Sri Kartini Alfin Turun Langsung Salurkan Program 3S Sungai Penuh, Sasar Keluarga Berisiko Stunting

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) terus memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu langkah tersebut hadir melalui Program 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah) yang menyasar keluarga berisiko stunting serta masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem.

Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh sekaligus Bunda PAUD, Ny. Sri Kartini Alfin, memimpin langsung penyaluran bantuan tersebut. Tim bergerak ke sejumlah wilayah untuk memastikan bantuan sampai kepada keluarga yang menjadi sasaran.

Kegiatan itu menyasar lima titik di wilayah Kota Sungai Penuh. Selain memberikan paket kebutuhan pangan, tim juga mengantarkan bantuan langsung ke rumah penerima manfaat.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa program sosial tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada upaya pemerintah menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih dekat.

Program 3S Fokus pada Pangan dan Gizi Keluarga

Program 3S memiliki konsep sederhana, tetapi membawa pesan sosial yang cukup kuat.

Melalui gerakan Segenggam Beras, Sebutir Telur, Seribu Rupiah, pemerintah mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk membangun semangat gotong royong.

Beras dan telur menjadi bagian penting karena keduanya berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan dan sumber gizi keluarga.

Sementara itu, dukungan dalam bentuk uang turut membantu keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari sesuai dengan kondisi masing-masing.

Dengan pendekatan tersebut, Program 3S tidak hanya menyentuh persoalan pangan. Program ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan keluarga, pemenuhan gizi anak, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ekonomi rumah tangga.

Dalam konteks yang lebih luas, pendekatan seperti ini sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap isu stunting prevention, child nutrition, food security, dan poverty reduction.

Sri Kartini Alfin Turun Langsung Salurkan Bantuan

Penyaluran bantuan kali ini mendapat perhatian karena Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin ikut turun langsung bersama tim.

Kehadiran pimpinan TP PKK dalam kegiatan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah untuk memastikan program sosial menyentuh masyarakat secara langsung.

Tim tidak hanya mengumpulkan bantuan di satu lokasi. Sebaliknya, petugas mendatangi sejumlah titik penerima manfaat sehingga keluarga yang membutuhkan dapat menerima bantuan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.

Cara tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada pemerintah dan TP PKK untuk melihat kondisi penerima manfaat secara lebih dekat.

Menurut Sri Kartini, Program 3S memiliki fungsi yang cukup luas bagi keluarga penerima.

“Program 3S memiliki fungsi untuk membantu ketahanan pangan keluarga, meningkatkan pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, sekaligus membantu perekonomian rumah tangga yang masuk kategori miskin ekstrem,” ujar Sri Kartini.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak memandang bantuan pangan hanya sebagai bantuan jangka pendek.

Sebaliknya, pemerintah ingin mendorong pemenuhan kebutuhan dasar keluarga sekaligus memperkuat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Mutasi Gaji CPNS Jadi PNS di Sungai Penuh Kini Pakai Aplikasi, Begini Caranya

Tiga Unsur Program 3S dan Manfaatnya

Nama Program 3S berasal dari tiga bentuk kontribusi yang menjadi bagian utama gerakan tersebut.

1. Segenggam Beras

Beras menjadi salah satu kebutuhan pangan utama masyarakat Indonesia.

Karena itu, bantuan beras dapat membantu keluarga mengurangi sebagian pengeluaran untuk kebutuhan makanan sehari-hari.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, pengurangan beban belanja pangan dapat memberikan ruang bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

2. Sebutir Telur

Telur menjadi sumber protein yang relatif mudah diolah dan dapat dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia.

Pemenuhan protein juga menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga.

Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.

3. Seribu Rupiah

Komponen ketiga berasal dari dukungan finansial melalui semangat donasi dan gotong royong.

Meskipun nilainya kecil jika berdiri sendiri, kontribusi tersebut dapat memiliki manfaat ketika masyarakat dan ASN mengumpulkannya secara bersama-sama.

