INTERNASIONAL,JS- Umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut Ramadan 2026 dengan menjalankan ibadah puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Meski tata cara ibadahnya sama, durasi puasa tidak seragam di setiap negara. Letak geografis dan garis lintang menjadi faktor utama yang menentukan panjangnya waktu siang, sehingga berpengaruh langsung terhadap lamanya umat Muslim berpuasa.
Secara umum, wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa menikmati durasi siang dan malam yang relatif seimbang sepanjang tahun. Karena itu, jam puasa di kawasan ini cenderung stabil dan tidak mengalami perubahan ekstrem.
Kawasan MENA: Durasi Puasa Relatif Moderat
Di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), durasi puasa tahun ini tergolong moderat. Sebagai contoh, warga Uni Emirat Arab memulai Ramadan 2026 dengan durasi puasa sekitar 12 jam 46 menit. Angka ini lebih singkat sekitar 30 menit dibandingkan hari pertama Ramadan tahun lalu yang mencapai 13 jam 16 menit.
Selain itu, durasi puasa di negara-negara sekitar khatulistiwa tidak berubah drastis dari hari ke hari. Meski begitu, waktu puasa tetap bertambah beberapa menit seiring pergerakan posisi matahari. Pada akhir bulan, umat Muslim di kawasan ini akan merasakan durasi puasa yang sedikit lebih panjang dibandingkan awal Ramadan.
Wilayah Utara: Siang Lebih Panjang, Puasa Lebih Lama
Berbeda dengan kawasan khatulistiwa, negara-negara di lintang tinggi belahan bumi utara mengalami siang hari yang jauh lebih panjang. Kondisi ini membuat umat Muslim di wilayah tersebut menjalani puasa dengan durasi yang lebih lama.
Greenland dan Islandia
Greenland menempati salah satu posisi teratas dengan durasi puasa terpanjang tahun ini. Letaknya di kawasan Arktik membuat matahari bersinar lebih lama menjelang musim panas. Di sejumlah wilayah, umat Muslim dapat berpuasa lebih dari 16 jam dalam sehari. Hal serupa juga terjadi di Islandia. Fenomena matahari tengah malam atau midnight sun memperpanjang durasi siang secara signifikan. Akibatnya, umat Muslim di negara ini menjalani puasa lebih dari 16 jam.
Negara-Negara Skandinavia dan Kanada Utara
Selain itu, negara-negara Skandinavia seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia juga mencatat durasi puasa di atas 16 jam.
Bahkan, di wilayah paling utara negara-negara tersebut, durasi puasa dapat mendekati 20 jam. Kondisi yang sama juga terjadi di sebagian wilayah utara Kanada, yang mengalami siang hari sangat panjang pada periode ini.
Wilayah Selatan: Durasi Cenderung Lebih Singkat
Sementara itu, negara-negara di belahan bumi selatan mengalami kondisi yang berbeda. Saat wilayah utara menikmati siang panjang, beberapa negara selatan justru merasakan siang yang lebih pendek. Dampaknya, umat Muslim di wilayah tersebut menjalani puasa dengan durasi yang relatif lebih singkat dibandingkan negara-negara di utara.
Perbedaan Geografis, Semangat Tetap Sama
Perbedaan durasi puasa ini menunjukkan bagaimana faktor astronomi dan posisi geografis memengaruhi praktik ibadah di berbagai belahan dunia. Namun demikian, panjang atau pendeknya waktu berpuasa tidak mengurangi makna Ramadan. Umat Islam tetap menjalankan ibadah dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan ketakwaan, melatih pengendalian diri, serta memperkuat solidaritas sosial.(*)









