Rusak Fasilitas Umum, Normalisasi Sungai Air Sempit Disoal

PT WIKA Sebagai Kontraktor Utama Diminta Bertanggung Jawab

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggul Air Sempit Hancur Usai Normalisasi. PT WIKA dan vendor diminta bertanggungjawab

Tanggul Air Sempit Hancur Usai Normalisasi. PT WIKA dan vendor diminta bertanggungjawab

SUNGAIPENUH,JS– Rusak Fasilitas Umum, Normalisasi Sungai Air Sempit Disoal

Proyek normalisasi Sungai Air Sempit di Kecamatan Hamparan Rawang kembali menuai kritik tajam dari masyarakat. PT Wijaya Karya (WIKA) mengerjakan proyek tersebut melalui vendor atau subkontraktor. Namun, warga menilai pelaksanaan di lapangan tidak profesional dan jauh dari harapan.

Baca Juga :  Realisasi Proyek Jalan Produksi Disbunak Kerinci Dipertanyakan

Kondisi Sungai Dinilai Tidak Berubah Signifikan

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi sungai pascanormalisasi tampak semrawut. Pekerja tidak mengubah alur sungai secara berarti. Di sejumlah titik, alat berat meninggalkan sisa material dan bekas pengerjaan. Warga menilai pelaksana proyek hanya menjalankan pekerjaan sebatas formalitas.

Aktivitas Alat Berat Picu Kerusakan Tanggul Warga

Proyek yang seharusnya memberi manfaat justru memunculkan persoalan baru. Aktivitas ekskavator di sepanjang bantaran sungai merusak tanggul atau tembok penahan tebing milik warga. Warga membangun tembok tersebut secara swadaya untuk melindungi rumah dan lahan mereka dari erosi.

Kerusakan itu memicu kekecewaan dan kemarahan masyarakat. Warga menilai pelaksana proyek mengabaikan dampak langsung terhadap lingkungan sekitar.

Warga Siap Ambil Langkah Protes

“Kalau pekerja menjalankan proyek sesuai standar, tembok penahan kami tidak mungkin roboh. Ini jelas kelalaian,” ujar salah seorang warga. Ia menegaskan, warga siap menggalang tanda tangan sebagai bentuk protes apabila pihak terkait tidak segera menyelesaikan persoalan tersebut.

CV VS Kerinci Disebut Kerjakan Proyek di Lapangan

Sumber internal yang ditemui secara terpisah menyebut CV VS Kerinci mengerjakan proyek di lapangan sebagai vendor di bawah naungan PT WIKA. Menurut sumber tersebut, internal PT WIKA sendiri menilai kinerja vendor itu tidak memuaskan dalam beberapa waktu terakhir.

Kinerja Vendor Tuai Sorotan Masyarakat

Penilaian internal tersebut sejalan dengan pandangan masyarakat. Warga kerap menyoroti CV VS Kerinci karena menilai perusahaan itu bekerja tanpa mengacu pada standar teknis yang kuat. Kondisi ini memperkuat dugaan lemahnya pengawasan selama proyek berjalan.

Baca Juga :  Proyek Irigasi WIKA di Muara Jaya Sungai Penuh Tuai Sorotan

Warga Tuntut Ganti Rugi dan Tanggung Jawab

Atas kondisi tersebut, warga mendesak CV VS Kerinci bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi. “Kalau mereka yang mengerjakan, mereka harus turun langsung dan mengganti kerugian. Jangan hanya mengambil proyek, tetapi mengabaikan dampaknya bagi warga,” tegas seorang tokoh pemuda setempat.

PT WIKA Tetap Diminta Bertanggung Jawab

Meski demikian, masyarakat menegaskan tanggung jawab tidak berhenti pada subkontraktor. PT WIKA sebagai kontraktor utama tetap memegang kewajiban penuh. Warga meminta perusahaan memastikan kualitas pekerjaan serta menjalankan pengawasan ketat di lapangan.

Evaluasi dan Keterbukaan Data

Warga menduga lemahnya pengawasan dan buruknya koordinasi antar pihak menyebabkan proyek normalisasi Sungai Air Sempit kehilangan arah. Karena itu, mereka mendesak PT WIKA dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi segera turun ke lapangan.

Selain evaluasi menyeluruh, warga juga meminta keterbukaan data kontraktual. Mereka ingin mengetahui secara jelas pihak yang bertanggung jawab secara teknis atas pekerjaan tersebut.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini terbit, PT Wijaya Karya (WIKA), BWSS VI Jambi, dan CV VS Kerinci belum memberikan klarifikasi resmi. Ketiga pihak tersebut belum menanggapi keluhan warga, kerusakan tanggul, maupun tuntutan ganti rugi yang mencuat di masyarakat.(AN)

Berita Terkait

Aqila Naomi Siap Berjuang di Final Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Ini Pesan Wawako Azhar Hamzah
Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Kenalkan Warisan Budaya Kota Sungai Penuh di Karnaval Munas APEKSI XVIII Medan
Ini Daftar ASN yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan Merangin 2026, Siapa Paling Berpeluang?
Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh
Wali Kota Alfin Bawa Misi Investasi di Rakernas APEKSI 2026
Hadiri Gala Dinner APEKSI di Medan, Wali Kota Alfin Perkuat Kerja Sama Antar Kota
Isu Pelantikan Kepala Sekolah Kerinci Makin Riuh, Beberapa Guru Ngaku Dapat ‘Bisikan’
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:27 WIB

Aqila Naomi Siap Berjuang di Final Nasional Bintang Sobat SMP 2026, Ini Pesan Wawako Azhar Hamzah

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:45 WIB

Metode 30 Menit Bisa Baca Al-Qur’an Diterapkan di Jambi, TP PKK Siapkan Generasi Qurani Sungai Penuh

Kamis, 2 Juli 2026 - 22:02 WIB

Ini Daftar ASN yang Lolos Seleksi Lelang Jabatan Merangin 2026, Siapa Paling Berpeluang?

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:52 WIB

Sri Kartini Alfin Hadiri Indonesia City Expo 2026 di Medan, Promosikan UMKM dan Kerajinan Unggulan Kota Sungai Penuh

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:31 WIB

Wali Kota Alfin Bawa Misi Investasi di Rakernas APEKSI 2026

Berita Terbaru