Konsep ini sekaligus membawa pesan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai dari kontribusi dalam jumlah besar.

Tiga Pelajar SMP Negeri 8 Sungai Penuh Ikut Menerima Bantuan

Program 3S juga menyentuh sektor pendidikan.

Dalam penyaluran kali ini, tiga pelajar SMP Negeri 8 Kota Sungai Penuh menerima bantuan.

Mereka mendapatkan paket sembako dan sejumlah kebutuhan pokok yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Bantuan kepada pelajar menjadi bagian penting karena kondisi ekonomi keluarga dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan pendidikan dan kesejahteraan anak.

Dengan dukungan tersebut, pemerintah berharap keluarga dapat mengalokasikan sumber daya yang tersedia secara lebih baik.

Selain tiga pelajar tersebut, tim juga menjangkau penerima manfaat di sejumlah wilayah lainnya.

Bantuan Menjangkau Cangking Indah hingga Rawang

Penyaluran Program 3S berlangsung di beberapa titik Kota Sungai Penuh.

Lokasi penerima manfaat mencakup Cangking Indah, Pendung Hiang, Desa Tanjung, serta kawasan Paling Serumpun Rawang.

Tim mengantarkan bantuan kepada masyarakat di wilayah tersebut secara langsung.

Pendekatan ini membuat penyaluran bantuan menjadi lebih dekat dengan masyarakat.

Selain itu, kunjungan langsung juga memungkinkan unsur pemerintah dan TP PKK memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Program 3S Berasal dari Semangat Gotong Royong ASN

Salah satu aspek penting dalam Program 3S terletak pada sumber dukungannya.

Sri Kartini menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari donasi dan semangat gotong royong ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Artinya, program ini tidak hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Program tersebut juga mengajak aparatur pemerintahan untuk ikut mengambil bagian dalam membantu masyarakat.

Semangat gotong royong tersebut menjadi modal sosial yang penting.

Ketika banyak pihak ikut berkontribusi, bantuan yang terkumpul dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

Dua Mekanisme Penyaluran Program 3S

Pemerintah Kota Sungai Penuh menggunakan dua mekanisme dalam menyalurkan Program 3S.

Pertama, tim dapat mengantarkan bantuan langsung ke rumah penerima manfaat.

Kedua, petugas dapat mengumpulkan bantuan terlebih dahulu untuk kemudian menyalurkannya secara bersama-sama.

Kedua mekanisme tersebut memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan program.

Dengan demikian, pemerintah dapat menyesuaikan cara penyaluran berdasarkan kondisi wilayah dan penerima manfaat.

Percepatan Penurunan Stunting Jadi Perhatian

Selain membantu keluarga miskin ekstrem, Program 3S juga mendukung agenda penanganan stunting.

Stunting berkaitan dengan persoalan pertumbuhan anak dan memiliki hubungan erat dengan berbagai faktor, termasuk kualitas asupan makanan, kondisi kesehatan, sanitasi, pola asuh, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Karena itu, pemerintah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada satu sektor.

Intervensi pangan dan gizi dapat menjadi salah satu bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.

Melalui Program 3S, Pemkot Sungai Penuh dan TP PKK berupaya mengambil bagian dalam pendekatan tersebut.

Bantuan Pangan Bisa Meringankan Beban Rumah Tangga

Keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas menghadapi tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan sekaligus.

Mereka harus mengatur pengeluaran untuk makanan, pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Ketika kebutuhan pangan memperoleh dukungan, sebagian beban pengeluaran dapat berkurang.

Karena itu, bantuan pangan memiliki peran penting, khususnya bagi keluarga yang masuk kategori rentan.

Program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar juga dapat membantu keluarga mempertahankan konsumsi pangan ketika kemampuan ekonomi mereka menghadapi tekanan.

Ketahanan Pangan Keluarga Menjadi Bagian Penting

Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan makanan.

Keluarga juga membutuhkan akses terhadap makanan yang cukup, aman, dan bergizi.

