Progres Mandek, Program Cetak Sawah Bungo Disorot

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Desember 2025 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Lokasi Lahan cetak Sawah yang dilaksanakan di Bungo

Tampak Lokasi Lahan cetak Sawah yang dilaksanakan di Bungo

BUNGO,JS– Program cetak sawah di Kabupaten Bungo menuai sorotan tajam. Pasalnya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Jambi belum menunjukkan hasil nyata di lapangan dari proyek Tahun 2025 ini.

Oleh karena itu, DPD Tani Merdeka Bungo menilai progres proyek seluas 261 hektare berjalan sangat lambat, meski target rampung akhir 2025. Ketua DPD Tani Merdeka Bungo, Indra, menegaskan proyek ini “hidup di atas kertas.” Ia menambahkan, petani Bungo menunggu hasil nyata.

Baca Juga :  Jasa Raharja Salurkan Bantuan Pencegahan Stunting di Bungo

Berdasarkan data Indra, realisasi fisik sangat minim:

  • Lubuk Kayu Aro: Target 109,78 hektare, pekerja baru menyelesaikan sekitar 18 hektare.

  • Rantau Pandan: Target 113,07 hektare, pekerja baru menuntaskan 2 hektare.

  • Desa Rambah: Target 39,11 hektare, pekerja juga baru mengerjakan sebagian kecil.

Selain itu, Indra menilai masalah ini bukan sekadar teknis. Ia menyebutnya sebagai kegagalan struktural. Perencanaan lokasi diragukan, koordinasi antar-instansi lemah, dan pengawasan konsultan tidak efektif. Selain itu, kontraktor pelaksana bungkam, sehingga publik meragukan transparansi anggaran puluhan miliar rupiah.

Baca Juga :  Jalan Rusak Dihiasi Semak Belukar, Jalan Dua Kecamatan Kerinci

Ketahanan pangan tidak bisa dibangun dengan retorika. Petani membutuhkan tindakan nyata dan hasil yang jelas,” tegas Indra.

Karena itu, DPD Tani Merdeka meminta Kementerian Pertanian segera melakukan audit menyeluruh. Mereka juga menuntut pihak terkait bertanggung jawab atas lambannya progres proyek cetak sawah.

“Pemerintah perlu mengevaluasi program cetak sawah di Bungo agar petani dapat mencapai swasembada pangan,” tutup Indra.(AN)

Berita Terkait

Wagub Abdullah Sani Tekankan Peran Konselor Adaptif di BK Festival UNJA
2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025
Besok! Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di 5 Kecamatan, Cek Lokasinya
Pemkot Sungai Penuh Gelar Konsultasi Penyusunan RDTR 2026
Ramadan Mendekat, Pemkab Tanjab Barat Jaga Stok dan Harga
Jelang Ramadhan, Sarolangun Perketat Pengawasan Penyakit Hewan
Anggota Komisi V DPR RI Tinjau Progres Tol Palembang–Betung
Bupati Syukur Apresiasi Pawai Ramadhan SD-IT Permata Hati
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 13:00 WIB

Wagub Abdullah Sani Tekankan Peran Konselor Adaptif di BK Festival UNJA

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:30 WIB

2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Besok! Operasi Pasar LPG 3 Kg Digelar di 5 Kecamatan, Cek Lokasinya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:30 WIB

Pemkot Sungai Penuh Gelar Konsultasi Penyusunan RDTR 2026

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:00 WIB

Ramadan Mendekat, Pemkab Tanjab Barat Jaga Stok dan Harga

Berita Terbaru

Ilustrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menerapkan kebijakan work form anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.(Sumber/Google)

Nasional

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Feb 2026 - 13:30 WIB

Tampilan Nokia N8 Revival

Teknologi

Nokia N8 Revival: Ponsel Legendaris Kembali dengan Wajah Modern

Sabtu, 14 Feb 2026 - 12:00 WIB