Sri Kartini Alfin Dorong Lansia Sungai Penuh Tetap Aktif, Sehat dan Mandiri

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperluas perhatian terhadap kelompok lanjut usia melalui program pemberdayaan yang tidak hanya mengutamakan kesehatan, tetapi juga mendorong aktivitas sosial, kemandirian, serta produktivitas.

Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan pembelajaran Sekolah Lansia Tangguh Juara Perdana Kota Sungai Penuh yang berlangsung pada Selasa siang, 15 September 2026.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sungai Penuh sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Ny. Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini mengangkat tema “Lansia Tangguh, Keluarga Bahagia untuk Kota Sungai Penuh Juara.”

Program tersebut menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi masyarakat lanjut usia agar mereka tetap memiliki aktivitas positif setelah memasuki masa pensiun atau usia lanjut.

Tidak sekadar menghadirkan kegiatan berkumpul, Sekolah Lansia Tangguh membawa konsep pembelajaran sepanjang hayat. Para peserta mendapatkan ruang untuk memperoleh pengetahuan, berinteraksi dengan sesama, menjaga kesehatan, serta mengembangkan kemampuan sesuai kondisi dan pengalaman masing-masing.

Sri Kartini Alfin Tekankan Pentingnya Lansia Tetap Aktif

Dalam arahannya, Sri Kartini Alfin menyampaikan bahwa usia lanjut bukan alasan bagi seseorang untuk berhenti beraktivitas.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat lansia sebagai bagian penting dari keluarga dan lingkungan sosial. Karena itu, pemerintah bersama berbagai organisasi masyarakat perlu menciptakan ruang yang membuat lansia tetap merasa dibutuhkan.

Sekolah Lansia Tangguh hadir dengan konsep pendidikan nonformal sepanjang hayat. Program tersebut mendorong peningkatan kualitas hidup lansia melalui berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan, kemandirian, kehidupan sosial, serta pengembangan potensi.

“Program ini tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mengembangkan dimensi spiritual, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, profesional, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Sri Kartini.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap para lansia tetap mempunyai kesempatan untuk belajar dan berkontribusi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Selain itu, program ini juga membuka ruang bagi lansia untuk membangun hubungan sosial baru. Interaksi tersebut penting karena perubahan kondisi keluarga terkadang membuat sebagian lansia mengurangi aktivitas di luar rumah.

Sekolah Lansia Jadi Ruang Interaksi dan Berbagi Pengalaman

Memasuki usia lanjut, seseorang dapat menghadapi berbagai perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan aktivitas pekerjaan, kondisi keluarga, lingkungan sosial, hingga pola kehidupan.

Karena itu, kegiatan yang mempertemukan para lansia dalam suasana belajar dapat memberikan manfaat sosial yang cukup besar.

Sri Kartini mengatakan, Sekolah Lansia Tangguh dapat menjadi tempat bagi para peserta untuk bertemu, berbagi pengalaman, serta membangun komunikasi dengan lingkungan sekitar.

Ia juga menyoroti kondisi lansia yang tinggal jauh dari anak atau anggota keluarga lainnya.

“Banyak lansia yang merasa kesepian karena tinggal jauh dari anak maupun keluarganya. Melalui Sekolah Lansia ini, mereka memiliki ruang untuk berkumpul, belajar, berbagi cerita, dan memperluas pergaulan sehingga tetap merasa bahagia dan dihargai,” katanya.

Karena itu, Sekolah Lansia Tangguh tidak hanya berbicara mengenai kesehatan lansia, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan emosional.

Kegiatan semacam ini dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga hubungan sosial lansia dengan masyarakat.

Pada saat yang sama, keluarga tetap memiliki peran penting. Dukungan keluarga dapat membantu lansia menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri dan mandiri.

Baca Juga :  Sri Kartini Alfin : TP-PKK Sungai Penuh Dorong Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga, Ini Programnya

Terintegrasi dengan Posyandu Lansia

Dari sisi kesehatan, Sekolah Lansia Tangguh juga memiliki keterkaitan dengan pelayanan Posyandu Lansia.