Dalam konteks tersebut, Program 3S mencoba memberikan dukungan melalui bahan pangan sederhana yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Beras dan telur menjadi komponen yang mudah dimanfaatkan oleh keluarga untuk kebutuhan makanan sehari-hari.

Sementara itu, semangat donasi memberikan dimensi sosial dalam program tersebut.

Baca Juga :  Musim Kemarau Mencekam, 1 Ton Garam Ditebar di Langit Jambi untuk Memicu Hujan

Sejumlah Pejabat Ikut Mendukung Penyaluran

Dalam kegiatan tersebut, Sri Kartini Alfin tidak bekerja sendiri.

Ia mendapat pendampingan dari Asisten I, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Dharma Wanita Persatuan, camat, serta ASN yang ikut mendukung kegiatan.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa program sosial membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah juga dapat memperkuat koordinasi antara OPD, kecamatan, TP PKK, dan masyarakat agar bantuan dapat menjangkau sasaran secara tepat.

Program 3S Dorong Kepedulian Sosial Masyarakat

Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, Program 3S membawa pesan mengenai pentingnya kepedulian sosial.

Kontribusi kecil dari banyak orang dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar ketika dikelola secara bersama-sama.

Konsep tersebut juga dapat memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Dalam jangka panjang, pemerintah berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada kegiatan penyaluran bantuan.

Sebaliknya, masyarakat diharapkan ikut membangun lingkungan yang saling membantu, terutama ketika terdapat keluarga yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Pemkot Sungai Penuh Dorong Keberlanjutan Program

Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mendorong keberlanjutan Program 3S agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Sasaran utama tetap mengarah kepada kelompok yang membutuhkan dukungan dalam aspek pangan, gizi, dan ekonomi.

Dengan keberlanjutan program, pemerintah berharap intervensi sosial dapat berlangsung secara konsisten.

Program tersebut juga dapat menjadi salah satu bagian dari upaya membangun family welfare, food security, maternal and child health, serta poverty reduction di tingkat daerah.

Bukan Sekadar Bantuan, tetapi Gerakan Bersama

Program 3S pada dasarnya membawa konsep sederhana.

Namun, kekuatan utamanya terletak pada kolaborasi.

Pemerintah menyediakan ruang dan koordinasi, TP PKK ikut menggerakkan kegiatan, ASN berkontribusi melalui donasi, sementara masyarakat menjadi penerima sekaligus bagian dari ekosistem kepedulian sosial.

Pendekatan tersebut membuat program memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar pembagian sembako.

Program 3S juga menjadi pengingat bahwa persoalan stunting dan kemiskinan membutuhkan perhatian bersama.

Harapan untuk Keluarga di Kota Sungai Penuh

Melalui penyaluran Program 3S, Pemkot Sungai Penuh berharap semakin banyak keluarga memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Pemerintah juga ingin memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, keberlanjutan program membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Semakin kuat kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, ASN dan masyarakat, semakin besar pula peluang bantuan sosial menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Dengan demikian, Program 3S tidak hanya menghadirkan bantuan berupa beras, telur dan dukungan finansial.

Lebih jauh, program tersebut membawa semangat gotong royong untuk membantu keluarga menghadapi persoalan pangan, gizi, dan ekonomi.

Bagi Kota Sungai Penuh, gerakan seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.(AN)

Berita Terkait

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh
Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun
Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah
Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir
Bunda PAUD Sri Kartini Alfin Ajak Anak Cintai Buku Sejak Dini, Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Ceria
Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar
Karhutla Mengancam, BBTNKS Tutup Jalur Pendakian Gunung Kerinci Sejak 1 September
Mutasi Gaji CPNS Jadi PNS di Sungai Penuh Kini Pakai Aplikasi, Begini Caranya
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:45 WIB

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh

Kamis, 3 September 2026 - 16:01 WIB

Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun

Kamis, 3 September 2026 - 14:01 WIB

Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir

Kamis, 3 September 2026 - 09:01 WIB

Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar

Berita Terbaru