Sempat Anjlok, Harga Emas Kembali Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sempat Anjlok, harga emas kini kembali merangkak naik

Sempat Anjlok, harga emas kini kembali merangkak naik

JAKARTA,JS – Harga emas jatuh tajam pada akhir pekan lalu. Pernyataan hawkish dari pejabat The Federal Reserve (The Fed) memicu aksi jual besar di pasar. Pada Jumat (16/11/2025), harga emas turun 2,20% ke US$4.079,25 per troy ons.

Memasuki perdagangan Senin (17/11/2025) pukul 06.03 WIB, harga emas bergerak naik tipis 0,09% ke US$4.082,74 per troy ons.

Pelaku pasar mulai mengurangi harapan pemangkasan suku bunga Desember. Sikap hawkish The Fed membuat investor lebih berhati-hati.

“Peluang pemangkasan suku bunga pada Desember semakin kecil. Kondisi ini menekan emas dan perak,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures.

Pasar saham global ikut jatuh. Investor melepas aset berisiko setelah mendengar sinyal kebijakan yang lebih ketat dari The Fed.

Baca Juga :  Strategi Agresif B2B PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk: Target Double Digit di Tengah Krisis Global, Ini Kunci Cuan Baru!

Kondisi ini mengurangi minat pada emas sebagai aset non-imbal hasil.

Analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai margin call mempercepat penurunan.

“Saat margin call muncul, pedagang melepas banyak aset untuk menutup posisi. Hal ini ikut menyeret harga emas,” ujarnya.

Permintaan emas fisik di Asia juga melemah sepanjang pekan lalu.

Meski harga emas bergerak liar, beberapa lembaga keuangan besar tetap memprediksi penguatan jangka panjang. Mereka melihat peluang emas mencapai US$5.000 per troy ons pada 2026.

JP Morgan memperkirakan harga emas mencapai rata-rata US$5.055 pada kuartal IV 2026. Mereka menyebut minat investor dan pembelian bank sentral sebagai faktor utama. JP Morgan juga menargetkan US$6.000 per troy ons pada 2028.

Baca Juga :  UNS Terapkan Pompa Air Cerdas Tenaga Surya Berbasis IoT

“Emas tetap menjadi aset pilihan kami. Siklus penurunan suku bunga membuka peluang kenaikan lebih besar,” ujar Natasha Kaneva, Kepala Strategi Komoditas Global JP Morgan.

Goldman Sachs menargetkan harga emas US$5.055 pada akhir 2026, didukung arus masuk ETF dan pembelian bank sentral.

Bank of America (BoA) memprediksi level US$5.000 pada 2026, dengan rata-rata US$4.400. BoA menilai permintaan investasi yang naik 10–15% sudah cukup untuk mendorong harga ke level tersebut.(AN)

Berita Terkait

Istilah Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula 2026, dari Bullish hingga Saham Gorengan
Modal Usaha Cepat Cair! Begini Cara Ajukan KUR BRI Online dengan Bunga Rendah
Bisnis Online Viral 2026 yang Paling Menguntungkan, Modal Kecil tapi Cuan Besar dari HP
Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia
KUR Paling Mudah Acc Bank 2026, BRI Masih Jadi Favorit UMKM Cair Cepat Tanpa Ribet
Update Harga Emas Perhiasan 22 Mei 2026: Raja Emas dan Lakuemas Kompak Turun
BI Rate Naik Lagi? Suku Bunga Diprediksi Sentuh 5,75%, Rupiah dan Kredit Terancam
Biaya Admin GoPay 2026 Terbaru, Top Up hingga Transfer Bank: Ini Rincian Lengkapnya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:01 WIB

Istilah Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula 2026, dari Bullish hingga Saham Gorengan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:05 WIB

Modal Usaha Cepat Cair! Begini Cara Ajukan KUR BRI Online dengan Bunga Rendah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:06 WIB

Bisnis Online Viral 2026 yang Paling Menguntungkan, Modal Kecil tapi Cuan Besar dari HP

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:08 WIB

Daftar Harga BBM Terbaru di SPBU Pertamina Seluruh Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:02 WIB

KUR Paling Mudah Acc Bank 2026, BRI Masih Jadi Favorit UMKM Cair Cepat Tanpa Ribet

Berita Terbaru