Melalui layanan tersebut, peserta dapat memperoleh edukasi mengenai pola hidup sehat serta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pendekatan ini membuat kegiatan pemberdayaan lansia tidak berhenti pada aktivitas pembelajaran. Peserta juga mendapatkan pengetahuan yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Edukasi kesehatan dapat mencakup pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup, memperhatikan kondisi tubuh, melakukan pemeriksaan secara rutin, serta mempertahankan kemampuan untuk menjalankan aktivitas secara mandiri.

Bagi keluarga, pemahaman tersebut juga penting. Keluarga dapat lebih mudah memberikan dukungan ketika memahami kebutuhan lansia.

Dengan demikian, program kesehatan lansia dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan.

Tujuh Dimensi Menjadi Bagian dari Pembelajaran

Sekolah Lansia Tangguh membawa pendekatan yang lebih luas dibandingkan kegiatan yang hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan.

Sri Kartini menjelaskan bahwa program tersebut mengembangkan berbagai dimensi kehidupan lansia.

Dimensi tersebut mencakup aspek spiritual, intelektual, emosional, sosial kemasyarakatan, vokasional, profesional, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Pendekatan multidimensi tersebut memberikan ruang kepada lansia untuk terus mengembangkan kemampuan yang masih mereka miliki.

Pengalaman hidup yang panjang juga menjadi salah satu modal penting. Banyak lansia memiliki pengalaman dalam pekerjaan, keluarga, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, pengalaman tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, lansia juga dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Mereka tidak harus menjalankan pekerjaan berat. Kontribusi dapat muncul melalui berbagi pengalaman, kegiatan sosial, pendampingan keluarga, aktivitas ekonomi yang sesuai kemampuan, maupun kegiatan kemasyarakatan.

PKK Dorong Pemberdayaan Keluarga dan Lansia

Sri Kartini juga menilai Sekolah Lansia Tangguh memiliki hubungan erat dengan gerakan PKK.

PKK memiliki perhatian terhadap berbagai aspek kehidupan keluarga. Karena itu, pemberdayaan lansia dapat berjalan sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Keluarga menjadi lingkungan terdekat bagi lansia. Dukungan dari anggota keluarga dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong lansia tetap aktif.

Sementara itu, organisasi masyarakat dan pemerintah dapat menyediakan ruang kegiatan yang mendukung kebutuhan mereka.

Kolaborasi tersebut dapat menciptakan ekosistem yang lebih ramah terhadap lansia.

Artinya, program lansia tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Pemerintah daerah, keluarga, kader, organisasi masyarakat, serta masyarakat secara luas dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

 

Rumah Singgah Lansia Juara Jadi Pusat Aktivitas

Sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan lansia, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menghadirkan Rumah Singgah Lansia Juara.

Fasilitas tersebut dapat menjadi pusat berbagai aktivitas dan pembelajaran bagi peserta Sekolah Lansia Tangguh.

Kehadiran tempat khusus memberikan peluang bagi para lansia untuk memiliki ruang kegiatan yang lebih terarah.

Selain sebagai tempat pembelajaran, fasilitas tersebut dapat mendukung aktivitas sosial dan interaksi antarpeserta.

Konsep ini juga dapat memperkuat keberlanjutan program. Kegiatan lansia tidak hanya berlangsung pada satu agenda tertentu, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas rutin.

Sekolah Lansia Tangguh Hadir di Delapan Kecamatan

Pemerintah Kota Sungai Penuh saat ini telah menghadirkan Sekolah Lansia di delapan kecamatan.

Perluasan tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk memberikan akses kegiatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dengan keberadaan program di berbagai wilayah, lansia memiliki kesempatan lebih besar untuk mengikuti kegiatan tanpa harus menempuh perjalanan yang terlalu jauh.

Selain itu, keberadaan program di tingkat kecamatan juga dapat memperkuat komunikasi antara kader, keluarga, peserta, dan pemerintah.

