Pasar Saham Negara Berkembang Tertekan, MSCI Turun Tajam

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Pasar saham dan keuangan negara berkembang langsung mengalami tekanan berat sejak awal pekan akibat ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah. Konflik antara Iran dan blok Amerika Serikat–Israel mendorong harga energi melonjak, sehingga investor global mengalihkan dananya ke aset yang lebih aman.

MSCI Emerging Markets Turun Signifikan

Indeks saham negara berkembang, yang tercermin melalui MSCI Emerging Markets, turun lebih dari 10% dari puncaknya pada akhir Februari. Pada perdagangan Senin, indeks ini mencatat penurunan 4,2%, memperpanjang tren koreksi yang sudah terlihat sejak akhir bulan lalu.

Koreksi di Korea Selatan dan Mata Uang Lokal

Di Korea Selatan, Kospi, yang sebelumnya menjadi salah satu indeks berkinerja terbaik tahun ini, anjlok lebih dari 18% dari level tertingginya. Tren melemahnya pasar juga terlihat pada mata uang lokal negara berkembang. Won Korea Selatan, peso Filipina, dan rupiah Indonesia menembus level terendah sepanjang masa terhadap dolar AS. Investor mencari perlindungan dengan beralih ke dolar sebagai aset safe-haven.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed

Harga Minyak Capai US$100 per Barel, Tekan Negara Pengimpor Energi

Harga minyak yang menembus US$100 per barel semakin memperkuat permintaan terhadap dolar dan aset aman lainnya. Kenaikan harga energi memberikan tekanan lebih besar pada negara-negara yang masih bergantung pada impor energi.

Baca Juga :  Bikin Video Sinematik dalam Hitungan Detik? Ini 4 AI yang Bisa!”

Dampak Global dan Sentimen Investor

Menurut Bob Savage, Kepala Strategi Makro Pasar di BNY, “Pergerakan pasar jangka pendek kini lebih dipengaruhi oleh perkembangan di Timur Tengah daripada faktor domestik, khususnya melalui harga energi dan sentimen risiko.” Dia menekankan bahwa negara pengimpor energi bersih seperti Jepang, Korea Selatan, dan India menjadi paling rentan terhadap guncangan neraca perdagangan yang berkelanjutan.

Seiring sentimen global tetap tertekan, analis memperingatkan investor untuk bersiap menghadapi volatilitas tinggi sampai ketegangan geopolitik mereda.(*)

Berita Terkait

Besok Pemerintah Umumkan Kebijakan Besar, Ini Dampaknya ke Ekonomi dan Uang Anda!
Harga Emas Hari Ini 2 Mei 2026: Turun atau Stabil? Simak Data & Strategi Beli Untung Maksimal
Update Harga Emas Hari Ini 1 Mei 2026: Naik atau Turun? Cek Peluang Investasi Terbaru
Update Harga Emas Hari Ini 28 April 2026: Turun Tipis, Peluang Investasi Menguntungkan?
Bank Mandiri Gaspol Kredit 17,4%! Strategi Ketat Ini Jadi Kunci Cuan di Tengah Krisis Global 2026
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Dana Asing Kabur Rp29,5 Triliun: Ini Dampak Besar ke Investor dan Ekonomi RI
Turun Tipis, Update Harga Emas Perhiasan 24 April 2026
Bank Digital Terbaik 2026: Cara Dapat Bunga Tinggi & Cashback Maksimal Tanpa Biaya Admin
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:45 WIB

Besok Pemerintah Umumkan Kebijakan Besar, Ini Dampaknya ke Ekonomi dan Uang Anda!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:14 WIB

Harga Emas Hari Ini 2 Mei 2026: Turun atau Stabil? Simak Data & Strategi Beli Untung Maksimal

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:27 WIB

Update Harga Emas Hari Ini 1 Mei 2026: Naik atau Turun? Cek Peluang Investasi Terbaru

Selasa, 28 April 2026 - 10:00 WIB

Update Harga Emas Hari Ini 28 April 2026: Turun Tipis, Peluang Investasi Menguntungkan?

Senin, 27 April 2026 - 23:00 WIB

Bank Mandiri Gaspol Kredit 17,4%! Strategi Ketat Ini Jadi Kunci Cuan di Tengah Krisis Global 2026

Berita Terbaru