JAKARTA,JS- Suasana hangat Hari Raya Idul Fitri 2026 tidak sepenuhnya dirasakan oleh semua kalangan. Di balik gemerlap kebahagiaan Lebaran, tersimpan kisah pilu dari para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu yang masih bergelut dengan keterbatasan ekonomi.
Bagi sebagian besar masyarakat, Lebaran identik dengan kebersamaan keluarga, pakaian baru, hingga hidangan istimewa.
Gaji Terbatas, Kebutuhan Meningkat
Hendri Salah seorang tenaga administrasi PPPK paruh waktu di salah satu instansi daerah di Jambi, mengaku harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan Lebaran tahun ini. Dengan penghasilan yang tidak menentu dan jauh di bawah standar, ia terpaksa mengurangi banyak pengeluaran.
“Untuk beli baju baru anak saja saya harus menabung dari jauh hari. Bahkan kadang harus berutang,” ujarnya lirih.
Kondisi ini diperparah dengan belum meratanya kebijakan pengangkatan PPPK penuh waktu di sejumlah daerah. Banyak pegawai masih berstatus paruh waktu tanpa kejelasan peningkatan status.
Tetap Bekerja Saat Orang Lain Berlibur
Tidak hanya soal ekonomi, sebagian PPPK paruh waktu juga tetap harus bekerja saat momen Lebaran. Mereka bertugas di sektor pelayanan publik seperti kesehatan, administrasi, dan kebersihan.
Hal ini membuat mereka tidak bisa sepenuhnya menikmati waktu bersama keluarga. Bahkan, ada yang hanya bisa bersilaturahmi secara singkat setelah menyelesaikan tugas.
“Kadang iri lihat orang lain bisa mudik lama. Saya hanya bisa pulang sebentar, lalu kembali bekerja,” kata seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya.
Harapan Kepastian dan Kesejahteraan
Di tengah keterbatasan tersebut, para PPPK paruh waktu hanya berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah. Mereka menginginkan kepastian status kerja serta peningkatan kesejahteraan.
Kebijakan terkait pengangkatan PPPK memang terus bergulir, namun implementasinya di lapangan dinilai belum merata. Banyak tenaga honorer yang telah lama mengabdi masih belum mendapatkan kejelasan nasib.
Para pegawai ini berharap momentum Lebaran bisa menjadi refleksi bagi pemangku kebijakan untuk lebih memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja sektor publik.
Tetap Bersyukur di Tengah Keterbatasan
Meski menghadapi berbagai kesulitan, para PPPK paruh waktu tetap berusaha bersyukur.
“Yang penting masih bisa makan dan berkumpul walau sederhana. Semoga ke depan ada perubahan,” ujar Hendri
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik pelayanan publik yang terus berjalan, ada pengorbanan besar dari para pegawai yang jarang tersorot. Lebaran bukan hanya soal kemewahan, tetapi juga tentang ketulusan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.(*)