Program yang berjalan dekat dengan masyarakat memungkinkan kebutuhan lansia lebih mudah dikenali.

Karena setiap lansia memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, pendekatan yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal dapat membantu pengelola menyesuaikan aktivitas.

Lansia Sehat Menjadi Bagian dari Keluarga Bahagia

Tema “Lansia Tangguh, Keluarga Bahagia untuk Kota Sungai Penuh Juara” membawa pesan bahwa kualitas hidup lansia memiliki hubungan dengan kondisi keluarga.

Lansia yang tetap aktif dan memiliki lingkungan sosial dapat menjalani masa tua dengan lebih banyak aktivitas positif.

Sebaliknya, keluarga juga mendapatkan manfaat ketika anggota keluarga lanjut usia tetap mampu menjaga kemandirian sesuai kemampuan.

Karena itu, menjaga kesehatan lansia tidak hanya menjadi kebutuhan individu. Hal tersebut juga berkaitan dengan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Program seperti Sekolah Lansia Tangguh dapat menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan aspek kesehatan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan.

Lansia Tetap Bisa Berkontribusi bagi Masyarakat

Usia lanjut tidak otomatis menghilangkan kemampuan seseorang untuk berkontribusi.

Pengalaman yang dimiliki para lansia dapat menjadi sumber pembelajaran bagi keluarga dan masyarakat.

Melalui Sekolah Lansia Tangguh, pengalaman tersebut dapat terus berkembang melalui kegiatan belajar dan interaksi sosial.

Sri Kartini berharap para lansia di Kota Sungai Penuh dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Ia juga berharap keberadaan Sekolah Lansia di seluruh kecamatan dapat memberikan akses pelayanan yang lebih luas.

“Dengan adanya Sekolah Lansia di seluruh kecamatan, kami berharap para lansia dapat menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, aktif, produktif, serta tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat menuju Kota Sungai Penuh Juara,” tutupnya.(TIM)

Berita Terkait

Buka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang! Warga Kerinci Wajib Tahu Aturan dan Sanksinya
Bukan Cuma Lempur, Talang Kemuning Punya Surga Kantong Semar yang Tersembunyi
Peluang Karier Bergengsi di Kerinci, Seleksi Direktur Perumda Tirta Sakti 2026 Resmi Dibuka
Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Makin Dekat, Ini Pesan BKPSDM untuk Calon Peserta
Jambi Diprediksi Terik Hari Ini, Suhu Capai 34°C: Cek Cuaca Kota Jambi hingga Sungai Penuh
Pisah Sambut Kapolres Kerinci, Wako Alfin Ungkap Strategi Perkuat Keamanan dan Investasi Sungai Penuh
Kota Jambi Jadi Kota Wakaf Nasional 2026, Peluang Wakaf Uang dan Ekonomi Syariah Makin Besar
Ada Keringanan PKB 2026, Wawako Azhar Hamzah Minta Masyarakat Cek Kesempatan Bayar Pajak Lebih Ringan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 10:01 WIB

Sri Kartini Alfin Dorong Lansia Sungai Penuh Tetap Aktif, Sehat dan Mandiri

Rabu, 16 September 2026 - 09:04 WIB

Buka Lahan dengan Cara Dibakar Dilarang! Warga Kerinci Wajib Tahu Aturan dan Sanksinya

Rabu, 16 September 2026 - 07:20 WIB

Bukan Cuma Lempur, Talang Kemuning Punya Surga Kantong Semar yang Tersembunyi

Selasa, 15 September 2026 - 18:00 WIB

Peluang Karier Bergengsi di Kerinci, Seleksi Direktur Perumda Tirta Sakti 2026 Resmi Dibuka

Selasa, 15 September 2026 - 11:10 WIB

Seleksi 5 Kepala OPD Sungai Penuh Makin Dekat, Ini Pesan BKPSDM untuk Calon Peserta

Berita Terbaru