Proyek Jumbo di Tebo! Jalan Alai Ilir–Blok E Dibeton

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Kantor Dinas PUPR Tebo

Foto ; Kantor Dinas PUPR Tebo

TEBO,JS- Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan anggaran sekitar Rp72 miliar untuk membangun jalan beton yang menghubungkan Alai Ilir dengan kawasan Blok E. Pemerintah daerah memasukkan proyek ini dalam program peningkatan infrastruktur daerah pada tahun anggaran 2026.

Melalui proyek tersebut, pemerintah daerah ingin memperbaiki kualitas akses transportasi masyarakat. Selain itu, pembangunan jalan ini akan memperlancar mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pedesaan.

Infrastruktur Jadi Prioritas Pembangunan

Pemerintah Kabupaten Tebo terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil untuk membuka akses daerah yang selama ini menghadapi kendala transportasi.

Karena itu, pemerintah daerah memasukkan pembangunan jalan Alai Ilir–Blok E dalam rencana program strategis tahun 2026.

Masuk Paket Rekonstruksi Jalan Paket 1

Selanjutnya, pemerintah daerah menempatkan proyek tersebut dalam kegiatan Rekonstruksi Jalan Paket 1. Paket pekerjaan ini mencakup peningkatan kualitas dua ruas jalan penting yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat di wilayah Alai Ilir.

Baca Juga :  Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Ini Penyebabnya

Adapun ruas jalan yang akan ditingkatkan meliputi:

  • Jalan dari ruas nasional menuju Blok E Alai Ilir
  • Jalan dari 21 Unit 1 menuju Blok E

Kedua jalur tersebut selama ini menjadi akses vital bagi masyarakat. Warga memanfaatkan jalur ini untuk kegiatan ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas sehari-hari. Oleh sebab itu, pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas jalan harus segera dilakukan.

Dalam rencana pekerjaan, proyek ini akan membangun jalan dengan konstruksi beton (rigid pavement) sepanjang 13,45 kilometer dengan lebar sekitar 6 meter.

Pemerintah memilih konstruksi beton karena material ini memiliki daya tahan lebih kuat dibandingkan jenis perkerasan lainnya. Selain itu, jalan beton mampu menahan beban kendaraan berat yang sering melintasi kawasan tersebut.

Tidak hanya membangun badan jalan, proyek ini juga mencakup beberapa pekerjaan pendukung. Pekerjaan tersebut antara lain penimbunan bahu jalan serta penguatan struktur dasar jalan agar konstruksi lebih stabil dan tahan lama.

Dengan total anggaran sekitar Rp72 miliar, proyek ini memiliki rata-rata biaya pembangunan sekitar Rp5 miliar lebih per kilometer.

Baca Juga :  Banjir 2023 Berdampak, Ribuan Lahan Sawah Tak Bisa Diolah

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tebo akan melaksanakan proses pengadaan proyek melalui tender terbuka. Skema ini memberi kesempatan kepada perusahaan konstruksi yang memenuhi kualifikasi untuk mengikuti proses lelang.

Berdasarkan rencana jadwal, pemerintah menargetkan proses tender berlangsung pada awal tahun anggaran 2026. Setelah panitia menetapkan pemenang lelang, kontraktor pelaksana akan segera memulai pekerjaan fisik.

Pemerintah daerah menargetkan pembangunan jalan tersebut dapat selesai dalam tahun yang sama.

Akses Lebih Baik, Ekonomi Desa Tumbuh

Di sisi lain, pembangunan jalan Alai Ilir–Blok E diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Infrastruktur jalan yang lebih baik akan mempercepat distribusi hasil pertanian dan mempermudah mobilitas barang serta jasa.

Selain itu, akses transportasi yang lancar juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Pemerintah daerah berharap proyek ini dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan wilayah.

Dengan dukungan infrastruktur yang lebih memadai, kawasan Alai Ilir dan sekitarnya berpeluang berkembang lebih cepat dalam beberapa tahun ke depan.(*)

Berita Terkait

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
26 ASN Sungai Penuh Jalani Ujian Dinas, BKPSDM:Untuk Persamaan Ijazah dan Kenaikan Pangkat
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
Wujud Kepedulian Pemkot Sungai Penuh, Wawako Azhar Turun Langsung Salurkan Bantuan untuk Balita Stunting
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Rabu, 30 September 2026 - 16:01 WIB

Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana

Rabu, 30 September 2026 - 13:01 WIB

Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut

Rabu, 30 September 2026 - 12:03 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak

Berita Terbaru