JAMBI,JS– Balai Wilayah Sungai (BWSS) VI Jambi mengambil langkah nyata untuk mengatasi banjir di Provinsi Jambi dengan membuka tender proyek pengendalian banjir di Sungai Batang Tebo, Kabupaten Bungo. Proyek ini menelan anggaran Rp 11,44 miliar dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi wilayah yang sering terendam air.
BWSS VI membuka tender proyek pada 21 Januari 2026 melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Pekerjaan Umum. BWSS VI menyalurkan dana APBN dan menunjuk SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Sumatera VI Provinsi Jambi sebagai pelaksana proyek.
“Proyek ini harus berjalan transparan dan tepat sasaran, karena menyangkut kepentingan masyarakat luas,” kata seorang pejabat BWSS VI.
Skema Tender Harga Terendah Jadi Sorotan
BWSS VI menggunakan metode Tender Pascakualifikasi Satu File – Harga Terendah Sistem Gugur. Publik memperhatikan skema ini karena kompetisi harga terendah berpotensi memengaruhi kualitas konstruksi.
“Jangan sampai proyek belasan miliar ini hanya menjadi ajang memperkaya pihak tertentu. Kami butuh kontraktor yang punya pengalaman dan rekam jejak baik, bukan yang menawar murah lalu bekerja asal-asalan,” ungkap tokoh pemuda Bungo.
Proyek ini khusus dibuka untuk usaha kecil, sesuai aturan terbaru yang memungkinkan usaha kecil mengerjakan proyek hingga Rp 15 miliar. Namun, BWSS VI tetap memberlakukan persyaratan ketat. Perusahaan baru yang berdiri kurang dari tiga tahun harus memiliki minimal satu pengalaman proyek sejenis, karena nilai paket berada di atas Rp 2,5 miliar.
Harapan Publik pada Proyek Ini
Masyarakat kini mengawasi proses lelang dengan ketat. Mereka berharap BWSS VI benar-benar memanfaatkan dana APBN sebesar Rp 11,4 miliar untuk membangun pengendali banjir yang kokoh, bukan sekadar proyek seremonial.(*)









