SELEBRITIS,JS– Sidang kasus penjarahan rumah politisi sekaligus komedian Eko Patrio sudah sampai pada babak penentuan. Polisi menghadirkan pelaku yang merusak dan menjarah rumah Eko untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Eko Pilih Memaafkan
Rumah mewah Eko di Kuningan, Jakarta Selatan, porak-poranda pada Sabtu (30/8/2025) malam. Massa menghancurkan perabotan, membawa lari barang berharga, dan meninggalkan coretan vandalisme di beberapa sudut rumah.
Meski menjadi korban, Eko menunjukkan sikap mengejutkan. Ia bertemu langsung dengan para terdakwa di persidangan.
“Sidang kemarin saya hadir dan menyatakan memaafkan. Saya menyerahkan semua proses hukum kepada pihak yang berwenang,” ujar Eko di Kemang, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (6/2/2026).
Eko meyakini para terdakwa bukan pelaku utama. Menurutnya, mereka hanya ikut-ikutan terseret situasi.
“Saya meyakini yang disidang kemarin belum tentu bersalah. Tapi secara pribadi, saya memaafkan,” jelas pria 55 tahun itu.
Tidak Menuntut Ganti Rugi
Eko menegaskan kepada hakim bahwa ia tidak menuntut ganti rugi. Ia hanya ingin kejadian serupa tidak terulang.
“Hakim tanya apakah saya ingin meminta pertanggungjawaban. Saya bilang nggak usah. Yang penting mereka tidak mengulanginya dan kita bisa saling memaafkan,” ungkapnya.
Sejak peristiwa itu, Eko dan keluarga memilih tinggal sementara di lokasi yang lebih aman.
“Sekarang kami tinggal di tempat lebih aman, bukan di pinggiran kota lagi. Nanti kalau sudah waktunya, InsyaAllah akan balik,” tambahnya.
Kronologi Penjarahan
Heri, petugas keamanan kompleks, menceritakan bahwa massa menyerbu rumah Eko dalam tiga gelombang. Mereka mulai berkumpul sejak pukul 21.00 WIB dan merangsek masuk sekitar pukul 22.00 karena pertahanan TNI dan sekuriti terbatas.
Gelombang kedua menjadi puncak kerusuhan. Massa membawa semua barang, termasuk jagung, sawi, dan bumbu dapur.
“Semua mereka bawa habis. Tidak ada yang tersisa,” kata Heri.
Gelombang terakhir menandai bubarnya massa. Namun, beberapa orang tetap bertahan hingga dini hari. Heri memperkirakan lebih dari 500 orang ikut dalam kerusuhan.
Eko Tidak Ada di Tempat
Saat penjarahan terjadi, Eko tidak berada di rumah. Ia menugaskan petugas keamanan untuk menjaga kediamannya.
“Pak Eko tidak ada di tempat, rumah kosong. Sekuriti saja yang berjaga,” jelas Heri.(*)









