Sering Lewat Turunan? Pengemudi Matik Wajib Tahu Trik Ini

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cara mengendarai mobil matic melewati turunan.

Ilustrasi cara mengendarai mobil matic melewati turunan.

OTOMOTIF,JS- Risiko rem blong masih menghantui pengendara mobil, terutama saat melintasi turunan panjang. Di kondisi ini, gaya gravitasi terus mendorong kendaraan ke depan dan memaksa sistem pengereman bekerja lebih keras dari biasanya. Jika pengemudi tidak menerapkan teknik yang tepat, rem bisa cepat panas dan kehilangan daya cengkeram.

Baca Juga :  Rem Blong: Kenali Tanda-tandanya Sebelum Lewati Jalan Menurun

Karakter Mobil Matik Lebih Mengandalkan Rem Utama

Berbeda dengan mobil manual, mobil bertransmisi otomatis atau matik memiliki karakter engine brake yang lebih ringan. Kondisi ini sering membuat pengemudi terlalu mengandalkan rem utama saat menuruni jalan panjang.

Namun demikian, mobil matik tetap memiliki engine brake yang bisa dimanfaatkan. Pemilik bengkel Kebat Motors, Arif Suasono Ariyadi, menegaskan bahwa fungsi tersebut tetap tersedia meski efeknya tidak sekuat mobil manual.

“Pada mobil manual, pengemudi biasanya menggunakan gigi rendah, seperti gigi 1 atau 2. Prinsip yang sama juga berlaku pada mobil matik, yaitu memakai posisi L, 1, atau 2,” jelas Arif kepada Kompas.com.

Engine Brake Meringankan Beban Rem

Selanjutnya, Arif menjelaskan bahwa penggunaan rem utama secara terus-menerus di turunan panjang akan mempercepat kenaikan suhu rem. Jika kondisi ini berlanjut, risiko rem blong semakin besar.

Karena itu, pengemudi perlu memanfaatkan engine brake untuk membantu menahan laju kendaraan. Dengan cara ini, kerja rem utama menjadi lebih ringan dan suhu rem tetap terjaga.

Baca Juga :  Pakai Nitrogen di Ban Mobil, Benarkah Aman dan Tahan Lama?

Hindari Posisi Netral di Jalan Menurun

Selain menggunakan gigi rendah, pengemudi mobil matik juga perlu menghindari kebiasaan memindahkan tuas transmisi ke posisi netral (N) saat menuruni jalan.

“Ketika tuas berada di posisi netral, mesin tidak lagi membantu pengereman. Akibatnya, seluruh beban penahan laju mobil bertumpu pada rem utama,” ujar Arif. Menurutnya, kebiasaan ini justru meningkatkan risiko kegagalan rem.

Cara Memaksimalkan Engine Brake Mobil Matik

Pendapat serupa datang dari Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia, Jamaludin. Ia menilai engine brake mobil matik tetap efektif jika pengemudi menggunakannya dengan benar.

“Pengemudi bisa memindahkan tuas ke posisi 1 atau L. Semakin rendah tingkat kecepatan yang dipilih, semakin besar efek engine brake yang dihasilkan,” kata Jamaludin.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa efek pengereman mesin pada mobil matik tidak akan sama dengan mobil manual.

Baca Juga :  Mobil Matic Mogok? Jangan Didorong!

Perbedaan Teknis Jadi Penyebab Utama

Menurut Jamaludin, perbedaan efek engine brake tersebut muncul karena perbedaan konstruksi transmisi. Mobil matik menggunakan torque converter, sedangkan mobil manual memakai kopling kering.

“Torque converter memiliki karakter selip. Inilah yang membuat engine brake pada mobil matik tidak sekuat mobil manual,” jelasnya.

Keselamatan Ditentukan Teknik Mengemudi

Pada akhirnya, keselamatan saat melintasi turunan panjang sangat bergantung pada teknik mengemudi. Dengan memilih gigi rendah, menghindari posisi netral, dan tidak mengandalkan rem utama secara berlebihan, pengemudi mobil matik bisa mengurangi risiko rem blong dan menjaga kendaraan tetap terkendali.(*)

Berita Terkait

Tanda Kampas Rem Mobil Habis, Jangan Tunggu Rem Blong! Ini Risiko dan Biaya yang Perlu Diwaspadai
Tanda Transmisi Mobil Rusak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Gejala dan Biaya Perbaikannya
Royal Enfield Hypershift Classic 650 Dibanderol Rp268 Juta, Cuma 17 Unit di Indonesia
Triumph Scrambler 400 XC, Motor Bergaya Klasik untuk Penggemar Touring
Ganti Knalpot Aftermarket, Tenaga Mobil Malah Loyo? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Mini All New Aceman, Mobil Listrik Mewah: Jarak Tempuh 232 Km
5 Cara Menghemat BBM Mobil agar Tidak Boros, Nomor 2 Sering Diabaikan Pengemudi
Toyota HiAce Commuter, Minibus Andalan Travel: Cek Mesin dan Konsumsi BBM
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:40 WIB

Tanda Kampas Rem Mobil Habis, Jangan Tunggu Rem Blong! Ini Risiko dan Biaya yang Perlu Diwaspadai

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Tanda Transmisi Mobil Rusak yang Wajib Diwaspadai, Kenali Gejala dan Biaya Perbaikannya

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Royal Enfield Hypershift Classic 650 Dibanderol Rp268 Juta, Cuma 17 Unit di Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Triumph Scrambler 400 XC, Motor Bergaya Klasik untuk Penggemar Touring

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:31 WIB

Ganti Knalpot Aftermarket, Tenaga Mobil Malah Loyo? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru