JAKARTA,JS- Siap-siap! OVO Blokir Ribuan Akun di Indonesia, Ini Alasannya.
Dompet digital OVO memperketat penindakan terhadap judi online (judol). Perusahaan ini memblokir ribuan akun yang terlibat dalam transaksi ilegal melalui program Gerakan Bareng Ungkap Judi Online (Gebuk Judol).
OVO Tutup 7.000 Akun pada Ronde Pertama
Chief Operating Officer OVO, Eddie Martono, mengatakan bahwa pemblokiran akun menjadi langkah utama untuk menghentikan aliran dana jaringan judol.
Pada Februari–Maret 2025, OVO menutup lebih dari 7.000 akun setelah tim menemukan pola transaksi yang mencurigakan.
“Di ronde pertama, kami menutup lebih dari 7.000 akun yang pelaku judol manfaatkan,” ujar Eddie dalam Media Luncheon: Catatan Akhir Tahun OVO 2025 di Jakarta.
Banyak akun menunjukkan penggunaan tidak wajar. Tim OVO langsung memeriksa dan menindak akun-akun tersebut.
Akurasi Laporan Publik Capai 91%
Pada Juli–Agustus 2025, OVO menjalankan ronde kedua Gebuk Judol.
Perusahaan ini menerima laporan masyarakat dengan tingkat akurasi 91%. Hampir semua laporan mengarah pada penutupan akun.
“Laporan masyarakat sangat membantu. Hampir sembilan dari sepuluh laporan langsung mengarah pada penindakan,” kata Eddie.
Aktivitas Judol di OVO Turun 97%
Pemblokiran akun, patroli siber, dan monitoring transaksi menghasilkan dampak besar.
OVO mencatat penurunan aktivitas judol hingga 97% selama 2025.
Eddie menilai keberhasilan ini muncul karena respons cepat tim dan dukungan publik.
OVO Dorong Pengguna Laporkan Akun Mencurigakan
Eddie mengajak masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal resmi OVO.
Ia menilai laporan publik membuat proses penindakan berjalan lebih cepat.
“Kami terus mengajak masyarakat untuk melapor karena peran mereka sangat penting,” tegasnya.
OVO berkomitmen melanjutkan pemblokiran akun terkait judol pada tahun-tahun mendatang guna menjaga keamanan ekosistem pembayaran digital.(AN)









