Rupiah Melemah ke Rp17.000, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Turun

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan menembus level Rp17.000 hari ini. Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka turun 76 poin atau 0,45% ke Rp17.001 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,70% menuju 99,67.

Kondisi ini sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang merosot 0,58%, won Korea Selatan turun 0,85%, sedangkan rupee India dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,16% dan 0,49% terhadap dolar AS.

Rupiah bahkan melewati rekor saat pandemi Covid-19 pada Maret 2020 di level Rp16.600–Rp16.700 per dolar AS dan menandingi angka tertinggi Krisis Moneter Juni 1998 di kisaran Rp16.800 per dolar AS dalam perdagangan intraday.

Baca Juga :  BNI Hentikan Internet Banking, Ini Cara Nasabah Tetap Transaksi

Analis memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi cenderung melemah di rentang Rp16.920 hingga Rp17.010 per dolar AS. Sepanjang pekan ini, rupiah kemungkinan bergerak antara Rp16.850 hingga Rp17.010 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh faktor internal, terutama setelah Fitch Ratings menurunkan prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Kurs Dolar AS di Bank-Bank Terbesar

BCA (PT Bank Central Asia Tbk.) menetapkan harga beli dolar AS Rp16.964 dan jual Rp16.984 berdasarkan e-rate. TT Counter dan Bank Notes mencatat harga beli Rp16.850 dan jual Rp17.150 per dolar AS.

Baca Juga :  Rebutan Bank Asing! Bisnis Ritel HSBC Indonesia Dibidik 5 Raksasa Asia

BRI (PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.)

Menetapkan harga beli dan jual dolar AS Rp16.963 dan Rp16.990 untuk e-rate. TT Counter mencatat harga beli Rp16.899 dan jual Rp17.099.

Bank Mandiri (PT Bank Mandiri Tbk.)

Menetapkan special rate beli Rp16.990 dan jual Rp17.020. TT Counter mencatat harga beli Rp16.760 dan jual Rp17.060, sedangkan Bank Notes menetapkan harga beli Rp16.700 dan jual Rp17.000 per dolar AS.

BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk.)

Mencatat special rate beli Rp16.964 dan jual Rp16.984, sedangkan TT Counter dan Bank Notes mencatat harga beli Rp16.830 dan jual Rp17.130 per dolar AS.

Para pelaku pasar dianjurkan memantau pergerakan rupiah setiap hari karena volatilitas dipengaruhi faktor global maupun domestik.(*)

Berita Terkait

Pasar Saham Negara Berkembang Tertekan, MSCI Turun Tajam
Minyak Dunia Tembus US$100, Ini Update Terbaru Harga BBM di Indonesia
Saham Super Naik: LUCY & TIRT Jadi Primadona BEI
Buyback Emas Perhiasan di Jambi Menurun, Cek Harga Terbaru
Danantara Dukung Pembangunan 140 Ribu Apartemen Program 3 Juta Rumah
Peluang Emas Investor: Sukuk SR024 Tawarkan Imbal Hasil Menarik
5 Investasi yang Harus Dimulai Cowok Sebelum Usia 30
Tak Perlu Pusing, Begini Cara Memulai Investasi Dolar untuk Pemula
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:30 WIB

Pasar Saham Negara Berkembang Tertekan, MSCI Turun Tajam

Senin, 9 Maret 2026 - 14:30 WIB

Minyak Dunia Tembus US$100, Ini Update Terbaru Harga BBM di Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 13:30 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.000, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Turun

Senin, 9 Maret 2026 - 11:00 WIB

Saham Super Naik: LUCY & TIRT Jadi Primadona BEI

Senin, 9 Maret 2026 - 10:30 WIB

Buyback Emas Perhiasan di Jambi Menurun, Cek Harga Terbaru

Berita Terbaru

Dunia Game

10 Kode Redeem PUBG 10 Maret 2026, Klaim UC dan Skin Gratis

Selasa, 10 Mar 2026 - 05:05 WIB

Dunia Game

Kode Redeem FC Mobile Terbaru, Ada Player Pack Gratis

Selasa, 10 Mar 2026 - 04:00 WIB

Otomotif

Diskon Gede Motor Listrik Honda, CUV E Cuma Rp30 Jutaan

Senin, 9 Mar 2026 - 21:00 WIB

Teknologi

Gen Z Mulai Tinggalkan Smartphone, Pilih HP Ini

Senin, 9 Mar 2026 - 18:00 WIB