BISNIS,JS- Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan menembus level Rp17.000 hari ini. Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka turun 76 poin atau 0,45% ke Rp17.001 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,70% menuju 99,67.
Kondisi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang merosot 0,58%, won Korea Selatan turun 0,85%, sedangkan rupee India dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,16% dan 0,49% terhadap dolar AS.
Rupiah bahkan melewati rekor saat pandemi Covid-19 pada Maret 2020 di level Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS dan menandingi angka tertinggi Krisis Moneter Juni 1998 di kisaran Rp16.800 per dolar AS dalam perdagangan intraday.
Analis memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi cenderung melemah di rentang Rp16.920 hingga Rp17.010 per dolar AS. Sepanjang pekan ini, rupiah kemungkinan bergerak antara Rp16.850 hingga Rp17.010 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh faktor internal, terutama setelah Fitch Ratings menurunkan prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Kurs Dolar AS di Bank-Bank Terbesar
BCA (PT Bank Central Asia Tbk.) menetapkan harga beli dolar AS Rp16.964 dan jual Rp16.984 berdasarkan e-rate. TT Counter dan Bank Notes mencatat harga beli Rp16.850 dan jual Rp17.150 per dolar AS.
BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.)
Menetapkan harga beli dan jual dolar AS Rp16.963 dan Rp16.990 untuk e-rate. TT Counter mencatat harga beli Rp16.899 dan jual Rp17.099.
Bank Mandiri (PT Bank Mandiri Tbk.)
Menetapkan special rate beli Rp16.990 dan jual Rp17.020. TT Counter mencatat harga beli Rp16.760 dan jual Rp17.060, sedangkan Bank Notes menetapkan harga beli Rp16.700 dan jual Rp17.000 per dolar AS.
BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk.)
Mencatat special rate beli Rp16.964 dan jual Rp16.984, sedangkan TT Counter dan Bank Notes mencatat harga beli Rp16.830 dan jual Rp17.130 per dolar AS.
Para pelaku pasar dianjurkan memantau pergerakan rupiah setiap hari karena volatilitas dipengaruhi faktor global maupun domestik.(*)









