondisi yang terjadi saat ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah. Pembangunan yang ideal harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk petani.
Event dan kegiatan ekonomi memang memberikan dampak positif jangka pendek. Namun, penguatan sektor pertanian akan memberikan dampak jangka panjang yang jauh lebih signifikan.
Kini, masyarakat menunggu langkah konkret dari Bupati dan Wakil Bupati Kerinci untuk membuktikan komitmen mereka sebagai “pejuang petani” yang sesungguhnya.(TIM)









