BISNIS,JS- Bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026, harga emas batangan Antam menunjukkan sinyal penguatan yang semakin jelas. Lonjakan minat beli masyarakat, ditambah meningkatnya ketidakpastian global, mendorong emas kembali menjadi instrumen investasi favorit. Kondisi ini membuka peluang kenaikan harga ke level psikologis baru dalam waktu dekat.
Sentimen Geopolitik Dorong Harga Emas Dunia
Di sisi global, pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menilai bahwa harga emas dunia berpeluang kembali naik setelah sempat terkoreksi. Ia menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran sebagai pemicu utama.
Menurut Ibrahim, eskalasi konflik tersebut mendorong investor global mencari aset aman. Akibatnya, emas kembali menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai kekayaan.
“Situasi geopolitik seperti ini hampir selalu mendorong kenaikan harga emas karena investor menghindari aset berisiko,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (18/2/2026).
Permintaan Domestik Meningkat Jelang Lebaran
Sementara itu, dari dalam negeri, permintaan emas mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Ibrahim memperkirakan tren ini akan terus berlanjut hingga Lebaran. Ia mencontohkan antrean pembelian emas yang memadati Jakarta Convention Center dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena tersebut, menurutnya, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menyimpan aset bernilai stabil. Selain itu, momen Ramadan dan Idulfitri secara historis selalu mendorong lonjakan transaksi emas.
Strategi Akumulasi Dinilai Masih Relevan
Lebih lanjut, Ibrahim menilai koreksi harga yang sempat terjadi justru membuka peluang akumulasi. Ia menyarankan investor dan masyarakat memanfaatkan momentum ini untuk membeli emas secara bertahap.
“Selama harga terkoreksi, strategi akumulasi masih sangat relevan, terutama untuk tujuan jangka menengah dan panjang,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang efektif. Ketidakpastian ekonomi global mendorong sebagian masyarakat mengalihkan dana dari aset konsumtif, seperti kendaraan, ke logam mulia.
Harga Berpotensi Tembus Rp 3 Juta per Gram
Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, Ibrahim memproyeksikan harga emas Antam berpeluang menembus Rp 3 juta per gram selama Ramadan dan Idulfitri. Bahkan, ia membuka kemungkinan harga bergerak hingga kisaran Rp 3,2 juta sampai Rp 3,3 juta per gram.
Mengacu pada data Logam Mulia, harga emas Antam pada Rabu (18/2/2026) tercatat naik Rp 34.000 menjadi Rp 2.912.000 per gram. Sebelumnya, harga sempat turun ke level Rp 2.878.000 per gram.
Kenaikan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa emas masih berada dalam tren positif, seiring meningkatnya permintaan musiman dan berlanjutnya ketegangan geopolitik global.(*)









