RI Kecolongan, Kementan Ungkap Modus Impor Beras Ilegal

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Impor Beras Ilegal

Ilustrasi Impor Beras Ilegal

JAKARTA,JS – Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap modus dan kronologi masuknya 250 ton beras impor ilegal asal Thailand ke Sabang, Aceh. Beras itu masuk melalui Sabang, yang berstatus zona perdagangan bebas (free trade zone), sehingga pengawasan distribusinya lebih longgar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa status Sabang seolah membuat perdagangan bebas. Namun, hal ini tetap harus mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

“Sabang itu zona perdagangan bebas, tetapi harus tetap sesuai dengan kebijakan pusat. Mungkin ini yang tidak diperhatikan,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta.

Amran menegaskan bahwa aparat penegak hukum tengah menyelidiki pelaku impor beras ilegal tersebut. Ia juga menekankan bahwa setiap impor beras harus mendapatkan rekomendasi dari Kementan.

Baca Juga :  IHSG Meledak 6,14%! 10 Saham Paling Cuan & Terboncos Pekan Ini Bikin Investor Geger

Impor Tanpa Izin Kementan

PT Multazam Sabang Group (MSG), sebagai importir, tetap mengimpor beras meskipun Kementan menolaknya. Kementan kini berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menangani kasus ini.

Amran mengungkapkan bahwa beras tersebut masuk tanpa izin dari pemerintah pusat.

“Kami langsung menghubungi Kabareskrim dan Kapolda untuk menyegel gudang PT MSG. Kami juga memastikan beras ilegal itu tidak keluar ke pasar Sabang,” ujar Amran.

Stok Beras di Sabang Cukup untuk 3 Bulan

Amran juga menjelaskan bahwa stok beras di Sabang cukup besar, yakni hampir 402 ton, atau cukup untuk kebutuhan selama tiga bulan. Dengan stok yang ada, impor beras ilegal jelas tidak diperlukan.

Baca Juga :  Bisa Ditolak SPBU, Ini Daftar Kendaraan yang Dilarang Isi Pertalite

“Stok beras di Sabang sudah cukup. Indonesia bahkan memiliki stok beras tertinggi saat ini. Jadi, impor beras ilegal ini tidak dibutuhkan,” tegasnya.

Amran juga mengingatkan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor beras sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan domestik.

Tindak Lanjut Kasus

Pemerintah kini fokus mengusut siapa yang bertanggung jawab atas impor beras ilegal ini. Kementan dan aparat hukum berkoordinasi untuk memastikan barang ilegal itu tidak beredar di pasar lokal.(AN)

Berita Terkait

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya
Gempa Megathrust Ancam Sumatera, Ini Penjelasan Lengkap Ahli
Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru
Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya
Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi
El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam
668 Ribu Laporan Penipuan Masuk IASC, 659 Ribu Rekening Sudah Diblokir: Waspadai 5 Modus Ini
Harga BBM Pertamina Hari Ini 26 September 2026: Pertamax hingga Pertalite, Cek Harga di Jambi dan Daerah Lainnya
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:21 WIB

BSU 2026 Cair Oktober? 13,3 Juta Buruh Berpeluang Terima Rp900 Ribu, Cek Jadwal dan Syaratnya

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Resmi Berlaku, Cek Daftar Harga BBM Pertamax, Pertalite, Shell, BP dan Vivo Terbaru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Data Penerima Bansos 2027 Dirombak, Cek Perubahan Desil dan Syarat Terbarunya

Rabu, 30 September 2026 - 10:02 WIB

Gaji PPPK Daerah 2027 Resmi Ditanggung Pusat, Rp23 Triliun Disiapkan: Begini Nasib PPPK di Jambi

Senin, 28 September 2026 - 19:01 WIB

El Niño Makin Ganas, 197 Wilayah Indonesia Masuk Status Awas Kekeringan: Sentra Pangan Ikut Terancam

Berita Terbaru