Polisi Periksa Enam Saksi Dugaan Perundungan MH

Siswa SMPN 19 Tangsel yang Meninggal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perundungan terhadap siswa

Ilustrasi perundungan terhadap siswa

TANGERANG,JS – Polisi memeriksa enam saksi terkait dugaan perundungan yang dialami MH (13), siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, yang meninggal pada Minggu (16/11/2025) di ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil Sahril, menyatakan bahwa penyidik meminta keterangan enam saksi, termasuk guru-guru sekolah korban, untuk mendapatkan gambaran lengkap soal kejadian tersebut. “Penyidik meminta klarifikasi dari beberapa saksi, termasuk guru-guru,” ujarnya. Sat Reskrim Polres Tangsel langsung menindaklanjuti kasus ini begitu dugaan perundungan muncul.

Penyidik juga menemui MH beberapa kali, didampingi keluarga, KPAI, Dinas Pendidikan, dan UPTD PPA Kota Tangsel, untuk mendalami kronologi dan kondisi korban. Selain itu, polisi membuat laporan resmi sebagai dasar penyelidikan yang kini tengah berjalan. Jajaran Polres Tangsel menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa penyelidikan berlangsung profesional.

Baca Juga :  PPPK Membelenggu Dosen, FKDPI Minta Peralihan ke PNS

MH menjalani perawatan intensif karena mengalami luka serius di kepala akibat dugaan perundungan pada Oktober lalu. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, membenarkan korban menderita tumor otak yang baru terdeteksi setelah pemeriksaan medis. “Kondisi korban memburuk karena peristiwa itu memicu komplikasi pada tumor yang sudah dideritanya,” jelas Benyamin.

Pemerintah Kota Tangsel telah membentuk Satgas Anti-Bullying di seluruh sekolah dan memperkuat Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) untuk mencegah kasus serupa. Benyamin menegaskan bahwa kekerasan bisa terjadi di mana saja, termasuk di luar jam sekolah, namun pihaknya menolak semua bentuk kekerasan.

Baca Juga :  KIA Siapkan Mobil Baru Kia Carens, Tampilkan Juga Mobil Listrik

Kronologi: Pada 20 Oktober 2025, MH menjadi korban perundungan ketika teman sekelas menghantam kepalanya dengan kursi besi. Ia sempat dirawat di rumah sakit swasta sebelum dirujuk ke RS Fatmawati pada 9 November. Kondisinya terus memburuk hingga masuk ICU pada 11 November, dan akhirnya meninggal pada 16 November.

Kabar meninggal MH pertama kali disampaikan LBH Korban, yang mendampingi keluarga. Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Deden Deni, membenarkan informasi tersebut. Polisi menegaskan mereka terus mendalami kasus ini dan memeriksa enam saksi untuk memastikan seluruh fakta terungkap.(AN)

Berita Terkait

Guru Madrasah Gagal Jadi ASN? DPR Desak Kemenag Siapkan Insentif
SNBP 2026 Resmi Diumumkan! Ini 10 Jurusan Paling Diminati, Nomor 1 Bikin Kaget
APBD Defisit 2026: Gaji PPPK Terancam, Ini Dampak Kebijakan 30% Belanja Pegawai
PPPK Jangan Panik! Pemerintah Pastikan Gaji Aman, Tak Ada PHK Tahun Ini
SNBT 2026 Dibuka! Rebut 3.797 Kursi di UNJA, Ini Cara Lolos UTBK yang Jarang Diketahui
Terbaru, Gaji ke-13 ASN Cair Setelah Lebaran 2026, Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Pencairannya!
Waspada! Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Ditemukan di Pasar Hiang, Begini Ciri-cirinya
Wow! Dana Tunjangan Guru Rp18 Triliun Mengalir, Ini Rinciannya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 16:30 WIB

Guru Madrasah Gagal Jadi ASN? DPR Desak Kemenag Siapkan Insentif

Rabu, 1 April 2026 - 12:00 WIB

SNBP 2026 Resmi Diumumkan! Ini 10 Jurusan Paling Diminati, Nomor 1 Bikin Kaget

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:30 WIB

APBD Defisit 2026: Gaji PPPK Terancam, Ini Dampak Kebijakan 30% Belanja Pegawai

Sabtu, 28 Maret 2026 - 22:00 WIB

PPPK Jangan Panik! Pemerintah Pastikan Gaji Aman, Tak Ada PHK Tahun Ini

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:00 WIB

SNBT 2026 Dibuka! Rebut 3.797 Kursi di UNJA, Ini Cara Lolos UTBK yang Jarang Diketahui

Berita Terbaru